Islam Mancanegara

Persatuan, Solusi Persoalan dan Penderitaan Umat Islam

Ayatullah Agung Sayid Ali Khamenei mengatakan, Inggris selalu menjadi sumber ancaman, keburukan dan penderitaan bagi Asia Barat. Hal tersebut disampaikan dalam pidatonya di hadapan para pejabat pemerintah, tamu-tamu Konferensi Internasional Persatuan Islam ke-30, para Duta Besar negara-negara Muslim dan berbagai lapisan masyarakat Iran, Sabtu (17/12/2016).

“Hari ini ada dua keinginan yang saling bertentangan satu dengan lainnya; keinginan untuk persatuan dan keinginan untuk perpecahan. Dan dalam situasi yang sensitif ini, bersandar kepada al-Quran dan ajaran-ajaran ilahi Nabi Muhammad Saw sebagai bahan pemersatu adalah solusi atas penderitaan dunia Islam,” imbuhnya.

Ayatullah Khamenei menyebut kebijakan dan tindakan Inggris dalam dua abad terakhir sebagai sumber kejahatan dan penderitaan bangsa-bangsa di kawasan.

Beliau menambahkan, dalam beberapa hari terakhir, para pejabat Inggris tanpa rasa malu menyebut Iran yang tertindas dan mulia sebagai ancaman regional, namun semua mengetahui bahwa –bertentangan dengan tuduhan ini – merekalah sumber ancaman, keburukan, bahaya dan penderitaan.

Rahbar lebih lanjut mengingatkan upaya kubu arogansi dan kolonialisme untuk menciptakan perpecahan di antara umat Islam dan melemahkan kaum Muslimin.

“Hari ini, dunia Islam menghadapi cobaan dan kesengsaraan besar, di mana jalan keluarnya adalah dengan persatuan, bersinergi, bekerjasama dan melintasi perbedaan agama (mazhab) dan pemikiran di bawah bayang-bayangan kesamaan Islam,” kata Ayatullah Khamenei.

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran menjelaskan, jika terjalin persatuan di antara bangsa-bangsa dan pemerintahan Islam, maka AS dan rezim Zionis Israel tidak akan mampu memaksakan keinginan mereka terhadap umat Islam dan konspirasi agar isu Palestina dilupakan pun akan gagal.

Rahbar juga menyebut pembunuhan umat Islam di Myanmar di Asia Tenggara hingga Nigeria di Afrika Barat serta konfrontasi umat Islam di kawasan yang sangat penting Asia Barat sebagai hasil dari konspirasi memecah belah oleh kekuatan-kekuatan arogan dunia.

“Hari ini, pembunuhan Muslim berlangsung dari Myanmar ke Afrika; sebagian dari mereka dibunuh oleh Boko Haram, dan yang lainnya oleh orang-orang Buddha,” tuturnya.

Ayatullah Khamenei menyingung upaya untuk mengobarkan perpecahan di antara umat Islam. Beliau mengatakan, dalam kondisi saat ini, Syiah versi Inggris dan Sunni versi Amerika bagaikan “dua sisi dari sebuah gunting,” di mana mereka sedang sibuk mengobarkan api perpecahan di antara umat Islam.

Rahbar menilai persatuan sebagai kesiapan terpenting yang diperlukan oleh dunia Islam. Menurutnya, kebijakan Inggris; yaitu “memecah dan menguasai” adalah kebijakan yang benar-benar dikejar oleh musuh-musuh Islam.

“Semua mazhab (firqah) Islam, baik Syiah maupun Sunni, harus menghindari konflik, dan  mereka harus menjadikan Nabi tercinta (Saw), al-Quranul Karim dan Ka’bah yang mulia sebagai poros persatuan dan solidaritas,” tegasnya.

Dalam acara tersebut dihadiri pula oleh Presiden Iran Hassan Rouhani, Ketua Parlemen Ali Larijani dan Ketua Lembaga Kehakiman Ayatullah Sadeq Amoli Larijani.

Sebelum pidato Rahbar, Presiden Iran mengucapkan selamat atas hari kelahiran manusia paling agung dan mulia, Nabi Muhammad Saw. Rouhani menyebut hari kelahiran Rasulullah Saw sebagai hari untuk mengajak kepada kebenaran dan keuatamaan akhlak.

Presiden Iran juga menyinggung situasi di kawasan terutama munculnya kelompok-kelompok yang mencemari citra Islam dengan melakukan teror dan kekerasan atas nama agama suci ini.

“Republik Islam Iran selalu berdiri di samping bangsa-bangsa tertindas di kawasan dalam menghadapi terorisme, dan akan terus melakukanya,” pungkasnya.

Di akhir pertemuan, para tamu Konferensi Internasional Persatuan Islam yang datang dari berbagai negara dunia berdialog dengan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran.

Sumber: Parstoday

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *