Teologi

Keabadian Ruh Manusia

Salah satu pengetahuan penting Al-Quran, adalah abadi-nya ruh setelah terpisah dari badan dan hal ini bukanlah akhir dari kehidupan melainkan jendela ke kehidupan lainnya. Dalam al-Quran, kata ruh terulang sebanyak 21 kali dalam Al-Quran dengan berbagai bentuknya. Tulisan ini akan menjawab apakah dengan kematian manusia, ruh akan tetap ada dan tidak akan sirna ataukah ruh sebagaimana seperti jasad manusia, akan musnah?

Dalil-dalil Al-Quran tentang keabadian ruh

Terdapat banyak ayat-ayat Al-Quran yang secara jelas menjelaskan tentang baqa-nya ruh setelah kematian dan kami juga akan mengisyaratkan beberapa di antaranya:
1. Ayat-ayat yang menjelaskan tentang hidupnya para syahid.

وَلا تَحْسَبَنَّ الَّذينَ قُتِلُوا في‏ سَبيلِ اللهِ أَمْواتاً بَلْ أَحْياءٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ

 “Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati, bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezeki ” (Qs Ali Imran: 169)

Dari penggalan ayat seperti: “‏inda rabbihim yurzaqun”  bisa kita pahami bahwa yang dimaksud dengan kehidupan ruhani bagi mereka adalah bahwa setelah kematian dan dengan kematian jasmaniya, arwah mereka tidak akan pergi/meninggal.
2. Sekelompok ayat yang menjelaskan tentang azab bagi keluarga Fir’aun dan setelah kematiannya sebelum hari kiamat.

ٱلنَّارُ يُعْرَضُونَ عَلَيْها غُدُوًّا وَ عَشِيًّا وَ يَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ أَدْخِلُوا آلَ فِرْعَوْنَ أَشَدَّ الْعَذابِ

Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang. Dan pada hari kiamat terjadi (dikatakan kepada malaikat), “Masukkanlah Fira‘un dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras.”  (QS Ghafir: 46)

Ayat ini menjelaskan tentang kehidupan ruh setelah kematian dengan perbedaan bahwa ayat-ayat di atas berkenaan dengan orang-orang saleh seperti para syuhada, namun ayat-ayat ini berkenaan dengan azab-azab untuk orang kafir seperti Fir’aun
Ayat ini secara terang menjelaskan bahwa setelah kematian juga terdapat kehidupan sebelum terjadinya kiamat dan hal ini merupakan dalil atas kehidupan ruh setelah kematian.
3. Kelompok ketiga adalah ayat-ayat yang menunjukkan kehidupan setelah kematian, yaitu ayat-ayat tentang masuknya api atas kaum Nuh setelah kematiannya.
Nabi Nuh berkata: 

وَ قالَ نُوحٌ رَبِّ لا تَذَرْ عَلَى الْأَرْضِ مِنَ الْكافِرينَ دَيَّاراً

“Ya Tuhan-ku, janganlah Engkau biarkan seorang pun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi. (Qs Nuh: 26)

Baqa-nya ruh setelah mati disetujui oleh ulama dan fuqaha Islam. Mereka menilai bahwa baqa-nya ruh merupakan hal yang pasti. Pada masa sekarang ini, ulama Islam dengan pemikiran-pemikiran yang bersumber dari dalil-dalil ini menghadapi pemikiran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *