Ahlulbait

Kisah Tasbih Az-Zahra

ICC Jakarta – Pekerjaan rumah tangga adalah pekerjaan yang penuh dengan kerepotan. Meskipun tugas untuk mencari nafkah dibebankan kepada suami namun istri terkadang kerepotan kerepotan juga dalam mengurus pekerjaan rumah tangga yang tiada habis-habisnya. Terlebih pada zaman dahulu ketika alat-alat modern belum memasuki rumah tangga-tangga mereka. Begitu juga dengan keluarga Sayidah Fatimah Zahra dan Imam Ali As.Oleh itu, Imam Ali As meminta istrinya untuk menemui Rasulullah Saw guna meminta pendapat meminta pembantu. Berikut kisah tasbih az Zahra yang popular tersebut.

Syaikh Shaduq mengenai cerita zikir tasbih az-Zahra Sa, berkata: Diriwayatkan dari Imam Ali As bahwa dia mengatakan kepada seseorang dari Bani Sa’ad: Apakah kamu mau aku berkata kepadamu tentang aku dan Fatimah?!

Fatimah ketika itu ada di rumahku. Dia dengan kantung air, begitu banyak membawa air dengannya sehingga tali kantung air tersebut membekas di badannya; begitu dia banyak bekerja menggiling gandum dengan gilingan tangan sehingga tangannya melepuh; begitu banyak dia menyapu dan membersihkan rumah sehingga bajunya kotor dan berubah warna dan begitu banyak ia memasak di depan periuk sehingga bajunya berwarna hitam.

Aku berkata kepadanya: Seandainya engkau pergi ke hadapan ayahmu Rasulullah Saw dan meminta kepadanya seorang pembantu, sehingga pembantu itu yang melakukan semua pekerjaan ini. Fatimah Sa pergi menghadap Nabi. Ketika dia masuk menghadap Nabi Saw, dia melihat sekelompok orang sedang berbicara dengannya. Karena merasa malu dan tidak enak dia tidak mengatakan apa-apa kepada ayahnya dan kembali pulang.

Nabi Saw mengetahui kedatangan Fatimah yang ada keperluan dengannya. Esok harinya Nabi segera datang ke rumahnya. Nabi menyampaikan salam. Kami menjawab salamnya dan kami berkata: Alaikumsalam wahai Rasulullah! Silakan. Rasul masuk dan duduk, kemudian berkata: Putriku Fatimah! Kemarin engkau datang menemuiku, ada perlu apakah gerangan?

Fatimah merasa malu untuk menjawabnya. Aku menjawabnya dan aku katakan bahwa: Begitu dia banyak membawa air sehingga tali kantung air tersebut membekas di badannya; begitu banyak dia bekerja menggiling gandum sehingga tangannya melepuh; begitu banyak dia menyapu dan membersihkan rumah sehingga bajunya kotor dan berubah warna dan begitu banyak ia berada di depan api sehingga bajunya berwarna hitam. Aku berkata kepadanya Seandainya engkau pergi ke hadapan ayahmu Rasulullah Saw dan meminta kepadanya seorang pembantu. Nabi Saw berkata: Apakah kamu tidak mau jika aku mengajarimu sesuatu yang lebih baik dari seorang pembantu?! Ketika engkau hendak tidur katakanlah Allahu Akbar 34 kali, Alhamdulillah 33 kali dan Subhanallah 33 kali. Fatimah berkata: Aku rela dan ridha kepada Allah dan Nabi-Nya. ( Man lā Yahduruhu al-Faqih, jld.1, hlm.320)

Demikianlah kisah tasbih az-Zahra semoga kita semua bisa melanggengkan amalan ini. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *