Fikih

Berbagai Manfaat Shalat Berjamaah

ICC Jakarta – Kewajiban-kewajiban sosial agama tidak hanya memiliki ganjaran yang banyak, tapi juga mempunyai pengaruh luar biasa dan positif dalam kehidupan individual maupun sosial kaum Muslimin. Salah satunya adalah shalat berjamaah. Berikut ini pengaruh positif shalat berjamaah bagi individu maupun sosial umat Islam:

1.Pengaruh spiritual shalat berjamaah

Paling besar pengaruh spiritual shalat jamaah adalah ganjaran dari Allah Swt.

Dalam sebuah riwayat menyebutkan bahwa suatu malam Imam Ali as sibuk beribadah hingga waktu sahur. Karena telah tiba waktu shubuh, ia mendirikan shalat shubuh sendirian lalu ia istirahat. Rasulullah Saw tidak melihat Imam Ali as dalam shalat shubuh berjamaah. Oleh karena itu beliau pergi ke rumahnya. Sayidah Fathimah sa berbicara soal keterjagaan Imam Ali as semalam yang membuatnya tidak hadir di masjid. Rasulullah Saw bersabda, “Pahala yang hilang dari Ali as karena tidak ikut serta dalam shalat shubuh berjamaah lebih besar daripada pahala ibadah sepanjang malam.”

“Bagiku shalat shubuh berjamaah lebih aku cintai daripada terjaga di malam hari untuk beribadah hingga waktu shubuh,” tambah Rasulullah.

Mengingat keutamaan dan ganjaran shalat berjamaah, terlebih lagi ketika yang berjamaah lebih dari sepuluh orang, maka jika seluruh langit adalah kertas, lautan-lautan adalah tinta dan pohon-pohon sebagai pena serta para malaikat menuliskan pahala satu rakaat shalat berjamaah, mereka tidak akan mampu untuk menulisnya.  Shalat jamaah di akhir waktu lebih baik dari shalat sendiri di awal waktu.

Shalat jamaah dapat menghilangkan segala kebencian dan kekeruhan serta buruk sangka. Ia juga dapat meningkatkan pengetahuan, penghambaan serta kekhusukan pada mereka yang ikut serta dalam shalat berjamaah.

2.Pengaruh sosial shalatberjamaah

Shalat jamaah adalah langkah awal menyatukan barisan, mendekatkan hati serta menguatkan jiwa persaudaraan. Kehadiran dalam pertemuan tanpa sebuah formalitas dan sebaik-baiknya cara untuk saling mengenal.

Shalat jamaah adalah sebaik-baiknya, sebanyak-banyaknya, sebersih-bersihnya dan semurah-murahnya modal bersosial di dunia ini. Pertemuan, perhatian atas masalah dan kebutuhan satu sama lain dan saling kerjasama antar individu umat Islam. Pada masyarakat yang seperti ini, tidak ada jalan bagi kemunafikan, kebencian, pesimisme serta ketidakpuasan dan begitu pula perbedaan status sosial. Dengan kecintaan dan kelembutan, memberikan rasa persaudaraan dan penyetaraan bagi dua tempat ini.

3.Pengaruh politik shalat berjamaah

Shalat jamaah menunjukkan kekuatan kaum Muslimin, menyelaraskan hati serta meluruskan barisan. Shalat jamaah juga dapat menghilangkan perpecahan dan memberikan rasa takut di hati para musuh, membuat kaum munafik putus asa dan sebagai duri bagi mata orang-orang yang menginginkan kejahatan. Shalat jamaah adalah pertunjukkan dalam pentas serta hubungan antara imam dan umat.

4.Pengaruh moral dan pendidikan shalat jamaah

Dalam shalat jamaah orang-orang berada dalam satu barisan. Keistimewaan-keistimewaan yang terdiri atas ras, bahasa, kekayaan dan lain-lain tersisihkan. Akan tumbuh rasa keintiman dan rasa pertemanan dalam hati. Orang-orang beriman dengan bertemu satu sama lain dalam barisan ibadah akan merasakan kepercayaan, kekuatan dan harapan.

Shalat jamaah adalah faktor keteraturan dan kedisiplinan, menyatukan barisan dan mengetahui waktu. Shalat jamaah akan melenyapkan jiwa individualime dan keterasingan. Shalat jamaah adalah peperangan dengan kesombongan dan keegoisan.

Shalat jamaah mengajarkan untuk menyatukan ucapan, arah dan tujuan dengan imam. Oleh karena itu, seorang imam haruslah orang yang paling bertakwa dan paling layak. Ini adalah jenis pendidikan dan pemberi inspirasi ilmu pengetahuan, ketakwaan dan keadilan.

Shalat jamaah dapat menghilangkan segala kebencian dan kekeruhan serta buruk sangka. Ia juga dapat meningkatkan pengetahuan, penghambaan serta kekhusyukan pada mereka yang ikut serta dalam shalat berjamaah.

Mengingat seluruh pengaruh positif terkait shalat berjamaah, umat Islam diwasiatkan agar melakukannya. Imam Muhammad Bagir as berkata, “Barangsiapa yang meninggalkan shalat berjamaah karena keengganannya dan tanpa sebuah alasan maka tidak ada shalat baginya.”

5.Dampak positif shalat berjamaah dalam aktifitas pekerjaan

Shalat berjamaah dapat menambah keintiman antara karyawan dan atasan. Dan ia menjadikan antara keduanya sehati dan serasi. Persahabatan dan keintiman ini sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan persiapan dan kemajuan aktifitas pekerjaan.

Ada beberapa keuntungan shalat berjamaah dalam aktifitas pekerjaan:

Partisipasi dan Kerjasama

Partisipasi membentuk inti dan dasar shalat jamaah. Hubungan jiwa secara menyeluruh dalam pekerjaan dan partisipasi secara menyeluruh dalam segala urusan adalah sebagian dari pengaruh shalat berjamaah. Shalat berjamaah memiliki pengaruh yang signifikan dalam proses menuju perbaikan dan perkembangan program kerja.

Sekecilapapun gerakan yang menunjukkan partisipasi dalam kesedihan dan kebahagiaan orang lain sebagai tanda kemanusiaanterhitung kebaikan dalam islam. Oleh karena itu, partisipasi dalam pekerjaan dan memiliki jiwa kerjasama serta kolaborasi dalam segala hal adalah poin yang harus diperhatikan. Ruh dan jiwa shalat berjamaah akan merasuk ke dalam tubuh para jamaah serta akan mengantarkan mereka menuju kesuksesan dan keberhasilan dalam pekerjaan.

Keikutsertaan dalam kesedihan dan kegembiraan serta kesulitan dan kemudahan orang lain baik untuk semua. Namun akan lebih baik jika yang ikut serta adalah atasan dan bahkan ada kalanya belasungkawa dan bantuan ini wajib bagi atasan sebagaimana yang kita saksikan dalam cara yang dilakukan pemimpin orang-orang bertakwa Imam Ali as.

Islam memandang salah satu bukti masyarakat yang berkembang dan masyarakat yang bersosial adalah masyarakat yang saling bersimpati dan saling membantu. Islam pertama kali menginginkan ini dari para atasan karena sebagaimana ungkapan Imam Ali as yang mengatakan bahwa perbuatan ini memiliki dua pengaruh, salah satunya adalah sumber ketenangan jiwa orang miskin dan bawahan dan pengaruh yang lainnya adalah penyebab tercegahnya pemberontakan orang zalim, orang kaya, atasan dan direktur.

Shalatber jamaah adalah kristalisasi dari upaya kolektif untuk mencapai keberhasilan. Salah satu segi keikutsertaan yang paling penting dan paling berharga adalah selain mendorong pekerja untuk usaha yang maksimal juga inovasi, kreativitas dan rasa ingin membangun akan lebih berkembang.

Dalam kondisi tertentu, para karyawan akan merasa bahwa atasan merupakan teman bertukar pikiran dan sahabat yang dekat dengan mereka. Mereka saling bahu membahu dan kerjasama dalam usaha mereka. Hasil riset dan pengalaman para peneliti membuktikan bahwa partisipasi semacam ini akan menambah efisiensi, meningkatnya kualitas, mengurangi konflik, mengurangi resistensi negatif dan meningkatkan produktivitas masyarakat.

Jika atasan sehati dan serentak dengan bawahannya dan ia membayangkan dirinya dalam situasi pemikiran, pekerjaan dan ekonomi maka hasil pekerjaan secara subtansial akan bertambah.

Musyawarah

Satu lagi dari manfaat shalat berjamaah adalah musyawarah. Musyawarah adalah mendapatkan bantuan dari pikiran dan pengalaman orang lain. musyawarah ini selain dapat menyebabkan meningkatnya kekuatan, dapat juga menyebabkan tumbuh kembangnya talenta serta meningkatnya potensi manusia dan pada akhirnya akan menyebabkan terbukanya jalan baru.

Musyawarah adalah duduk bersama antara para atasan dan para karyawan. Dengan demikian, akan meningkatkan kekuatan, keluasan dan kedalaman wawasan serta kinerjanya. Musyawarah akan menunjukkan kesalahan-kesalahan kepada manusia. Ini adalah uji coba dimana dengan cara ini dapat merealisasikan kekuatan pikiran, akurasi dan belas kasih para atasan dan para karyawan.

Shalat berjamaah merupakan suatu proses dimana para jamaah memberikan pengaruh dalam mengatur program, menentukan kebijakan-kebijakan serta rencana yang berbeda kepada satu sama lain. Shalat berjamaah akan melenyapkan jiwa individualis dan sifat ujub yang dapat menyebabkan keterbelakangan dalam pekerjaan serta kehancuran dan kesengsaraan.

Seyogianya shalat didirikan dengan berjamaah. Shalat berjamaah didirikan oleh rakyat, untuk rakyat dan dari rakyat. Tanpa ada keistimewaan apapun antara mereka baik dalam ras, iklim maupun kondisi ekonomi.

Shalat berjamaah dapat meningkatkan tolak ukur penerimaan dan popularitas antara atasan dan karyawan. Shalat jamaah berperan sebagai peranan kunci dan penting dalam mewujudkan suasana “membangun kepercayaan”.

Shalat berjamaah dapat menambah keintiman antara karyawan dan atasan. Dan ia menjadikan antara keduanya sehati dan serasi. Persahabatan dan keintiman ini sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan persiapan dan kemajuan aktifitas pekerjaan.

Shalat berjamaah membersihkan semangat kemunafikan dan bermuka dua yang muncul dari perbedaan antara perkataan dan perbuatan. Justru ia akan memberikan benih persahabatan dan kecintaan. Dari sisi masalah psikologi juga shalat jamaah amat penting. Motivasi duniawi para karyawan dan atasan akan berubah menjadi motivasi ukhrawi. Kecemasan dan ketidakamanan dalam sebuah kelompok masyarakat akan menjauh. Shalat jamaah akan memberikan jiwa ketaatan yang mana ini adalah bagian dari rukun shalat berjamaah.

Keteraturan dan Pendidikan

Pengaruh lain dari shalat berjamaah adalah keteraturan dan pendidikan yang bersembunyi di jantung shalat jamaah. Keteraturan dan pendidikan dalam pekerjaan serta memiliki pengaturan yang baik dapat memperoleh tujuan dan hasil dengan cepat dan memiliki peran yang efektif dalam pengaturan segala perkara.

Kesimpulan yang bisa diambil dari pemaparan-pemaparan tentang manfaat-manfaat salat jamaah adalah bahwa seyogianya shalat didirikan dengan berjamaah. Shalat berjamaah didirikan oleh rakyat, untuk rakyat dan dari rakyat. Tanpa ada keistimewaan apapun antara mereka baik dalam ras, iklim maupun kondisi ekonomi. []

Diadaptasi dari Pars Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *