Mozaik

Bagai Merpati, Puisi untuk Fatimah Putri Muhammad Saw

Dalam hantaram suami yang kehilangan, putra-putri yang yatim,

“Keranda malam” bergerak membedah kabut malam menyusuri bukit-bukti pasir Madinah hingga suatu tempat tak bernama.

“Keranda malam” meninggalkan hiruk pikuk pesta “dagang sapi” di Pendawa Saqifah

“Keranda malam” membawa prasasti abadi “Sang Demonstran”

bagai merpati

ia menari

melayang-layang

melukis angkasanya

 

bagai merpati

ia tersentak

dihadang kawanan gagak

merekahlah lukanya

 

 

bagai merpati

ia terhuyung

menukik jatuh

mengalirlah darahnya

 

 

bagai merpati

ia menengadah

tertunduk lesu

mengucurlah derainya

 

 

bagai merpati

terseok-seok

berusaha bangkit

menguaplah asanya

 

 

bagai merpati

ia memekik parau

bertanya-tanya

itukah rekan induknya

 

 

bagai merpati

ia sekarat

menggelepar-gelepar

mereganglah nyawanya

 

Penggalan kidung  Ust. Muhsin Labib

 

~ ShallalLlahu ‘alaiki Ya Fatimah… Yabnati Rasulillah.. ~

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *