Konsultasi Syariah

Berjilbab Dengan Memiliki Hati Yang Luhur

ICC Jakarta – Terkadang sering terbersit pertanyaan dan keraguan, manakah yang lebih penting berjilbabkah tapi hatinya tidak atau belum baik ataukah tidak berjilbab namun hatinya mulia. Ada jawaban dari Ayatullah al-Uzhma Madzhahiri salah seorang ulama marja taklid umat Muslim Syiah yang bermukim di Republik Islam Iran yang juga kepala Hauzah Ilmiah Esfahan terkait dengan pertanyaan tersebut.

Berikut teks lengkap tanya jawab tersebut.

Pertanyaan:

Jika seorang muslimah memiliki hati yang bersih, yang mampu menghindarkan diri dari tipu daya syahwat, tidak berdusta, tidak melakukan ghibah, tidak pernah mengganggu hak-hak orang lain, dan senantiasa mengingat Allah serta rutin melaksanakan ibadah-ibadahnya, tapi kemudian dengan alasan kesemuanya itu ia memilih untuk tidak berjilbab, apakah itu bisa dibenarkan?

Jawaban:

Atas kebersihan hatinya dan kemampuannya menghindarkan diri dari perbuatan ghibah dan ucapan-ucapan dusta, maka sudah menjadi kewajiban kita untuk berterimakasih kepadanya, dan Allah Swt tetap akan memberikan pahala atas kebaikan-kebaikannya itu. Namun, tetap saja memperlihatkan rambut bagi perempuan muslimah haram hukumnya, dan memiliki dosa terlebih lagi dalam riwayat Islam disebutkan perbuatan tersebut adalah dosa besar. Demikian pula, muslimah yang berjilbab, namun senantiasa berkata-kata dusta, dan gemar melakukan ghibah, maka atas kesediaannya mengenakan jilbab, maka kita ucapkan terimakasih, namun ucapan dusta dan kegemarannya berghibah tetap adalah sebuah perbuatan maksiat, mengandung dosa dan merupakan perbuatan dosa besar dalam pandangan Allah Swt.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *