Ahlulbait

Teladan Imam Baqir AS: Bekerja Keras

ICC Jakarta – Bekerja keras merupakan salah satu ajaran Islam yang sangat ditekankan kepada umatnya. Islam menganjurkan umatnya agar selalu bekerja keras untuk mencapai keinginan dan cita-cita.

Islam mengajarkan agar manusia menjaga keseimbangan antara urusan dunia dan urusan akhirat. Bekerja untuk dunia harus seimbang dengan beribadah untuk akhirat. Khusus untuk meraih kesuksesan dalam kehidupan dunia, syaratnya harus dilakukan dengan usaha dan kerja keras. Bekerja keras telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW dan para sahabat. Rasulullah SAW bekerja keras dengan cara berdagang semenjak beliau masih muda, yaitu melakukan perjalanan bisnisnya hingga keluar negeri untuk bekerja membantu perekonomian Abu Thalib.

Sebaliknya Islam mengecam sahabat Nabi yang hanya mementingkan akhirat saja dan membiarkan keluarganya terlantar. Contoh ini dapat ditemukan dalam sebuah hadis yang mengisahkan bahwa ada seorang sahabat yang ingin meninggalkan urusan dunia agar lebih khusyuk beribadah. Sahabat tersebut berniat terus-menerus berpuasa dan beribadah sepanjang hari. Mendengar berita tersebut, Rasulullah bersabda bahwa orang-orang yang meninggalkan dunia dan lebih mengutamakan urusan akhirat, bukan termasuk golongannya.

Teladan dalam bekerja keras pun dapat dijumpai dalam kisah Imam Baqir As yang pada hari-hari ini merupakanperingatan wiladah beliau, yaitu pada 1 Rajab.

Kisahnya, pada suatu siang yang terik, beliau sedang bekerja keras di ladangnya.

Seseorang yang bernama Muhammad bin Munzir sedang berjalan dengan cepat. Tatkala ia melihat Imam kepanasan dan kelelahan dari kerja keras yang telah ia lakukan. Sang Imam sedang beristirahat dengan kedua budaknya.

Muhammad bin Munzir berkata kepada Imam bahwa ia tidak perlu bekerja keras lantaran ia adalah seorang alim yang terkemuka.

Orang itu lebih jauh berkomentar, “Apa yang akan engkau lakukan bila sang maut datang menjemputmu sementara engkau sedang sibuk mengejar urusan duniawi?”

Tuturan orang itu membuat Imam gusar. Ia berkata, “Biarkanlah sang maut datang menjemputku sementara Aku beribadah kepada Allah Swt. Aku bekerja untuk menutupi keperluanku dan keperluan keluargaku.”

Maksud Imam Baqir As adalah bahwa bekerja keras untuk mendapatkan uang dengan tujuan untuk membantu diri dan keluarga merupakan kewajiban bagi setiap Muslim. Islam tidak suka melihat kita bermalas-malasan dan meminta-minta kepada orang lain.

Orang itu menjadi malu atas komentarnya yang tidak senonoh tersebut kepada Imam, “Anda benar. Aku ingin memerintahmu, akan tetapi Andalah yang memerintahku.”

Sabda Imam Baqir tersebut adalah sebuah catatan penting bahwa bekerja keras untuk memperoleh pendapatan merupakan kewajiban yang telah dititahkan oleh Allah kepada setiap Muslim.

Imam Baqir As bersabda, “Barang siapa yang bekerja untuk memperoleh pendapatan, ia akan semakin mendapatkan kemudahan, bebannya akan menjadi ringan dan keluarganya terbebas dari kemalangan dan kerisauan.”

Imam As tidak menyukai kemalasan apa pun bentuknya. Ia senantiasa menentang setiap bentuk kemalasan. Imam bersabda, “Berhati-hatilah dari sikap malas dan rasa jenuh, lantaran keduanya merupakan kunci segala kejahatan.”

Imam As mencela orang yang bersandar kepada sedekah sebagai mata pencaharian mereka. Ia berkata, “Aku benci kepada orang yang tidak punya pekerjaan yang hanya berlaku santai dan berpangku tangan sembari berkata, “Wahai Tuhanku, berikanlah, berikanlah.” Ia meminta Allah untuk berbuat baik kepadanya sementara seekor semut kecil pun keluar dari sarangnya untuk mencari pendapatan yang dapat membiayai hidupnya.”

Sumber Rujukan:

Qarasyi, Life of Imam Muhammad al-Baqir As., hal. 220

Teriring ucapan ikut bersuka cita atas milad agung Imam Muhammad Bagir As, semoga menjadi bahagia bagi kita semua…

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *