Fikih

Amalan Ayyamul Bidh Bulan Rajab

ICC Jakarta – Ayyamul Bidh adalah hari-hari ke-13, 14 dan 15 kalender Hijriyyah. Dalam riwayat-riwayat ditegaskan bahwsa berpuasa pada hari-hari ini sangat ditekankan. Menurut kaumSyiah, ayyamul bidh di bulan Rajab dan selanjutnya Sya’ban dan Ramadhan memiliki kedudukan yang sangat penting sekali.

Ayyamul Bidh dalam prinsipnya adalah “ayyamu layali al-Bidh” yang berarti hari-hari malam-malam putih yang kemudian “Layali”nya dihapus dan hari-hari ini dikenal dengan ayyamul bidh. Bidh adalah bentuk plural dari “baidha'” yang dalam bahasa Arab berarti putih. Orang-orang Arab kuno memiliki tradisi lama yaitu menamakan hari-hari berdasarkan kecerahan bulan bernama, dan dikarenakan cahaya bulan dalam tiga malam ini lebih bercahaya dibandingkan malam-malam lainnya, maka dinamakan dengan ayyamulbidh. Nama-nama lain untuk hari-hari ini adalah “Awadhih” dan “Ghurr”

Alasan lain untuk penamaan ini juga telah disebutkan dalam beberapa riwayat. Dalam buku ‘Ilalis Syarayi’ dikatakan bahwa: ” Malaikat Jibril menurunkan Nabi Adam As ke bumi dalam keadaan keseluruhan badannya hitam, dari kepala hingga ujung kaki. Para malaikat ketika melihat Adam dalam keadaan seperti itu mereka berteriak dan menangis dan kemudian berdoa ke keharibaan-Nya:  Ya Allah, Engkau telah menciptakan satu makhluk dan telah engkau tiupkan ruh-Mu kepadanya dan Engkau telah memerintahkan para malaikat-Mu untuk bersujud kepadanya, sekarang dia dengan satu dosa (yang ia lakukan) telah Engkau ubah warna putihnya dengan kehitaman!?

Seruan dari langit datang dan memberitakan: Hari ini berpuasalah untuk Tuhanmu, maka Adam berpuasa pada hari itu yang bertepatan dengan hari ke-13, oleh itu, sepertiga dari kehitamannya pun menghilang. Kemudian pada hari ke-14 seruan kembali datang dan berkata: Hari ini berpuasalah untuk Tuhanmu. Dan Adam juga berpuasa pada hari itu, dan sepertiga kehitaman lagi menghilang. Hari yang ke-15 kembali seruan kembali datang dan mengajaknya untuk berpuasa, dan dia juga berpuasa pada hari itu sehingga keseluruhan warna hiitamnya. Oleh karena itu, penyebutan hari-hari ini dengan ayyamul bidh sudah menjadi sebuah tradisi.

Amalan-amalan Yaumul Bidh di Bulan Rajab

Sebaik-baiknya amalan di tiga hari ini adalaiktikaf dan puasa. Nabi Muhammad Saw demi membangkitkan semangat masyarakat, meminta kepada mereka agar melakukan puasa bulanan mereka di hari-hari ini (ayyamul bidh).

Amalan Malam Ketiga belas

  • Mendirikan salat dua rakaat, pada setiap rakaatnya membaca surah al Fatihah, Yasin, al-Mulk dan al-Ikhlas
  • Hari Ketiga belas
  • Berpuasa
  • Jika seseorang berkehendak melaksanakan Ummu daud, maka diharuskan baginya untuk berpuasa pada hari ini.

Malam Kelima belas

  • Mendirikan salat 6 rakaat dengan tiga kali salam dengan tata cara sebagaimana yang sudah dijelaskan pada malam ke-13
  • Mandi
  • Menghidupkan malam ini dengan beribadah
  • Membaca doa Ziarah Imam Husain As
  • Mendirikan salat 30 rakaat, pada setiap rakaatnya membaca surah al-Fatihah sekali dan 10 kali membaca surah al-Ikhlash.
  • Mendirikan salat 12 rakaat, pada setiap 2 rakaat ditutup dengan salam dan pada setiap rakaatnya membaca al-Fatihah, surah al-Ikhlash, surah Al-Falaq, Surah al-Nas, Ayat kursi dan surah al-Qadr 4 kali dan kemudian setelah mengucapkan salam, 4 kali mengucapkan:

    اَللهُ اَللهُ رَبّی لااُشْرِک بِهِ شَیئا وَلا اَتَّخِذُ مِنْ دُونِه وَلِیاً

Amalan Hari Kelima belas

  • Mandi
  • Membaca doa Ziarah Imam Husain As
  • Mendirikan salat Salman
  • Mendirikan salat emapat rakaat dengan dua salam dan setelah salam mengucapkan:

اَللّهُمَّ یا مُذِلَّ کلِّ جَبّارٍ؛ وَ یا مُعِزَّ الْمُؤْمِنینَ اَنْتَ کهْفی حینَ تُعْیینِی الْمَذاهِبُ؛ وَ اَنْتَ بارِئُ خَلْقی رَحْمَةً بی‌وَ قَدْ کنْتَ عَنْ خَلْقی غَنِیاً وَ لَوْ لارَحْمَتُک لَکنْتُ مِنَ الْهالِکینَ وَ اَنْتَ مُؤَیدی بِالنَّصْرِ عَلی اَعْداَّئی وَ لَوْ لانَصْرُک اِیای لَکنْتُ مِنَ الْمَفْضُوحینَ یا مُرْسِلَ الرَّحْمَةِ مِنْ مَعادِنِها وَ مُنْشِئَ الْبَرَکةِ مِنْ مَواضِعِها یا مَنْ خَصَّ نَفْسَهُ بِالشُّمُوخِ وَالرِّفْعَةِ فَاَوْلِیاَّؤُهُ بِعِزِّهِ یتَعَزَّزُونَ وَ یا مَنْ وَضَعَتْ لَهُ الْمُلُوک نیرَ الْمَذَلَّةِ عَلی اَعْناقِهِمْ فَهُمْ مِنْ سَطَواتِهِ خاَّئِفُونَ اَسئَلُک بِکینُونِیتِک الَّتِی اشْتَقَقْتَها مِنْ کبْرِیاَّئِک وَ اَسئَلُک بِکبْرِیاَّئِک الَّتِی اشْتَقَقْتَها مِنْ عِزَّتِک وَ اَسئَلُک بِعِزَّتِک الَّتِی اسْتَوَیتَ بِها عَلی عَرْشِک فَخَلَقْتَ بِها جَمیعَ خَلْقِک فَهُمْ لَک مُذْعِنُونَ اَنْ تُصَلِّی عَلی مُحَمَّدٍ وَ اَهْلِ بَیتِهِ

  • Melaksanakan amalan-amalan Ummu Daud

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *