Mozaik

Kota Najaf Semenjak Dahulu Hingga Sekarang

ICC Jakarta – Najaf adalah sebuah kota di Irak yang telah ditinggali sejak pra-Islam. Di kota ini terdapat makam Imam Ali bin Abi Thalib As. Ribuan peziarah datang ke kota Najaf demi mengambil berkah dari keberadaan Imam Ali As. Dengan banyaknya Hauzah Ilmiah (pusat studi Islam) yang terdapat di kota ini, menjadikannya sebagai salah satu kota penting dalam dunia Islam-Syiah. Saat ini Najaf makin bertambah nilainya karena marjaiyat agama (pimpinan agama) di sana punya kekuatan politik.

Najaf terletak sekitar 165 km di selatan kota Baghdad ibu kota Irak, 77 km sebelah tenggara kota Karbala dan 10 km selatan kota Kufah. Letaknya yang bersebelahan dengan kota kuno Hirah adalah bukti bahwa Najaf memiliki sejarah yang panjang. Di sebelah utara Najaf terdapat Wadi al-Salam, dan sebelah barat ada Laut kering Najaf, Gurun Suriah yang terbentang hinna Arab Saudi, Yordania dan Suriah.

Terkait dengan penamaan Najaf, terdapat dua pendapat: Pertama, Najaf berasal dari kata bahasa Arab yang berarti Manjuf. Makna Manjuf adalah tempat berbentuk persegi panjang dan tinggi yang dikelilingi air. Karena letak geografisnya yang berbentuk persegi panjang dan lebih tinggi dari tempat sekitarnya maka tempat ini dinamai Najaf dan kedua, Pada masa terjadinya banjir Nuh, dulunya daerah ini adalah sebuah tempat yang tinggi. Setelah itu, di sana terbentuk danau yang sangat luas yang kemudian dikenal dengan sebutan “Nai”. Seiring berlalunya waktu, perlahan danau tersebut mengering, karena itu tempat ini disebut “Nai Jaff”, yaitu danau Nai yang mengering.

Pada masa pra Islam, dikarenakan bersebelahan dengan kota kuno Hirah yang sejak milenium pertama sebelum Masehi merupakan pusat peradaban Bani Lakhmid, Najaf pun ikut merasakan kemakmuran, kebudayaan dan peradabannya. Sebelum Islam, penduduk Arab kota Najaf banyak beragama Nashrani. Mereka banyak membangun gereja, di antaranya gereja bernama Mart Maryam yang masih ada hingga masa Islam.

Sejak masa Harun al-Rasyid, karena terungkapnya letak makam Imam Ali as, mulai banyak yang bermukim di kota Najaf. Hingga sekarang pun, haram Imam Ali As tidak pernah sepi dari peziarah yang datang dari berbagai kota diseluruh dunia.

Najaf menjadi kota yang sangat dihormati, terutama oleh kaum Muslim Syiah karena terdapat riwayat yang menerangkan keutamaan Kota Suci Najaf, di antaranya:

  1. Diriwayatkan dari Imam Ali As, “Tempat pertama kali yang digunakan untuk beribadah kepada Allah ada di sebelah Kufah (Najaf), karena di sana lah para malaikat bersujud kepada Adam As atas perintah Allah.”
  2. Konon Nabi Ibrahim As pernah tinggal di kota Najaf sehingga Allah Swt menurunkan berkah dan rahmat-Nya di sana.
  3. Diriwayatkan dari Imam Shadiq As, “Tujuh puluh ribu syuhada akan dibangkitkan tanpa hisab dari daerah ini”
  4. Diriwayatkan dari Imam Shadiq As, “Amirul Mukminin Ali As menjadikan Kufah (Najaf) sebagai Haram-nya (tempat suci), sebagaimana Nabi Ibrahim menjadikan Baitullah al-Haram dan Nabi Muhammad Saw menjadikan Madinah sebagai Haram-nya.
  5. Diriwayatkan dari Imam Shadiq As, “Kami tunjukkan kepada kalian sebuah tempat di sebelah Kufah. Di sana ada sebuah pusara, siapapun yang sakit hendaknya ke sana, Allah akan menyembuhkannya.”
  6. Diriwayatkan dari Imam Shadiq As, “Bagian timur (sebelah kanan) Kufah adalah satu dari sekian taman surga.”
  7. Diriwayatkan dari Amirul Mukminin Ali As, “Jika tabir penutup pandagan kalian disingkap, maka kalian akan melihat ruh orang-orang mukmin di padang ini (Padang Najaf). Mereka berkelompok-kelompok, saling mengunjungi dan berbincang. Ruh setiap mukmin berada di sini, sedangkan ruh orang-orang kafir berada di Barahut”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *