Islam Indonesia

KH Quraish Shihab: Almarhum Pak Hasyim Sudah Rampungkan Tugas Keumatan

ICC Jakasta – KH Quraish Shihab mengatakan, almarhum KH Hasyim Muzadi telah menyelesaikan tugas-tugasnya di kehidupan dunia ini. Tugas Pak Hasyim dirampungkan dengan baik yang berkaitan dengan tugas kemasyarakatan-keumatan maupun tugas kenegaraan.

“Beliau selesai tugasnya,” kata Pak Quraish saat memberikan testimoni dalam acara Peringatan 40 Hari Wafatnya Kiai Hasyim Muzadi di Pesantren Mahasiswa Al Hikam Depok, Ahad (23/4) malam.

Ia menjelaskan, banyak orang yang sedih dan terharu atas meninggalnya Pak Hasyim. Namun demikian, ia meminta kepada mereka jangan egois. Menurutnya, Allah memiliki pilihan yang terbaik.

“Kita masih menghendaki beliau di sini, tetapi jangan egois. Allah punya pilihan,” jelas penulis buku Kematian Adalah Nikmat itu.

Ia mengungkapkan, kematian orang baik akan menyebabkan orang tersebut senang karena ia di sana tidak merasakan kesedihan dan keresahan. Sementara, meninggalnya orang jahat akan menjadikan orang yang hidup mendapatkan kedamaian karena sudah tidak ada lagi dirinya di kehidupan ini.

Ia mengatakan, orang yang sudah meninggal bisa berinterkasi dengan yang masih hidup. “Jangan pernah menduga yang sudah mati itu tidak ada. Kita bisa berkomunikasi dengan yang sudah mati. Itu yang menjadikan kita legowo,” terangnya.

Lebih jauh, Pak Quraish menjelaskan, ada tujuh kata yang digunakan di dalam Al-Quran untuk makna kematian. Ada wafat, maut, kembali (innalillahi), raibal manun, qadha, dan lainnya.

“Raibal manun itu menggambarkan ucapan orang musyrik yang menginginkan kematian Nabi Muhammad SAW,” jelasnya.

Adapun terkait dengan wafatnya Pak Hasyim, imbuh Pak Quraish, ada kata yang pas untuk menggambarkannya, yaitu qadha sebagaimana di dalam Al-Quran Surat Al-Ahzab ayat 23.  Berikut adalah terjemahan dari keseluruhan ayat tersebut:

“Di antara orang-orang Mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka tidak mengubah (janjinya).”

Turut hadir dalam acara tersebut Pengasuh Pondok Pesantren Sukorejo Situbondo KH Afifuddin Muhajir, Masykuri Abdillah, dan kiai-kiai lainnya. (Muchlishon Rochmat/Alhafiz K)

Source: NU Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *