Ahlulbait

Hajar Aswad Membenarkan Imamah Imam Sajad As

ICC Jakarta – Setelah syahadah Imam Husain As,  Imam Zainal Abidin As dan seluruh wanita di Karbala dibawa ke Damaskus oleh orang-orang kejam Yazid dan menjebloskan mereka ke dalam penjara di Damaskus.

Setelah setahun berlalu, Imam Sajjad As diizinkan untuk meninggalkan Damaskus, dan beliau memutuskan untuk kembali ke Madinah tempat tinggalnya. Di Madinah, Imam memiliki banyak kerabat dan sahabat, termasuk pamannya, Muhammad al-Hanafiyyah.

Suatu hari, tatkala mereka berdua pergi ke Makkah, pamannya meminta untuk bersua dengan Imam Sajjad As secara khusus. Ketika mereka bertemu, Muhammad al-Hanafiyyah berkata bahwa lantaran dia adalah saudara Imam Husain As dan putra Imam Ali As, seyogyanya dialah yang menjadi Imam selepas Imam Husain As. Muhammad al-Hanafiyyah juga mengingatkan Imam bahwa dia lebih tua darinya dan sepanjang yang ia ketahui bahwa, Imam Husain As belum mengumumkan siapa yang kelak menjadi Imam selepasnya.

Imam Sajjad As berkata, “Wahai Paman, takutlah kepada Allah, percayalah kepadaku bahwa masalah Imamah adalah kepunyaanku bukan untukmu.”

Namun, Muhammad al-Hanafiyah tetap saja membantah Imam Sajjad As hingga mereka tiba di Ka’bah.

Imam Sajjad As berkata, “Jika engkau ingin bukti bahwa aku adalah Imam yang sesungguhnya, mengapa kita tidak bertanya kepada Hajar al-Aswad untuk memberitahukannya kepada kita.”

Muhammad al-Hanafiyyah setuju dan berdiri di hadapan Hajar al-Aswad dan berulang kali dia bertanya untuk mendapatkan penegasan dari batu hitam tersebut bahwa dialah imam. Tidak ada respon dari batu hitam tersebut.

Kemudian Imam As maju dan berkata, “Wahai Hajar al-Aswad! Aku bertanya kepadamu, Demi Allah yang telah mengajarkanmu nama-nama para nabi dan imam, katakanlah kepada kami dalam bahasa Arab yang jelas, siapakah Imam Zaman sekarang ini?”

Tiba-tiba Hajar al-Aswad mulai bergetar dan bergoyang, seakan-akan hendak keluar dari Ka’bah. Lalu, dengan izin Allah Swt, Hajar al-Aswad berbicara dengan suara yang lantang dan berkata, “Imam zaman adalah Ali bin Husain bin Ali.”

Kala mendengar pesan yang menakjubkan ini, Muhammad al-Hanafiyah berbalik ke arah Imam Sajjad As dan berkata, “Wahai anak saudaraku! Memang benar bahwa engkau adalah Imam dan aku adalah pengikutmu” (Kulaini, al-Kafi, jil. 1, hal. 348)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *