Mahdawiyah

Keniscayaan Penegakan Keadilan di Muka Bumi

ICC Jakarta – Pembahasan mengenai juru selamat merupakan pembahasan yang sangat urgen dewasa ini. Hal tersebut berhubungan erat dengan keyakinan dalam lingkup agama atau pun mazhab. Sebagian umat kristiani meyakini bahwa di akhir zaman, al-Masih akan muncul dan akan menyelamatkan umat manusia serta mengisi dunia dengan kedamaian. Dalam Islam pun demikian. Sebagian besar kaum muslimin meyakini bahwa di akhir zaman nanti akan muncul putra dari keturunan Nabi Muhammad saw, Muhammad Al-Mahdi yang akan menegakkan keadilan di muka bumi.

Al-Quran menjelaskan Allah swt tidak mengutus seluruh para nabi dan rasul kecuali untuk satu tujuan utama yaitu menegakkan keadilan di muka bumi. Allah swt berfirman dalam Al-Quran:

لَقَدْ أَرْسَلْنا رُسُلَنا بِالْبَيِّناتِ وَ أَنْزَلْنا مَعَهُمُ الْكِتابَ وَ الْميزانَ لِيَقُومَ النَّاسُ بِالْقِسْطِ

“Sesungguhnya Kami telah mengutus para rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka kitab langit dan neraca (pemisah yang hak dan yang batil dan hukum yang adil) supaya manusia bertindak adil.” (QS Al-Hadid : 25)

Jadi, salah satu tujuan penting diutusnya para rasul ialah menegakkan keadilan di muka bumi. Kita mengetahui bahwa keadilan merupakan perkara yang fitriah atau manusiawi, artinya seluruh umat manusia mendambakan keadilan. Al-Quran pun menegaskan kembali bahwa keadilan di muka bumi suatu saat pasti akan terealisasi. Berikut ini ayat Al-Quran yang menerangkan tentang akan terealisasinya keadilan di muka bumi. Allah swt berfirman

وَعَدَ اللهُ الَّذينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَ عَمِلُوا الصَّالِحاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ  الَّذينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَ لَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دينَهُمُ الَّذِي ارْتَضى‏ لَهُمْ و لَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْناً يَعْبُدُونَني‏ لا يُشْرِكُونَ بي‏ شَيْئاً وَ مَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذلِكَ فَأُولئِكَ هُمُ الْفاسِقُونَ

Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tidak mempersekutukan suatu apa pun dengan Aku. Dan barang siapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” (QS Al-Nur : 55)

Dalam ayat ini para mufassir berbeda pendapat mengenai “istakhlifannahum fil ardhi” (kepemimpinan/kekhalifahan dimuka bumi).

Sebagian mengatakan bahwa yang dimaksud dengan kekhalifahan pada ayat ini ialah Nabi Adam as, Nabi Daud as dan

Nabi Sulaiman as. Allah swt berfirman:

وَ إِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلاَئِكَةِ إِنِّيْ جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيْفَة

“Dan (ingatlah) ketika Tuhan-mu berfirman kepada para malaikat, Sesungguhnya Aku ingin menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” (QS Al-Baqarah: 30)

Atau dalam firman-Nya yang lain:

يا داوُدُ إِنَّا جَعَلْناكَ خَليفَةً فِي الْأَرْضِ

“Hai Daud! Sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi.” (QS Shad: 26)

Namun sebagian mufassir tidak sependapat dengan pendapat tersebut, seperti Allamah Thabathaba’i dalam tafsir Mizan mengatakan bahwa kata “alladzina min qablihim” (orang-orang sebelum mereka) tidak sesuai dengan kedudukan para nabi, karena tidak ditemukan dalam Al-Quran ibarat tersebut dikhususkan untuk para nabi. Itu hanya menunujukkan kepada umat-umat terdahulu yang mencapai keimanan dan amal yang shaleh dimana Allah swt memberikan kekuasaan pada mereka di muka bumi.

Sebagian mufassir juga berpendapat bahwa yang dimaksud dengan kekhalifahan di ayat tersebut ialah Khulafa Arrasyidin, yaitu empat khalifah setelah Rasulullah saw.

Tapi kita mengetahui bahwa kekhalifahan mereka belum meliputi seluruh bumi, juga keadilan dan kedamaian di zaman khlaifah tersebut belum terealisasi. Sedangkan Al- Quran menggambarkan bahwa keadilan akan terwujud seperti keteguhan agama, menukar keadaan dari ketakutan menjadi

aman, tidak ada satupun yang menyekutukan Allah swt dll.

Dan mufassir lain mengatakan bahwa kekhalifahan dalam ayat tersebut ialah Imam Mahdi as. dan para sahabatnya. Mereka yang akan mewarisi bumi dan memenuhinya dengan keadilan.

Sebagaimana riwayat mengatakan.

لو لم یبق من الدنیا الا یوم لطول الله ذلک الیوم حتی یلی رجل من عترتی اسمه اسمی یملا الاض عدلا و قسطا کما ملئت ظلما و جورا

Jika umur dunia ini hanya tinggal satu hari, maka Allah swt akan memanjangkan hari itu sampai muncul seorang laki-laki dari keturunanku, bernama seperti namaku, dan ia akan memenuhi bumi ini dengan keadilan sebagaimana telah dipenuhi dengan kezaliman dan kejahatan.” (Kitab Muntakhab Alasar, memuat 123 hadis tentang pembahasan ini, lihat hal. 247)

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *