Maarif Islam

Puasa, Upaya untuk Mengendalikan Konsumsi Makanan

ICC Jakarta – Bulan Ramadhan adalah salah satu faktor yang bisa menyingkapkan rahasia-rahasia alam ghaib. Bulan Ramadhan harus dimanfaatkan sebaik-sebaiknya. Kita harus menjaga perilaku dan ucapan-ucapan kita. Selain itu, kita juga tidak boleh memakan melebihi kebutuhan diri kita. Sebab, jika perut  kekenyangan tidak akan menghantarkan manusia ke tingkatan apapun. Hal paling buruk yang menyebabkan seseorang tidak mampu memahami sesuatu adalah kebanyakan makan.

Dalam surat Muhammad [47]: 12, Allah swt berfirman

…. وَالَّذِينَ كَفَرُوا يَتَمَتَّعُونَ وَيَأْكُلُونَ كَمَا تَأْكُلُ الْأَنْعَامُ وَالنَّارُ مَثْوًى لَهُمْ

Artinya: “…Dan orang-orang kafir mereka selalu bersenang-senang dan mereka makan seperti makannya binatang ternak dan neraka adalah tempat tinggal mereka.”

Mereka makan seperti makannya binatang ternak. Bagaimana makannya binatang ternak, sehingga Allah menyamakan makannya orang kafir dengan makan mereka? Bila diperhatikan ada hal yang buruk dari cara makannya binatang ternak, yaitu makannya selalu berlebihan. Misalnya, sapi atau kerbau bila makan pasti perutnya diisi penuh sampai “buncit”. Bahkan sampai tidak ada lagi ruang untuk yang lain; air dan udara.

Tidak ada bejana yang dipenuhi oleh Bani Adam lebih jelak dari perut.(Bihar Al-Anwar, Jil. 2, hal. 142)

Tidak ada yang lebih jelek dari memenuhi perut dengan makanan. Seseorang yang memenuhi tasnya sengan sesuatu yang berlebihan akan menyebabkan tasnya rusak. Adapun jika seseorang memenuhi perutnya, maka pemahamannya akan menjadi lambat. Perut seseorang yang dipenuhi makanan tidak akan mampu memahami apapun.  Mengisi perut dengan berlebihan dapat menimbulkan berbagai jenis penyakit baik jasmani maupun rohani. Secara jasmanai makan yang berlebihan bisa menyebabkan kolesterol, penyakit gula, jantung, dan berbagai jenis penyakit lainnya. Karena, Secara medis orang yang banyak makan sangat potensial menjadi gemuk, dan orang yang gemuk rentan dengan berbagai macam penyakit.

Banyak orang yang berumur panjang dikarenakan disiplin dalam menjaga makanan mereka. Memakan makanan sampai melebihi kebutuhan perutnya akan menjadi beban tambahan yang meletihkan jantung dan ginjal dalam proses pencernaan. Organ usus akan dipaksa untuk menambah kerjanya dalam proses pembakaran dan asimilasi. Pada umumnya, orang yang banyak makan tidak akan berumur panjang. (Tafsir Mizan, jil. 2, diambil dari al-Kharaij wa al-Jaraih).(SZ)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *