Mozaik

Pusat Kebudayaan Islam dan Objek Wisata di Kazakhstan

ICC Jakarta – Pemerintah setempat merancang masjid ini tidak sekadar untuk ibadah shalat para jamaah, melainkan juga pusat kebudayaan Islam. Seperti diketahui, sekitar 70 persen dari total populasi Kazakhstan merupakan Muslim. Untuk itu, Masjid Raya Mashkhur Jusup juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas publik.

Mulai dari madrasah, perpustakaan, museum, bioskop kecil untuk film-film edukasi, hingga ruang-ruang perkantoran di sekitarnya. Pemerintah kota setempat menjadikan museum Masjid Raya Mashkhur Jusup sebagai wahana pendidikan yang mumpuni. Di dalamnya, para pengunjung, utamanya anak-anak, dapat mempelajari sejarah negeri tersebut dengan metode yang menarik.

Di hari-hari biasa, pengunjung bukan hanya orang Islam yang hendak beribadah, melainkan juga para turis, baik Muslim maupun non- Muslim. Kompleks Masjid Raya Mashkhur Jusup memang termasuk dalam radar promosi pariwisata resmi Pemerintah Kazakhstan. Keunikan arsitektur masjid ini menarik perhatian para wisatawan. Mereka biasanya menyempatkan diri untuk mengambil gambar dengan sudut yang menyeluruh sehingga menimbulkan kesan penampakan Darth Vader.

Kazakhstan merupakan negara terbesar di kawasan Asia Tengah. Pa da 1991, negara ini melepaskan diri dari Uni Soviet, bersamaan dengan surutnya rezim komunisme ter besar di dunia itu. Letak negara ini amat strategis. Jalur Sutra, salah satu rute perdagangan dunia ter tua, sebagian besar melalui Kazakhstan. Meskipun mayoritasnya Muslim, Kazakhstan mengambil bentuk negara sekuler dalam konstitusinya.

Namun, hal itu tidak berarti penduduk negara ini umumnya kurang religius. Ada sekitar 2.500 masjid di seluruh Kazakhstan. Kaum ulama juga mendapatkan kedudukan sosial terhormat di tengah masyarakat setempat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *