Konsultasi Syariah

Bagaimana Cara Menghindari Kebiasaan Onani

Pertanyaan: Bagaimana cara menanggulangi supaya tidak lagi terjerembab ke perbuatan onani atau masturbasi?

Jawaban: Masturbasi atau Onani dalam bahasa Arab diistilahkan dengan istimna’. Secara defenisi, istimna’ berarti sebuah usaha untuk pemenuhan dan pemuasan seksual dengan merangsang alat-alat kelamin sendiri dengan tangan atau alat lainnya sehingga keluar mani (sperma) darinya. Perbuatan ini bisa dilakukan dengan cara menyentuh badannya sendiri, memandang gambar-gambar yang mendatangkan syahwat (foto, film dan sebagainya) atau membaca buku-buku yang membangkitkan syahwat (kisah, roman dan sebagianya), atau mendengarkan hal-hal yang mengundang syahwat (kaset, telepon dan sebagainya) atau berpikir dan berkhayal tentang hal-hal sensual yang dilakukan dengan maksud ingin mengeluarkan mani yang kesemua ini merupakan perbuatan haram dan tergolong sebagai dosa besar.

Hukum Islam sebagai suatu sistem hukum yang menjunjung tinggi nilai moral memandang pekerjaan masturbasi atau onani sebagai sesuatu yang bertentangan dengan nilai-nilai moral.

Dalam kitab fikih diterangkan tentang dosa perbuatan tercela ini. Meskipun  perbuatan dosa ini dengan ragam modelnya, memiliki tingkatan dan hukuman yang berbeda-beda (Pada sebagian bentuk memiliki hukuman (had) syar’i dan sebagian bentuk lainnnya dihukum cambuk) akan tetapi dosa-dosa yang lebih buruk itu tidak bisa dijadikan pembenar bagi seseorang untuk melakukan dosa yang lebih ringan.

Jalan terbaik untuk dapat keluar dari praktik onani (istimna) adalah menikah. Dan hal itu dapat dilakukan dengan ketentuan-ketentuannya sendiri sebagaimana yang dijelaskan di dalam risalah-risalah dan kitab-kitab fikih.

Apabila dengan menikah juga tidak mampu mengeluarkan pelakunya dari perbuatan haram ini, maka dengan bertawakkal kepada Allah Swt Anda dapat melakukan beberapa hal berikut ini:

  1. Untuk meninggalkan perbuatan ini Anda harus serius mengambil keputusan.
  2. Menghindar diri dari menyaksikan pelbagai jenis foto dan film sensual yang bisa membangkitkan syahwat.
  3. Berhati-hati dalam memilih teman. Anda harus memilih teman yang tidak mengajak Anda kepada perbuatan-perbuatan seperti ini. Demikian juga menjauh dari bergaul dengan teman-teman lawan jenis.
  4. Menghindar dari berkhayal dan berusahalah untuk senantiasa aktif dengan melakukan pekerjaan-pekerjaan yang berguna (membaca, menelaah buku-buku non-sensual, berolahraga dan sebagainya). Dan ingatlah bahwa menganggur itu, apabila tidak dihindari, merupakan masalah yang dapat mengkondisikan Anda untuk melakukan berbagai perbuatan buruk.
  5. Berusahalah sedapat mungkin untuk tidak menyendiri di suatu tempat.
  6. Berpuasa untuk mengendalikan hawa nafsu dan menguatkan kehendak sangat bermanfaat untuk Anda. Apabila Anda tidak dapat berpuasa, berusahalah untuk tidak makan banyak atau usahakan kantung perut Anda tidak penuh tatkala Anda tidur.
  7. Hindarilah memakan makanan-makanan yang menstimulasi syahwat seperti pisang, coklat, kurma, cabe, telur, daging merah, makanan yang berlemak dan sebagainya.
  8. Membaca buku setiap malam sebelum tidur dan tidak tidur secara telungkup.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *