Mahdawiyah

Mengenal Karakteristik Pengikut Imam Mahdi As

ICC Jakarta – Di dalam al-Quran terdapat sebuah ayat yang menjelaskan pengikut ideal Imam Mahdi as, dan jika ayat tersebut diteliti  secara seksama maka dunia secara pasti sudah siap menyambut datangnya penyelamat akhir zaman. Ayat tersebut terdapat dalam surat Maidah ayat ke-59. Allah SWT berfirman kepada kaum mukmin secara langsung: ”Wahai orang-orang yang beriman barangsiapa diantara kalian murtad dan keluar dari Islam, maka Allah akan membangkitkan sekelompok kaum yang memiliki criteria berikut ini:

  1. Tuhan mencintai mereka sebagaimana mereka juga mencintai Tuhan.
  1. Mereka rendah hati dan kasih kepada sesama hamba beriman.
  2. Mereka keras dan tak kenal basa-basi kepada para musuh.
  3. Senatiasa berjihad dan berjuang di jalan Allah SWT.
  4. Saat melakukan tugas dan kewajiban tidak pernah merasa takut”.

Di dalam riwayat terdapat banyak hadis yang menjelaskan personifikasi dari ayat tadi. Ayat ini menjelaskan ciri pengikut imam Mahdi as  dengan cerita seperti: mereka sangat kuat menghadapi para murtad dan kaum penyimpang. Mereka berupaya semaksimal mungkin sampai tetesan darah yang terakhir untuk mewujudkan pemeritahan berkeadilan imam Mahdi as.

Dalam sebuah riwayat imam Shadiq as bersabda: Sahibuz zaman dengan adanya para pengikut seperti ini –sadar dan gagah berani- terjaga dari konspirasi musuh.

Ciri pertama: kecintaan mereka, tidak ada sesuatu apapun yang mereka pikirkan selain Tuhan, yang oleh karena tuhan cinta kepada mereka. Dan pasti jiwa dan semagat ini  muncul dengan dilandasi oleh keimanan dan jiwa pasrah yang merupakan faktor terbesar dalam bergerak dan beramal.

Ciri kedua: ikatan moral dan kesatuan barisan diantara kawan yang sangat berpengaruh positif bagi pergerakan.

Ciri ketiga: tidak adanya kompromi bagi lawan mukmin, tidak barat dan tidak pula timur, yang akhirnya berakhir dengan kekalahan musuh.

Ciri keempat: perlawanan dan perjuangan yang tak henti-hentinya.

Dan yang terakhir dan sangat penting, adalah kepastian dan keteguhan para pengikut imam, mereka tidak pernah memiliki rasa basa-basi, menjaga pekerjaan, mudah terhasut, ikut-ikutan, dan tidak gentar terhadap ejekan musuh dan orang-orang yang tidak sejalan dengannya. Langkah mereka berada di atas jalan yang lurus dan bisikan kanan dan kiri tak lagi dapat berdampak bagi mereka. [SZ]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *