Islam Indonesia

Rektor UIN Yogya: Pelajaran Agama Lahirkan Muslim Pancasilais

ICC Jakarta – Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta masa bakti 2016-2020, Yudian Wahyudi, mengatakan, jika mata pelajaran agama dijadikan materi Ujian Nasional, cita-cita melahirkan muslim Pancasilais menjadi niscaya.

Yudian melempar ide tersebut saat menjadi narasumber pada lokakarya Finalisasi Draf Peraturan Menteri Agama (PMA) tentang Penilaian Buku Pendidikan Agama dan Keagamaan (Tadqiq al-Kutub) pada jenjang pendidikan dasar, menengah dan tinggi yang diinisiasi Puslitbang Lektur, Khazanah Keagamaan, dan Manajemen Organisasi (LKKMO) Balitbang Diklat Kemenag, Ahad (27/8) malam.
Kegiatan ini dijadwalkan selama tiga hari, Minggu-Selasa, 27-29 Agustus 2017 di Hotel Harper Jl. Pangeran Mangkubumi, Yogyakarta. Acara dibuka resmi Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama Abdurrahman Mas’ud, Minggu (27/8) malam.
Menurut Kiai Yudian, setidaknya ada empat ranah yang harus disepakati seluruh pendidik. Pertama, pelajaran akidah dan ibadah diajarkan oleh guru seagama untuk murid seagama. “Itu berlaku bagi enam agama resmi di Indonesia,” tandas Doktor (PhD) lulusan McGill University Kanada ini.
Kedua, lanjut dia, pelajaran fiqih muamalah juga diajarkan oleh guru seagama untuk murid seagama. Ketiga, pelajaran agama pada poin pertama dan kedua digunakan untuk membaca aneka kebutuhan nasional.
“Misal, bagaimana Pancasila versi Islam. Bagaimana pula versi Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghucu. Contoh lain bagaimana agama-agama ini melihat persoalan mulai narkoba, radikalisme, korupsi, disintegrasi, hingga human trafficking dan HAM,” urai Pengasuh Pesantren Nawesea Yogyakarta ini.
Untuk poin keempat, dosen pertama dari Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN) yang berhasil menembus Harvard Law School di Amerika Serikat ini mencoba menawarkan kebutuhan-kebutuhan nasional yang telah diurai berdasar kaca mata agama tersebut dibaca pakai Pancasila.
“Logika ini mungkin hanya untuk anak SMA atau kampus. Tentu, membacanya dengan segala peraturan turunan mulai UU, Perpres dan lain sebagainya. Jika ini mampu dilakukan, saya kira tentu dahsyat output-nya,” tegas Kiai Yudian.
Lokakarya yang diikuti 50 orang tersebut menghadirkan sejumlah pejabat dan akademisi di lingkungan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, antara lain Rektor Prof KH Yudian Wahyudi PhD, Wakil Rektor I, Wakil Rektor III, Guru Besar Bidang Politik Islam Kontemporer Prof Noorhaidi Hasan PhD, serta para peneliti. (Musthofa Asrori/Abdullah Alawi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *