Fikih

Amalan Hari Raya Idul Ghadir

ICC Jakarta – Dalam sabda Imam Imam Shadiq As dijelaskan bahwa  Idul Ghadir adalah hari raya terbesar kaum Muslimin dan alangkah baiknya jika pada hari itu manusia senantiasa memanjatkan rasa syukur kepada-Nya dan orang-orang melakukan puasa atas rasa syukur itu di mana puasa pada hari itu senilai dengan 60 tahun ibadah.

Selain anjuran untuk berpuasa terdapat pula anjuran-anjuran lain seperti  ajakan untuk bersilaturahim antar sesama.

Selain itu, amalan-amalan yang juga dianjurkan untuk dikerjakan pada hari Idul Ghadir adalah mandi, membaca ziarah Aminullah, membaca Doa Nudbah, termasuk juga mengenakan pakaian baru, memakai perhiasan dan mengenakan parfum.

Memberi makan kepada sesama kaum mukminin juga dianjurkan pada hari yang berbahagia ini.

Pada hari yang berbahagia ini terdapat pula anjuran untuk membaca tahniyah ketika bertemu dengan kaum mukminin lainnya dengan mengucapkan:

«اَلحمدُ لِلهِ الّذی جَعَلَنا مِنَ المُتَمَسّکینَ بِولایةِ اَمیرِالمؤمنینَ و الائمةِ المَعصومینَ علیهم السلام»
(Dinarasikan dari  kitab Mafatih al-Jinan karya Abbas al-Qumi, pembahasan tentang Amalan tanggal 18 Dzulhijah). [SZ]

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *