Mahdawiyah

Beberapa Tugas Duta-Duta Khusus Imam Zaman Afs Bagian 2

ICC Jakarta –  Diantara beberapa hal yang harus dilakukan oleh para duta khusus Imam Mahdi As adalah

1. Menyiapkan mental kaum syiah untuk menghadapi periode kegaiban kubra

Salah satu tugas mendasar yang diemban oleh keempat duta khusus Imam As (terkhusus duta khusus Imam As yang terakhir) adalah mempersiapkan mental masyarakat, khususnya kaum syiah supaya siap menghadapi masa keghaiban mayor (ghaibah kubra).

Apabila Imam Mahdi As secara tiba-tiba mengalami ghaib kubra, maka sangat mungkin orang-orang akan menjadi berpaling dan akan berhujung kepada pengingkaran mereka atas keberadaan Imam Mahdi As. Para duta khusus Imam As pada masa keghaiban sughranya, telah berhasil meyakinkan masyarakat bahwa Imam Mahdi As sedang berada dalam periode keghaiban sughra. Oleh karena itu, mereka (para duta khusus Imam As tersebut) juga harus menjelaskan bahwa Imam juga akan memasuki periode keghaiban kubra.

2. Memberikan komando kepada para pecinta dan pengikut Imam Zaman As dan menjaga kemaslahatan mereka

Beragam masalah dan kekurangan itu pada dasarnya timbul dan muncul ditengah-tengah masyarakat kaum syiah disebabkan karena ketidakhadiran Imam As ditengah-tengah mereka. Oleh karena itu, dengan diangkatnya beberapa duta khusus Imam As, maka kekurangan dan masalah-masalah yang ada ditengah-tengah mereka akan tertupi. Karena tugas para duta khusus Imam As adalah untuk menggantikan Imam As yang tidak dapat hadir di tengah-tengah masyarakat.

Melalui para duta khususnya tersebut, Imam Zaman As telah menjaga kemaslahatan manusia, khususnya kaum syiah ketika berada pada kondisi-kondisi tertentu. Imam Zaman As akan memerintahkan mereka (para duta khususnya) untuk berbuat sesuatu yang dapat menjaga kemaslahatan kaum syiah atau melarang mereka untuk menghindari pekerjaan yang dapat menghancurkan kemaslahatan kaum syiah[1] (Dars Nameh Mahdawiyat II, Khuda Murad Salimiyan)

Catatan Kaki

[1]. Sayid Muhammad Shadr, Târîkh al-Ghaibah al-Shughra, Sayid Hasan Iftikhari Zadeh, Teheran, Nik Ma’aref, 1371 HS, hal. 426.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *