Mozaik

Geliat Pembangunan Masjid dan Pendidikan Islam di Serbia

ICC Jakarta – Berdasarkan penelitian Divna Luric dan Zamolo, sebelum perang besar Wina 1683 hingga 1699, kota Beograd di Serbia memiliki 73 masjid. Data lain menyebutkan jumlah masjid lebih banyak dari penelitian mereka.

Namun, setelah Turki menarik kekuasaannya, seluruh masjid tersebut hancur. Masjid Bajrakli yang satu-satunya bertahan pun hangus terbakar karena balas dendam. Saat ini, ada sekitar 190 masjid di Serbia. Semuanya tersebar di berbagai wilayah.

Tempat sujud kepada Allah itu menjadi pusat kegiatan keumatan, seperti dakwah dan juga pemberdayaan umat. Umat Islam kerap berkumpul di sana untuk mendiskusikan masalah mereka.

Sejumlah masjid kini sedang dibangun. Di beberapa kota termasuk Novi Sad, umat Islam sering berkumpul di tempat tanpa tanda pengenal karena khawatir diserang oknum tertentu. (ed: erdy nasrul)

Di sekolah umum, pendidikan Islam merupakan pelajaran pilihan. Tetapi jika siswa telah memilih pelajaran tersebut, maka mereka tidak boleh membatalkannya. Pengajar materi keislaman telah dilatih dan berlisensi. Mereka dibayar oleh negara. Pelajaran agama Islam akan dibuka jika ada lebih dari tujuh siswa yang memilih.

Pemberian ajaran agama di sekolah merupakan perintah undang-undang untuk menjamin hak pendidikan agama di sekolah umum dan sekolah dasar serta menengah. Selain di sekolah pen- didikan agama Islam juga diajarkan kepada anak-anak di dalam masjid dan di setiap komunitas Islam. Saat ini ICIS mengelola dua taman kanak-kanak.

Selain pendidikan untuk anak, ICIS juga mendirikan madrasah Gazi Isa Bey dan Fakultas Studi Islam. Madrasah ini merupakan sekolah tinggi Islam diperuntukkan khusus untuk laki-laki yang didirikan pada 1990. Sedangkan untuk perempuan baru didirikan enam tahun kemudian. Sekolah wanita lain didirikan di Rojaza, Montenegro. Sekolah ini merupakan Akademi pedagogi Islam yang ditempuh selama dua tahun.

Selain itu Serbia juga memiliki tem-pat pelatihan untuk guru pendidikan agama Islam di sekolah dan imam masjid selama empat tahun. Program ini merupakan tingkat sarjana dan pas- casarjana. Bahasa pengantarnya adalah Bosnia. Banyak staf pengajar meru- pakan dosen-dosen dari Sarajevo.

Selain kedua institusi ini, ICIS juga aktif terlibat dalam pendidikan di Uni- versitas Internasional Novi Pazar yang terdaftar secara formal sebagai wakaf.

Ini adalah universitas umum dengan beberapa fakultas dan cabang di sejumlah kota di seluruh Serbia. Siswa Muslim maupun non-Muslim dapat menempuh pendidikan di sini. (Republika)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *