Mahdawiyah

Pembuktian Kemunculan Imam Mahdi Afs Melalui Ayat-ayat Al-Qur’an

ICC Jakarta – Kemunculan seorang juru selamat dan seseorang yang akan menebarkan keadilan dan kesejahteraan di muka bumi merupakan sebuah persoalan yang disepakati oleh seluruh agama dan mazhab yang ada di dunia, hanya saja terdapat perbedaan dalam penentuan obyek (mishdâq) dan sebagian dari karakteristik-karakteristiknya.

Syiah meyakini bahwa sang penyelamat dunia tersebut adalah Hadhrat Mahdi Ajf.[1]
Dikarenakan al-Quran berdasar pada tema yang kuat secara fitrah dan akal, maka al-Quran merupakan bukti dan sanad terbaik untuk setiap topik ilmu maupun agama.
Yang harus diketahui sebelumnya adalah bahwa al-Quran berbicara secara universal terhadap suatu masalah dan untuk menjelaskan dan menafsirkannya harus merujuk pada berita dan para pakar ilmu-ilmu al-Quran, yaitu para Imam Maksum As.
Dengan kata lain, kewajiban dan tanggung jawab untuk menjelaskan maksud ayat-ayat al-Quran diserahkan dan berada dalam tanggung jawab kepada para hujjah Ilahi.[2]
Dalam menjawab pertanyaan di atas, kami hanya akan menjelaskan rangkaian dari ayat-ayat yang berkaitan dengan pembahasan ini, dan setelah itu kita akan menganalisa riwayat-riwayat dari para Imam Maksum As untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam terhadap ayat.
Bagaimanapun, untuk membuktikan keberadaan dan kemunculan Imam Mahdi Ajf bisa dengan menggunakan dua kelompok ayat-ayat al-Quran:
  1. Ayat yang menjelaskan tentang pentingnya keberadaan hujjah Ilahi di tengah-tengah manusia.
Dari pandangan al-Quran, dalam sepanjang sejarah kehidupan manusia, bumi tak pernah kosong dari hujjah Ilahi, dan Allah telah memilih sosok yang tepat untuk setiap umat supaya membimbing manusia untuk sampai pada kesempurnaan yang layak, “Sesungguhnya kamu hanyalah seorang pemberi peringatan; dan bagi tiap-tiap kaum ada orang yang memberi petunjuk.”[3] Dengan demikian senantiasa terdapat dan hadir seorang pemberi peringatan dan pemberi petunjuk dalam masyarakat manusia, dimana ia dipilih oleh Allah Swt. Imam Shadiq dalam tafsir ayat di atas bersabda, Pada setiap masa terdapat seorang imam dari keluarga kami untuk memberikan petunjuk terhadap apa yang telah dibawa oleh Rasulullah Saw (agama Islam).[4]
Dari himpunan ayat dan riwayat ini dengan baik bisa dipahami tentang signifikansi keberadaan hujjah Ilahi sebagai seorang pemberi petunjuk pada setiap masa.
Alasan lain atas urgensitas keberadaan Imam Maksum As dalam masyarakat manusia adalah bahwa al-Quran membutuhkan penjelas dan penafsir, dan tak ada yang mengetahuinya kecuali para Imam Maksum, dimana mereka mengetahui seluruh makna dan karakteristik-karakteristik ayat-ayat al-Quran yang muhkamah dan mutasyabih. Dengan demikian, berdasarkan hukum aksiomatis akal, setelah Rasulullah harus ada Imam Maksum As.[5]
Imam Ridha As dalam menjelaskan tentang pentingnya keberadaan Imam Maksum bersabda, Jika bumi kosong dari hujjah dalam sekejap saja, maka para penghuninya akan terkubur ke dalamnya.[6]
Para Imam Maksum As menjadi intisari ketenangan dan keamanan eksistensi keberadaan dan menjadi perantara kemurahan Ilahi, Allah Swt memberikan kenikmatan dan berkah Allah Swt kepada manusia melalui mereka dan dengan kehadiran mereka, dimana jika sejenak saja tak ada berkah dari mereka, maka bumi akan menguburkan para penghuninya.[7]
Akan tetapi mengenai siapakah obyek dan manifestasi dari Imam Maksum ini dan apa identitasnya, terdapat banyak riwayat yang menjelaskan bahwa sosok ini tak lain adalah putra Imam Hasan Askari As dan seterusnya.[8]
  1. Ayat-ayat yang mengabarkan tentang pemerintahan para saleh, mustadhafin dan mukminin di muka bumi.
Masalah kemunculan Hadhrat Mahdi Ajf bisa dibuktikan berdasarkan puluhan ayat al-Quran, fokus umum dari ayat-ayat ini terletak pada berita kepada orang-orang saleh dan mustadhafin bahwa mereka akan mendapatkan kembali haknya dan sampai pada puncak kekuasaan, menciptakan sebuah pemerintahan dunia yang tunggal bersandar pada kebenaran, hak dan keadilan, dan kemenangan Islam atas seluruh maktab dan agama. Al-Quran pada satu sisi menjelaskan berita ini pada sebagian kitab-kitab langit yang lain, “Dan sungguh Kami telah tulis di dalam Zabur sesudah (Kami tulis dalam) azd-Dzikr (Taurat) bahwasanya hamba-hamba-Ku yang saleh mewarisi bumi ini.”[9]
Dari sisi lain, berita ini bersandar pada kehenda-Nya, “Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di muka bumi itu, hendak menjadikan mereka pemimpin, dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi (bumi)”[10]
Ayat ini memberitakan tentang kemunculan dimana dalam tafsirnya terdapat banyak riwayat yang akan membuktikan klaim kita.
Pada ayat lain, Allah Swt mengungkapkan bahwa pemerintahan dan keberlanjutan mukminin dan para shaleh sebagai janji Ilahi kepada hamba-hamba-Nya yang beriman, dan menghadiahkan keamanan dan ketenangan, berfirman, “Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa.”[11] Riwayat-riwayat para Maksum As mengidentikkan ayat ini pada Hadhrat Mahi Ajf dan para sahabat beliau.[12]
Penantian kemunculan pun yang merupakan pembahasan panjang, dan mengindikasikan pada keberadaan dan kemunculan Hadhrat Wali Ashr Ajf, juga disinggung dalam al-Quran dan riwayat para Imam, “sesungguhnya aku pun menunggu bersama kamu.”[13]
Dalam sebuah hadis, Imam Ridha As dalam menafsirkan ayat di atas menganggap bahwa menanti kemunculan akan memberikan ketenangan dan keluasan.[14]

Kesimpulan:
Apa yang bisa disimpulkan dari majemuk ayat dan riwayat di atas adalah bahwa, berdasarkan hikmah dan kasih sayang Allah, dalam sepanjang sejarah manusia senantiasa terdapat para pemimpin langit bagi para manusia, yang bertugas untuk memberi peringatan dan memberi petunjuk, dan Allah Swt membuat berkah keberadaan mereka ini menjadi hal yang senantias dan terus menerus di muka bumi. Hadhrat Mahdi Ajf, saat ini memegang kedudukan sebagai pemimpin dan rahbar dunia, dan beliau akan muncul suatu hari kelak.[15]


[1]. Untuk telaah lebih jauh, silahkan lihat: Imam Zaman Ajf dan Agama-agama, Pertanyaan 1428 (Site: 1631).
[2]Hadîts TsaqalainMustadrak al-Hâkim,  jil. 3, hal. 148, Thaba’ Dâr al-Ma’rifah, Beirut.
[3]. (Qs. Al-Raad [13]: 7)
[4]Bihâr al-Anwâr, jil. 23, hal. 5.
[5]. Banu Isfahani, Sayyidah Nushrat Amin, Makhzan al-Irfân dar Tafsîre Qurân, jil. 3, hal. 39, penjelasan ayat 44 surah An-Nahl.
[6]Bihâr al-Anwâr, jil. 23, hal. 29, pada kitab ini juga terdapat hadis-hadis lain dengan kandungan serupa.
[7]. Pada Bihâr al-Anwâr, jil. 23, jil. 56, kita akan bertemu dengan kategori pentingnya keberadaan pemimpin langit yang menerus.
[8]. Lihatlah: Muntakhab al-Atsâr, Najm Ats-Tsiqah, Bihâr al-Anwâr, jil. 23, dan ….
[9]. Qs. Al-Anbiya [21]: 105.
[10]. Qs. Al-Qashash [28]: 5.
[11]. Qs. An-Nur [24]: 55.
[12]. Rujuklah: Umide Sabz, hal. 34, Farzi, Muhammad Ali.
[13]. Qs. Hud [11]: 93.
[14]Al-Mîzân, hal. 393-394.
[15]. Untuk informasi lebih lanjut, rujuklah: Mau’udsyenosi wa Pâsukh beh Syubahât, Ridwani, Ali Ashghar, hal. 287-298

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *