Akhlak

Akhlak Nabi: Pembenci pun Menjadi Pecinta

ICC Jakarta – Ketika Rasulullah SAW sedang thawaf mengelilingi ka’bah, seorang laki-laki yang memiliki rasa benci yang luar biasa terhadap beliau SAW mengikuti dari belakang sambil menyembunyikan pisau beracun di dalam bajunya hendak membunuh Nabi SAW. Laki-laki tersebut bernama Fudhalah.

Mengetahui niat buruk orang tersebut, Rasulullah SAW yang ketika itu sedang thawaf menoleh kepadanya dan dengan tersenyum bertanya, “Wahai Fudhalah, apa gerangan yang sedang terlintas di hatimu?”.

 Mendengar pertanyaan Rasulullah SAW, Fudhalah menjawab, “Wahai Rasullah, aku thawaf dan mengingat Allah SWT.” Rasulullah SAW pun melanjutkan thawafnya dan Fudhalah kembali mengikuti Beliau SAW dari belakang.

     Tak lama kemudian, Rasulullah SAW kembali menoleh kepada Fudhalah dan bertanya lagi, “Wahai Fudhalah, apa gerangan yang sedang terlintas dalam hatimu?”.
Mendengar pertanyaan tersbut Fudhalah bersikeras menjawab dengan jawaban yang sama,”Wahai Rasulullah, aku thawaf dan mengingat Allah SWT.” Kemudian Rasulullah SAW kembali melanjutkan thawafnya dan Fudhalah tetap mengikuti Beliau SAW dari belakang.
     Selang beberapa lama, untu yang ketiga kalinya Rasulullah SAW menoleh kepada Fudhalah dan bertanya kembali, “Wahai Fudhalah, apa gerangan yang sedang terlintas di hatimu?”
      Fudhalah pun bersikeras, “Wahai Rasulullah, aku thawaf mengingat Allah.”
     Mendengar jawaban tersebut, Rasulullah SAW pun berjalan mendekati Fudhalah dan meletakkan tangan Beliau SAW yang mulia di dadanya.
     Mengenai kejadian ini, Fudhalah bersaksi, “Sungguh ketika Rasulullah SAW meletakkan tangannya di dadaku, tidak ada wajah yang lebih kubenci di muka bumi ini kecuali wajahnya. Dan tidak Rasulullah SAW mengangkat tangannya dari dadaku, kecuali tidak ada wajah yang lebih kucintai di muka bumi ini kecuali wajahnya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *