Fikih

Tata Cara Mengerjakan Salat Hajat

ICC Jakarta – Sesuai dengan penjelasan dalam kitab al-‘Urwat al-Wutsqâ (yang menukil dari kitab al-Kâfi) terkait dengan salat hajat sebagai berikut:

Pasal kedelapan: (Salat hajat) dan tata cara pelaksanannya:

Salah satunya (berulang kali telah dipraktikkan) adalah apa yang disabdakan oleh Imam Shadiq As: Tatkala Anda ditimpa sebuah masalah dan memiliki hajat maka ber-tawassul-lah kepada Rasulullah Saw dan dirikanlah dua rakaat salat dihadiahkan pahalanya kepada beliau.” Periwayat bertanya, “Apa yang harus saya lakukan?” Imam Shadiq As bersabda, “Mandilah dan dirikanlah dua rakaat salat (seperti salat Subuh) dan setelah mengucapkan salam, bacalah:

« اللّٰهُمَّ أَنْتَ السَّلٰامُ وَ مِنْكَ السَّلٰامُ وَ إِلَيْكَ يَرْجِعُ وَ يَعُودُ السَّلٰامُ اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ وَ بَلِّغْ رُوْحَ مُحَمَّدٍ مِنِّي السَّلٰامَ وَ بَلِّغْ أَرْوٰاحَ الأَئِمَةِ الصّٰالِحينَ سَلٰامِي وَ ارْدُدْ عَلَيَّ مِنْهُمْ السَّلٰامَ وَ السَّلٰامُ عَلَيْهِمْ وَ رَحْمَةُ اللّٰهِ وَ بَرَكٰاتُهُ اللّٰهُمَّ إِنَّ هٰاتَيْنِ الرَّكْعَتَيْنِ هَدِيَّةٌ مِنِّي إِلىٰ رَسُولِ اللّٰهِ فَأَثْبتْنِي ] فَأَثِبْنِي [ عَلَيْهِمٰا مٰا أَمَّلْتُ وَ رَجَوْتُ فِيكَ وَ فِي رَسُولِكَ يٰا وَلِيَّ الْمُؤْمِنينَ».

Setelah itu Anda sujud dan bacalah sebanyak empat puluh kali:

“يٰا حَىُّ يٰا قَيُّومُ يٰا حَيَّاً لٰا يَمُوتُ يٰا حَىُّ لٰا إِلٰهَ إِلّٰا أَنْتَ يٰا ذَا الْجَلٰالِ وَ الإِكْرٰامِ يٰا أَرْحَمَ الرّٰاحِمينَ”

Setelah itu letakkanlah sisi kanan wajah Anda ke tanah dan bacalah doa di atas sebanyak empat puluh kali. Kemudian letakanlah sisi kiri wajah Anda dan membaca doa yang sama sebanyak empat puluh kali. Kemudian setelah itu, angkatlah kepalada Anda dan tengadahkan tangan dan bacalah doa yang sama sebanyak empat puluh kali. Setelah itu letakanlah tangan Anda di leher dan ambillah jari telunjuk dan bacalah dzikir di atas sebanyak empat puluh kali. Dan kemudian eluslah janggut Anda dengan tangan kiri dan menangislah atau berusahalah untuk menangis lalu katakanlah:

“يٰا مُحَمَّدُ يٰا رَسُولَ اللّٰهِ أَشْكُو إِلَى‌اللّٰهِ وَ إِلَيْكَ حٰاجَتي وَ إِلىٰ أَهْلِ بَيْتِكَ الرّٰاشِدينَ حٰاجَتي وَ بكُمْ أَتَوَجَّهُ إِلَى اللّٰهِ فِي حٰاجَتي”

Setelah itu sujudlah dan sedemikian Anda membaca “Ya Allah…Ya Allah…Ya Allah” hingga tarikan nafas Anda berakhir dan bacalah, “Shalli ‘ala Muhammad wa Ali Muhammad” lalu sebutkanlah hajat Anda. Imam Shadiq As bersabda, “Saya menjamin bahwa Anda tidak bergerak meninggalkan tempat Anda sehingga hajat Anda terpenuhi.”[1]

Amalan-amalan dan salat-salat mustahab harus dilakukan sesuai dengan adab-adabnya yang disebutkan. Benar bahwa terkadang setiap orang tidak mampu mengerjakan sebagian syarat-syaratnya maka dalam hal ini ia harus tetap berharap mendapatkan pahala dan diterima di sisi Allah Swt. [iQuest]


[1]. Syaikh Abbas al-Qummi, al-Ghâyat al-Qushû fi Tarjamat al-‘Urwat al-Wutsqâ, jil. 2, hal. 118, Mansyurat Subh Piruzi, Qum, Cetakan Pertama, 1423 H. Muhammad bin Ya’qub Kulaini, al-Kâfi, jil. 3, hal. 476, Bab Salat al-Hawaij, Dar al-Kutub al-Islamiyah, Teheran, Cetakan Keempat, 1365 S.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *