Akhlak

Anjuran Hidup Berdampingan dengan Pemeluk Agama Lain

ICC Jakarta – Tidak seperti yang dituduhkan oleh musuh-musuh Islam, umat Islam dianjurkan untuk bergaul dengan baik dengan non-Muslim, tidak melanggar hak-hak dan menepati janji yang diberikan kepada mereka. Dalam salah satu buku karya Ayatullah Jawadi Amuli disebutkan sekumpulan hadis dari Ma’shumin as yang berisi anjuran-anjuran kepada kita dalam bergaul dengan non-Muslim.

Berikut ini beberapa dari hadis- hadis tersebut:

Tidak menuduh sembarangan Imam Ja’far Shadiq as berkata, “Tidak patut bagi seorang Muslim untuk menuduh seorang Yahudi, Masihi

atau Majusi dengan tuduhan yang ia tidak tahu (benar tidaknya).”

Terkait dengan hidup berdampingan dengan baik, Imam Ja’far Shadiq as berkata, “Jika engkau duduk dengan seorang Yahudi, maka duduklah berdampingan dengannya dengan sopan dan baik.” Menjenguk yang sakit Imam Ali as berkata, “Rasulullah menjenguk orang  Yahudi yang sakit.” Tidak menghalalkan milik orang lain Rasulullah saw bersabda, “Allah swt tidak menghalalkan kalian untuk memakan buah-buahan milik Ahlul Kitab tanpa izin mereka.”

Bagaimana Imam Ali memperlakukan seorang kafir dzimi?. Suatu saat Imam Ali as bepergian bersama dengan seorang kafir dzimmi (kafir yang hidup dalam pemerintahan Islam). Ketika mereka berpisah, Imam Ali as mengantarkannya hingga beberapa langkah ke depan untuk mengungkapkan selamat perpisahan. Kafir dzimmi tersebut heran dan bertanya mengapa beliau berbuat demikian. Imam Ali as menjawab bahwa itulah yang diajarkan Rasulullah saw. Akhirnya kafir itu masukIslam.

Dalam masalah kesehatan pun, seorang muslim diperbolehkan datang ke dokter Ahlul Kitab. Muhammad bin Muslim bertanya kepada Imam Baqir as tentang seseorang yang berobat kepada dokter Yahudi atau Nasrani. Imam menjawab, “Tidak masalah. Sesungguhnya kesembuhan ada di tangan Allah swt.” Selain itu masih banyak lagi hadis-hadis indah lainnya…[]

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *