Konsultasi Remaja

Cara Belajar Dengan Mengasyikkan

ICC Jakarta – Menelaah adalah belajar dengan perenungan disertai kecermatan pada sesuatu untuk memahami dan mengetahuinya. Karena itu, segala sesuatu yang tidak memiliki tipologi seperti ini tidak dapat disebut menelaah.[1] Jelas bahwa menelaah juga seperti setiap amalan lainnya memerlukan syarat-syarat tertentu sehingga tanpa terpenuhinya syarat-syarat tersebut setiap orang tidak dapat melakukukan telaah yang berguna dan ideal.
Pada artikel ini kami akan menyebutkan beberapa syarat penting guna mempersiapkan sebuah telaah yang berhasil dan sukses untuk dapat mencapai tujuan mulia ini.
Syarat Pertama: Seseorang yang belajar dan mengkaji sesuatu harus memiliki motivasi dan hasrat yang kuat untuk memperoleh sesuatu yang diinginkan, lantaran penggerak utama setiap perbuatan adalah rasa suka dan hasrat terhadap pekerjaan tersebut.
Syarat Kedua: Aktif, giat, memiliki mood dan sabar dalam belajar; karena tatkala seseorang jatuh dan loyo maka ia tidak memiliki kemampuan dan kesiapan untuk belajar.
Syarat Ketiga: Memilih waktu yang tepat dan sesuai; seperti waktu subuh dan pagi hari yang kondisinya sangat ideal untuk belajar dan menghafal banyak hal.[2]
Apabila kita belajar secara professional pada setiap saat dan setiap waktu kita dapat belajar tidak peduli kapan saja maka setiap saatnya itu akan sangat menyenangkan buat kita belajar; karena berdasarkan kajian ekstensif yang dilakukan untuk mencari waktu yang ideal dan telah dipolling, menjadi jelas tidak ada waktu yang lebih baik atas waktu yang lainnya dalam belajar. Namun masalah yang telah terbukti adalah belajar segera setelah bangun tidur malam terkadang tidak dapat berjalan sukses dan sesuai keinginan, namun setelah berlalunya 20-30 menit setelah bangun, saat-saat tersebut merupakan waktu yang pas dan tepat untuk belajar.
Namun karena kita bukan seorang yang belajar secara professional, setiap waktu dan setiap saat kita memiliki mood dan gairah untuk belajar maka kita harus belajar dan ketika kita tidak memiliki selera untuk belajar maka sebaiknya tunda dulu dan cari waktu yang sesuai dengan kondisi kita.
Syarat Keempat: Belajar yang dilakukan harus memiliki tujuan dan memilih buku serta tema pelajaran yang dapat dipahami dan familiar serta menggunakan metode sahih dan ilmiah khususnya metode membaca cepat bukan membaca kalimat demi kalimat dan berhenti pada setiap kalimat yang tidak dianjurkan secara ilmiah dan menyebabkan waktu banyak terbuang begitu saja. Di samping itu, seseorang yang belajar harus mengagendakan sehari dan semalam untuk belajar dan mulai belajar berdasarkan waktu yang telah ditentukan sedemikian sehingga program ini dapat dijalankan setiap harinya dalam seminggu, sebulan dan setahun. Jangan sampai tidak disiplin menjaga waktu-waktu yang telah diprogramkan.
Syarat Kelima: Seseorang yang belajar harus bersikap serius dan tekun dalam belajar. Tidak membiarkan beberapa faktor tertentu yang menghalanginya dalam belajar, bahkan dengan upaya dan usaha terus serius dan tekun hingga mencapai puncak ilmu pengetahuan.
Syarat Keenam: Seorang yang belajar dan memiliki agenda belajar, harus meluangkan waktunya untuk istirahat dan bermain. Setiap 30-40 menit belajar meluangkan waktunya selama 5-10 menit istirahat sehingga sembari ia menjaga kesehatan dan keselamatannya dengan kekuatan yang cukup untuk melanjutkan kembali pelajarannya.
Syarat Ketujuh: Tempat belajar harus tenang, tidak bising dan jauh dari segala bentuk perhiasaan yang mencolok dan segala sesuatu yang berpotensi menyita perhatian. Demikian juga tempat belajar harus memiliki cahaya yang memadai dan suhu udara yang sesuai.
Syarat Kedelapan: Media dan alat belajar: seperti meja dan kursi sederhana dan standar. Seseorang yang belajar juga harus mengetahui dengan baik bagaimana menggunakan alat dan media belajar itu. Demikian juga tidak mengabaikan tips-tips ilmiah dan anjuran-anjuran dokter dalam menggunakan media dan alat belajar yang ada. Misalnya duduk dengan baik dan benar di atas kursi, bagaimana berdiri dari kursi dan berjalan setelah sekian lama duduk di atas kursi, olahraga ringan, menjaga jarak antara mata dan lembaran buku (minimal 30 cm) sehingga tetap terjaga dari efek samping di masa-masa mendatang.
Syarat Kesembilan: Membuat resume, ringkasan dan mencatat setiap subyek pelajaran, pasal-pasal penting dan kunci, dengan menstabilo dan klasifikasi beberapa persoalan sehingga ia lebih dapat menguasai apa yang ditelaah dan dipelajarinya.
Syarat Kesepuluh: Tawakkal, tawassul dan menjaga kesucian batin dan kondisi spiritual khususnya senantiasa menjaga wudhu berperan sangat penting dalam belajar.
Syarat Kesebelas: Makan yang cukup dengan menyiapkan asupan makanan yang sesuai dengan kebutuhan badan khusunya otak, yang dapat menstimulasi untuk berpikir. Program makan harus diatur sedemikian rupa sehingga bahan-bahan yang dibutuhkan oleh otak tersedia. Mengkonsumsi susu, makanan yang mengandung protein, kacang-kacangan, sayur-sayuran, buah-buahan segar.[3]
Syarat Keduabelas: Menghiasi hati dengan dzikir dan mengingat Allah Swt. Membaca doa untuk diberikan pemahaman yang lebih banyak dan lebih baik dengan bahasa Arab atau bahasa sendiri.
Rasulullah Saw sendiri yang merupakan manusia yang paling berilmu tetap memohon seperti ini kepada Allah Swt, “(Rabbi) Zidnin ‘ilman” (Tuhanku tambahkanlah ilmu untukku).[4]
Kami sarankan kepada Anda untuk membaca doa-doa berikut ini:
«اللهم اخرجنی من ظلمات الوهم و اکرمنی بنور الفهم اللهم افتح علینا
ابواب رحمتک و انشر علینا خزائن علومک برحمتک یا ارحم الراحمین»
  1. “Tuhanku! Keluarkanlah aku dari kegelapan kepada cahaya pemahaman. Tuhanku! Bukakanlah bagiku segala pintu rahmat-Mu dan tebarkanlah segala khazanah ilmu-Mu! Dengan rahmat-Mu Wahai Yang Mahapengasih di antara segala pengasih.”[5]
«اللهم إني أعوذ بك أن أضل أو أضل أو أزل أو أزل أو أظلم أو أظلم أو أجهل أو يجهل علي اللهم انفعني بما علمتني و علمني ما ينفعني و زدني علما و الحمد لله على كل حال اللهم إني أعوذ بك من علم لا ينفع و من قلب لا يخشع
و من نفس لا تشبع و من دعاء لا يسمع»
  1. “Tuhanku! Aku berlindung kepada-Mu supaya tidak tersesat atau disesatkan, tidak tergelincir atau digelincirkan, tidak berlaku jahat atau melihat kejahatan, tidak terseret menjadi bodoh atau saya sendiri yang bodoh. Tuhanku! Jadikanlah ilmu yang Engkau ajarkan kepadaku itu berguna, dan ajarkan kepadaku ilmu yang berguna bagiku. Tambahkanlah ilmu kepadaku. Segala puji bagi Allah pada setiap keadaan. Tuhanku! Aku berlindung kepadamu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyu dan tidak tunduk kepada kebenaran, dari jiwa yang tidak terpuaskan dan doa yang tidak terijabah.”[6]
Dengan membaca doa-doa ini atau memohon untuk mudah dipahamkan, atau dengan doa apa pun yang dinyatakan dengan bahasa mana pun disertai dengan memenuhi syarat-syarat yang telah dijelaskan akan menyiapkan ruang dalam pikiran untuk belajar lebih giat dan menelaah lebih banyak. Namun harap diperhatikan bahwa hanya dengan membaca doa ini tanpa menyiapkan syarat-syarat untuk belajar tentu tidak akan berhasil guna.[7] [iQuest]

[1]. Abdurahim Mugahi, Rawesy Muthâ’la’ah wa Talkhish, hal. 23.
[2]. Syajari, F. Yâdgiri Khallâq, hal. 125, Anjuman Qalam Iran, Cetakan 1377 S.
[3]Ibid, hal. 119.
[4]. (Qs. Thaha [20]:114); Silahkan lihat, Tafsir Hidâyah, Terjemahan Tafsir Min Huda al-Qur’an, jil. 14, hal. 327.
[5]. Syaikh Abbas Qummi, Mafâtih al-Jinân, hal. 1201, Doa Mutha’la’ah.
[6].. Syahid Tsani, Muniyah al-Murid, hal. 211. Muniyah al-Murid, Terjemahan Persia oleh Sayid Muhammad Baqir Hujjati, Adab Ta’lim wa Ta’allum dar Islam, hal. 267.
[7]. Untuk telaah lebih jauh, silahkan lihat, Abzar wa Rawesy Tahqiq, Muhammad Dasyti, Mehr Qum, 1366 S; Rawesy Mutha’alah, Idarah Kull Amuzesy Dhemn Khidmat, Cetakan Kedua, 1360 S; Syajari, F. Yadgiri Khallaq, hal. 125, Anjuman Qalam Iran, Cetakan 1377 S; Abdurahim Mugahi, Rawesy Mutha’la’ah wa Talkhish, hal. 23.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *