Sejarah

Ifthar Penuh Berkah

ICC Jakarta – Pada Ramadhan tahun Ke-5 Hijriyah, ketika para tentara Islam membuat persiapan untuk menghadapi musuh saat perang Khandaq, terjadi peristiwa luar biasa, begini Jabir melukiskan peristiwa itu:

Aku melihat bahwa Rasulullah saw mengikat perutnya dengan batu karena menahan lapar.

Aku bertanya kepadanya: Apakah Anda berkenan menerima undangan kami untuk berbuka puasa?

Nabi bersabda: Anda memiliki makanan apa? Aku menjawab: Seekor kambing dan beberapa roti.

Nabi: Siapkan makanan itu.

Jabir pun pulang ke rumahnya dan dengan bantuan istrinya, Jabir membantu istrinya untuk membuat roti. Ia pun menyembelih kambing dan memasaknya.

Setelah makanan itu siap, Jabir pun memberi tahu Nabi Muhammad saw.

Wahai Rasululullah, makanan sudah siap dan siapa saja yang berkenan, silahkan datang ke rumah kami.

Nabi mengumumkan kepada semua kaum muslimin yang sedang berada di Khandaq untuk memenuhi undangan Jabir.

Jabir bin Abdullah kembali ke rumah dengan jumlah tamu melebihi menu yang disediakan. Dengan keadaan ini, ia kembali ke rumah dengan kekhawatiran. Ia pun memberi tahu istrinya tentang hal ini. Istrinya bertanya: Apakah anda sudah mengabarkan ketersediaan jamuan kita? Jabir menjawab: Iya

Istri Jabir berkata: Beliau lebih tahu mengenai hal ini, bagaimana menjamu mereka.

Sangat banyak tentara Islam yang datang ke rumah Jabir. Rasulullah saw memberi buka puasa hanya dengan makanan yang disediakan oleh Jabir yang hanya satu panci besar itu namun pada akhir acara buka makanan, makanan itu ada lebihnya. 1(Tafsir al-Qumi, jil. 2, 178-179; Bihar al-Anwar: jil. 18, hal. 24, Bab 7, hadis ke-2. [SZ]

Sumber: Kitab Hasanat wa Sayyiat karya Husain Anshariyan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *