Ahlulbait

Fatimah Ibu Segala Kebaikan

ICC Jakarta – Fathimah as dibesarkan di rumah manusia terbesar. Ayahnya adalah Muhammad utusan Allah dan pembawa risalah ilahi demi menyempurnakan manusia. Ibunya adalah Khadijah, perempuan agung dan muslimah pertama dalam sejarah. Sejak kecil, Fathimah mempelajari pengetahuan di sekolh wahyu. Ayahnya, guru terbaik manusia yang mengarahkan cahaya wahyu pada Fathimah dan memenuhi hati yang suci dengan hakikat ilahi.

Telinga Fathimah yang akrab turut mendengar rahasia dan belajar dari bibir penuh kasih sayang ayah akan interpretasi dunia. Ayahnya menggunakan metode pendidikan terbaik dalam pengasuhannya. Beliau bahkan mencium punggung tangan anaknya dan berkata, “Fathimah adalah bagian tubuhku.”

Manifestasi kesempurnaan dalam kepribadian manusia tidak eksklusif untuk pria atau wanita, tetapi pemberian yang diberikan kepada manusia oleh Tuhan, sehingga ia dapat memahami hakikat dirinya. Benar bila dikatakan Fathimah as salah satu contoh teladan yang sempurna, dimana mengikutinya bakal menjamin kemenangan, kebenaran dan mencapai kesempurnaan dan keutamaan. Kecintaan yang besar dari Nabi Muhammad Saw kepada putri mulianya Sayidah Fathimah as merupakan poin yang patut direnungkan dalam kehidupan beliau.

Sayidah Fatimah adalah pribadi dan panutan yang unggul, dikisahkan bahwa suatu hari, Nabi Saw sedang duduk di masjid. Seorang Arab Badui masuk dan berkata, “Wahai Rasulullah! Saya lapar. saya tidak punya pakaian yang sesuai. Saya tidak punya uang dan saya berhutang. Tolong saya!” Nabi Saw berkata kepada Bilal, “Bawa pria ini ke rumah Fathimah dan beri tahu putriku bahwa ayahmu telah mengirimnya.”

Bilal datang dan menceritakan kisah itu kepada Sayidah Fathimah as. Ia membuka kalungnya yang merupakan hadiah, dan memberikannya kepada Bilal lalu berkata, “Berikan kalung ini kepada ayah saya untuk menyelesaikan masalah.” Bilal kembali dan menyerahkan amanat tersebut Nabi. Rasulullah Saw berkata, “Siapa pun yang membeli kalung ini saya akan menjamin surga baginya.”

Ammar Yasir membelinya dan membawa orang miskin tersebut ke rumahnya. Ia memberikan pakaian dan makanan kepadanya dan menggandakan jumlah pinjaman. Lalu Ammar memanggil budaknya dan berkata, “Kau bawa kalung ini ke rumah Fathimah Zahra as dan katakan itu sebagai hadiah. Saya juga menghadiahkanmu kepada Fathimah.” Budak itu membawa dan memberikan kalung itu kepada Fathimah as dan berkata, “Ammar juga telah menghadiahkan aku kepadamu.” Mendengar itu, Sayidah Fathimah as membebaskan budak itu di jalan Allah.

Budak itu kemudian berkata, “Aku terkejut!” Kalung yang indah dan penuh berkah! Ia mengenyangkan orang yang lapar. Memakaikan baju bagi yang tidak punya. Membayar pinjaman orang yang berutang. Membebaskan budak dan pada akhirnya kembali kepada pemiliknya.”

Ketinggian dan kemuliaan Sayidah Fatimah bisa kita ketahui melalui pertanyaan kepada Imam Mahdi. Ketika seseorang bertanya kepada Imam Mahdi af, “Manakah dari putri-putri Nabi Saw yang lebih tinggi derajat dan lebih utama?” Beliau menjawab, “Sayidah Fathimah as.” Orang yang sama lagi bertanya, “Mengapa Fathimah as yang terbaik dari semuanya, sementara usianya lebih mudah dan lebih sedikit bersama Rasulullah Saw?” Imam Mahdi af menjawab, “Allah Swt menganugerahkan keutamaan dan keunggulan ini karena keagungan ketulusan dalam niatnya.”

Kepribadian sempurna Fathimah Zahra as, penghulu perempuan menjadi titik balik dalam kehidupan perempuan Muslim, dan hari kelahirannya adalah waktu terbaik untuk mengetahui dan menghormati status tinggi perempuan, terutama para ibu. Perempuan Muslim yang telah menunjukkan martabat kemanusiannya telah menjadi penghangat institusi keluarga dan masyarakat dapat memanfaatkan kehadiran berpengaruh mereka. []


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *