Ahlulbait

Wilayah Takwini Imam Mahdi Afs

ICC Jakarta – Siapakah Shâhib al-Zamân itu? Apabila yang dimaksud adalah Imam Mahdi bukankah hal ini meniscayakan syirik? Lantaran pemilik ruang dan waktu, bumi dan masa adalah Allah Swt.

Redaksi kata shâhib dalam bahasa Arab bermakna teman, kawan, sahabat, semasa, seseorang yang menyertai bukan bermakna pemilik yang biasanya terlintas dalam benak orang-orang yang berbahasa Indonesia atau yang digunakan dalam bahasa Indonesia. Karena itu, shâhib al-zamân artinya seseorang yang bersama masa (zaman)dan hidup pada pada masa dan zaman ini.

Tentu dari pengertian ini tidak terkandung makna syirik di dalamnya. Bukti dari pernyataan ini adalah al-Qur’an, “Kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak pula keliru” [1] Demikian juga “Dan temanmu (Muhammad) itu bukanlah sekali-kali orang yang gila” [2]

Terlepas dari itu, bahkan apabila redaksi kata shahib ini dimaknai sebagai pemilik juga tidak akan meniscayakan orang terjerembab dalam kubangan syirik; karena kepemilikan dan pengaturan Imam Zaman berada dalam jajaran vertikal kepelimikan Allah Swt bukan dalam level horizontal. Misalnya ayat yang menyatakan, “Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah rasul-(Nya) dan ulil amri (para washi Rasulullah) di antara kamu.” [3]

Patut untuk disebutkan bahwa keyakinan Syiah terhadap para Imam Maksum yang memiliki wilayah takwini sesuai dengan izin Allah Swt dan hal ini diserahkan sesuai dengan izin dan kehendak Allah Swt.


[1] . (Qs. Al-Najm [53]:2)

“ما ضَلَّ صاحِبُکُمْ وَ ما غَوی”

[2] . (Qs. Al-Takwir [81]:22)  

“وَ ما صاحِبُکُمْ بِمَجْنُونٍ “

[3] . (Qs. Al-Nisa [4]:59)

” … یا أَیُّهَا الَّذینَ آمَنُوا أَطیعُوا اللَّهَ وَ أَطیعُوا الرَّسُولَ وَ أُولِی الْأَمْرِ مِنْکُمْ….”


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *