Info ICC

Seminar Internasional Pendidikan: Islam, Demokrasi, dan Pendidikan Kewargaan

ICC Jakarta- Ikatan Pelajar Indonesia (IPI) Iran sukses menggelar Seminar Pendidikan Internasional 2019, Kamis (2/5). Seminar yang mengusung tema, “Melacak Relasi antara Pendidikan Islam, Demokratisasi dan Pendidikan Kewarganegaraan: Pengalaman Indonesia dan Iran” menurut Presiden IPI Iran 2019-2021 Ismail Amin dalam sambutannya adalah untuk mengimbangi berkembangnya paham yang mendikotomikan Islam dengan demokrasi termasuk dengan kewarganegaraan. “Bahwa diantara keduanya tidak bisa diselaraskan. Siapa yang memilih Islam otomoatis tidak bisa bersikap demokratis dan dengan sendirinya harus jadi penentang negara. Dan jika dididik menjadi warga negara yang baik, otomatis harus menjadi penentang dan anti Islam. Itu tidak benar.” Tegasnya.

Mahasiswa asal Makassar tersebut lebih lanjut mengatakan, “Iran contohnya, dengan pendidikan Islam yang dikembangkan di negara ini, rakyat Iran bisa tetap menjadi warga negara yang baik sembari tetap kuat keberislamannya. Di Indonesiapun sesungguhnya demikian. Sejarah menuliskan Indonesia didirikan oleh tokoh-tokoh yang juga ulama sekaligus pejuang demokrasi. Hal inilah yang harus diluruskan, yang karena itu diperlukan kegiatan-kegiatan seperti ini diselenggarakan.”

Seminar yang terselenggara dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional dan Hari Guru di Iran tersebut dihadiri pembicara oleh guru-guru besar UIN Alauddin Makassar. Diantaranya Ketua Prodi Hukum Islam Pascasarjana, Prof. Dr. H. Kasjim Salenda, MA yang tampil sebagai keynote speaker dan Sekretaris Kopertais Wilayah IX, Prof. Dr. Syarifuddin Ondeng, MA dan Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Dr. H. Basihannor, MA sebagai pembicara utama. Di antara guru-guru besar UIN Alauddin Makassar tersebut tampil pula Duta Besar Indonesia untuk Iran Octavino Alimuddin, Wakil Rektor Universitas Internasional al-Mustafa  Iran Dr. Majid Khaliqpur sebagai keynote speaker dan Deputi Hubungan Internasional Seminari Islam Iran Dr. Sayid Mufid Husaini Kuhsari sebagai pembicara utama. Sementara yang mewakili mahasiswa Indonesia di Iran tampil Muhammad Iqbal Lubis kandidat Ph.D dalam bidang Tafsir Alquran yang mengurai Islam dan demokrasi dalam perspektif Alquran. 

Hadir sekitar 80 peserta dari kalangan mahasiswa, dosen dan akademisi dalam seminar yang berlangsung kurang lebih lima jam yang dimoderatori Direktur Eksekutif Pusat Kajian Peradaban Baru Islam (PUSKABI) ICC Jakarta Akmal Kamil, MA tersebut. Seminar Pendidikan Internasional 2019 terselenggara atas kerjasama IPI Iran dengan KBRI Tehran dan Universitas Internasional al-Mustafa.  Perlu diketahui 2 Mei tahun ini Iran dan Indonesia memperingati hari besar nasional secara bersamaan,  Hari Guru di Iran untuk mengenang ketokohan Syahid Muthahari dan Hari Pendidikan Nasional di Indonesia memperingati kelahiran Ki Hajar Dewantara. Syahid Muthahari dan Ki Hajar Dewantara adalah perintis teori-teori pendidikan yang banyak mempengaruhi arah perjalanan masing-masing bangsanya. (ABNA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *