Info ICC

Khotbah Jumat 26 Juli 2019 Hal Paling Berharga dalam Hidup


ICC Jakarta – Bismillahirrahmanirrahim Setelah memanjatkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT dan menyampaikan shalawat serta salam kepada junjungan kita nabi besar Muhammad SAW dan keluarganya yang suci saya mewasiatkan pada diri saya dan hadirin sekalian dengan pesan taqwa.

Allah SWT memberikan karunia berbagai macam nikmat kepada kita yang jumlah daripada nikmat-nikmat itu baik nikmat yang dhohir ataupun nikmat yang batin tidak akan pernah bisa kita hitung.

Allah mengatakan dalam Alquran jika kalian ingin menghitung nikmat nikmat yang Allah berikan kepada kalian niscaya kalian tidak akan pernah mampu untuk menghitungnya, diantara semua nikmat-nikmat itu yang paling bernilai adalah nikmat waktu dan nikmat umur.

Waktu merupakan salah satu nikmat Allah yang terbesar dan merupakan yang paling bernilai. sedemikian besarnya nilai waktu sampai Allah SWT menggunakan waktu untuk bersumpah di banyak ayat suci al-Quran salah satunya di surat al-ashr ketika Allah berfirman wal ashr demi masa dan massa adalah waktu demikian pula ketika Allah bersumpah dengan waktu Dhuha waktu ketika matahari sudah naik dan kemudian Allah juga berfirman dengan bersumpah menggunakan kata lail yang berarti malam di sini menunjukkan bahwasanya waktu baik siang, malam ataupun pagi adalah nikmat yang paling besar yang Allah berikan kepada kita.

Apa yang disebut dengan waktu. Waktu adalah sesuatu yang kita lewati saat kita hidup. Dalam sebuah hadis Imam Ali as menjelaskan tentang makna waktu beliau mengatakan bahwasanya waktumu adalah yang menjadi bagian-bagian dari umurmu karena itu jangan pernah engkau hilangkan dan habiskan waktu waktumu kecuali untuk sesuatu yang bisa menyelamatkan dirimu di dalam riwayat yang lain Imam Ali as mengatakan saat menjelaskan tentang waktu beliau mengatakan bahwa umurmu adalah tidak lebih dari nafas-nafas yang ketika seseorang menghirup napas saat itulah yang disebut dengan waktu waktu bisa kita bagi menjadi waktu yang panjang dan waktu yang pendek walaupun hanya satu detik satu kejap itu termasuk dalam hitungan waktu.

jika kita sudah mengetahui makna umur yang menjadi pertanyaan berikutnya apa nilai umur dalam waktu itu bisakah waktu kita jual dan jika kita mau menjual waktu kita seberapa besar harga yang harus kita terima untuk menjual waktu kita. Imam dalam sebuah riwayat mengatakan bahwa umurmu adalah kunci kebahagiaanmu berbahagia disini mencakup kebahagiaan dunia maupun kebahagiaan akhirat. lalu Imam mengatakan jika engkau menghabiskan waktu waktumu, menghabiskan umur umurmu untuk kebahagiaanmu maka dia adalah kunci kebahagiaanmu dan kebahagiaanmu adalah ketika engkau taat kepada Tuhanmu.

logika perdagangan adalah ketika orang menjual sesuatu dia akan menjual dengan harga setinggi mungkin jangan sampai dia rugi dalam transaksi jual belinya ketika seseorang akan menjual rumahnya dia pasti akan mencari harga yang terbaik supaya dia bisa mendapatkan keuntungan yang besar dari pernyataan ini waktu adalah sebuah karunia dan nikmat jika kita ingin menjual waktu kita maka kita harus mendapatkan harga yang tepat untuk waktu itu Rasulullah SAW dalam sebuah hadis nya mengatakan beliau bersabda jiwa-jiwa kalian jangan sampai pernah kalian jual kecuali dengan harga surga minimal harga dari waktu ke waktu kita adalah dengan harga surga.

Dalam sebuah riwayat dari Imam Jafar Shodiq as menjelaskan bahwa ada dua karunia besar yang Allah berikan yang mana tidak ada nikmat yang lebih daripada kedua hal ini yang pertama adalah hati dan yang kedua adalah waktu. beliau mengatakan tidak ada sesuatu apapun yang lebih mulia dibandingkan dengan hati dan waktumu. hati bisa mengajak kita membawa kita dan mengantarkan kita ke dalam surga begitu juga dengan waktu hati juga bisa membuat kita mengatur masa depan kita menata masa depan kita begitu pula dengan waktu yang kita miliki dengan hati kita bisa memperoleh kebahagiaan kita demikian pula dengan waktu kita bisa meraih kebahagiaan itu.

Sedemikian besarnya nilai dari pada waktu sampai-sampai dalam sebuah riwayat yang disepakati oleh ahlussunnah dan Syiah disebutkan pentingnya masalah waktu yang kelak akan ditanya oleh Allah di hari kiamat. kita tahu bahwasanya salah satu ayat suci Alquran menyebutkan mereka akan dimintai pertanggungjawaban untuk menjelaskan ayat ini Rasulullah SAW dalam sebuah haditsnya diriwayatkan ahlussunnah dan Syiah mengatakan bahwasanya di hari kiamat nanti gerak langkah setiap hamba Allah akan ditanyai atas empat perkara

Pertama adalah mengenai umurnya di mana dia menghabiskan umur itu dalam kehidupan di dunia ketika Allah SWT memberikan umur ke mana dia habiskan umur tersebut mengingat bahwasanya umur atau waktu adalah sebuah anugerah yang sangat besar yang diberikan oleh Allah kepada hamba-hambanya

Kedua adalah mengenai masa mudanya dimanakah dia menghabiskan masa muda itu

Ketiga yang kelak akan ditanya di hari kiamat adalah mengenai harta yang dia dapatkan dari mana dia mendapatkan harta itu dan kemana dia belanjakan harta tersebut dan yang keempat yang kelak akan ditanya adalah mengenai kecintaan kalian kepada kami ahlul bait

Dalam sebuah riwayat dari Rasulullah SAW disebutkan bahwa setiap hamba ketika akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT atas anugerah setiap hari yang Allah berikan berupa waktu kepada dia sepanjang hidupnya untuk setiap harinya Allah SWT akan membuka 24 khizanah pintu yang mana pintu pintu atau tempat tempat penyimpanan apa yang telah dia lakukan selama hidupnya ketika dia melihat satu kota atau satu tempat yang dikhususkan tersebut dia mendapatkan bahwa tempat itu penuh dengan cahaya ketika dia melihat cahaya itu ternyata berasal dari waktu-waktu yang dilewatkan dan beribadah kepada Allah mencari rezeki yang halal menuntut ilmu dan melakukan aktivitas-aktivitas yang Allah ridhoi kemudian dia akan membuka lagi pintu yang lain atau kota yang lain yang telah Allah siapkan untuk pertanggungjawaban setiap harinya kemudian dia melihat bahwa didalamnya dia mendapatkan kegelapan bau busuk yang sangat menyengat yang membuat orang tersebut takut yang jika mana rasa takut yang dimiliki oleh orang tersebut saat membuka pintu tersebut dibagikan kepada orang-orang yang ada di surga maka mereka akan ketakutan juga karena besarnya rasa takut yang dihadapi ketika orang harus melihat hal-hal yang telah kegelapan tersebut karena bermaksiat kepada Allah SWT

Kemudian dia akan disuguhi kota-kota yang lain atau pintu-pintu yang lain lalu dia melihat bahwa tempat itu kosong saat itulah yang harus dilihat akibat dari apa-apa yang dilakukan di dunia ini amalan-amalan yang dilakukannya bukan merupakan amalan ibadah dan ketaatan dan juga bukan merupakan amalan yang membuat Allah murka kosong di situlah kemudian dia akan menyesal bukankah dia bisa menggunakan waktu waktu yang kosong itu untuk beribadah kepada Allah SWT untuk memenuhinya dengan cahaya untuk memenuhinya dengan amalan-amalan bisa membahagiakan dia dan menjadi bekal bagi dia di akhirat nanti itulah yang kemudian disebut dengan waktu-waktu yang membuat yang orang merasa rugi karena dia tidak memanfaatkannya dengan benar

Amirul mukminin as dalam sebuah pesan mengatakan jadilah engkau manusia yang lebih kikir terhadap umurmu dibandingkan kekikiranmu terhadap harta yang engkau miliki orang tidak akan mudah memberikan hartanya tanpa alasan karena itu jangan pernah dengan mudah kita memberikan waktu kita untuk sesuatu yang tidak ada gunanya sebelum malaikat maut datang saat itulah orang-orang yang dzalim akan mengatakan kepada malaikat maut meminta kepada Allah SWT supaya bisa diberi kesempatan yang lebih untuk bisa melakukan sesuatu hal yang telah ditinggalkannya dalam kehidupannya untuk bisa menambah cadangan pembendaharaan bekal dia menuju Allah SWT wahai Tuhanku kembalikan aku supaya aku bisa melakukan sesuatu yang aku tinggalkan supaya aku bisa melakukan sesuatu yang lebih bermanfaat bagiku untuk kehidupan di akhirat nanti saat itulah kemudian malaikat maut mengatakan tidak sekali-kali engkau tidak mungkin diberi kesempatan untuk bisa hidup lagi karena ini adalah kata-katamu yang engkau ucapkan pada saat ini bukankah sebelum ini datang kepadamu peringatan-peringatan dari para nabidan ajaran-ajaran dari para manusia suci mengapa engkau meninggalkan dan melalaikannya karena itulah saudara-saudaraku sekalian manfaatkanlah kesempatan kita hidup di dunia ini selagi kita masih bisa hidup di dunia ini dan bisa melakukan amalan-amalan yang baik sebelum malaikat maut datang dan saat itulah kesempatan untuk melakukan hal-hal yang baik dan memanfaatkan umur kita sudah tidak ada lagi

Dalam riwayat disebutkan dari seorang Maksum bahwa dunia adalah ladang untuk akhirat hadis yang lain dari Amirul mukminin Ali bin Abi Thalib as beliau mengatakan dunia adalah tempat orang berlalu sementara akhirat adalah tempat orang untuk tinggal karena itulah ambillah sesuatu dari tempat yang ber lalu untuk kehidupan kalian menetap nanti

Kebiasaan manusia zaman ini adalah ketika tiba hari ulang tahunnya akan menggelar pesta ulang tahun dia akan bergembira dan membuat sebuah acara dengan bergembira bersama keluarga atau teman-temannya dia lupa bahwa dengan masuknya tahun baru umurnya bertambah yang berarti dia semakin dekat kepada ajalnya

Sangat mengherankan untuk mengenang hari kelahirannya mengeluarkan banyak uang membuat pesta bahkan sampai terkadang menyewa restoran atau tempat mengundang teman-temannya memberikan hadiah mengeluarkan uang yang banyak untuk mengenang ke suatu peristiwa yaitu peristiwa kelahirannya yang kita kenal dengan sebutan ulang tahun yang menjadi pertanyaan mengapa dia harus mengeluarkan uang sebanyak itu mengapa dia harus bergembira apakah dia bergembira karena sudah lewat satu tahun dan dia semakin dekat kepada Allah ataukah dia bergembira karena dia sudah semakin dekat dengan kuburnya

Sebagian orang tidak hanya membuang membuang waktunya membuang-buang waktu tanpa satu pekerjaan dan satu hal yang bermanfaat atau suatu hal yang tercela dan tidak baik sementara sebagian orang bukan hanya dia membuang membuang waktu dia tapi juga membuat orang lain dan membuang-buang waktu orang lain dengan alasan-alasan yang tidak bisa diterima orang menyerahkan dirinya dan juga menyusahkan orang lain misalnya dengan produk membicarakan hal-hal yang tidak penting dan tidak memiliki kaidah sama sekali dari malam sampai pagi membuang-buang waktu dengan percuma seperti itu padahal dia bisa melakukan hal-hal yang baik yang bisa bermanfaat bagi dunia dan akhirat

Banyak pula di zaman ini orang terjebak dalam kemajuan teknologi menggunakan media-media teknologi seperti media sosial untuk membuang-buang waktu menggunakan Facebook, whatsapp, Twitter, dan yang lainnya semua jaringan jaringan media sosial ini memiliki sisi yang baik tapi terkadang khususnya anak-anak muda membuang-buang waktu mereka untuk melakukan chat yang memakan waktu beban 12 menit melainkan 1 jam 2 jam bahkan sekian jam sehingga mereka membuang-buang waktu mereka tanpa adanya sesuatu yang bisa bermanfaat bagi dunia dan akhirat mereka

Jika kita tadi sudah mengetahui nilai dan harga waktu sedemikian besarnya nilai yang ada pada waktu yang tidak bisa dibandingkan dengan harta yang ada di dunia mengapa kita menyia-nyiakan waktu dan membuang waktu kita di sini di sini kita bisa tahu bahwasanya media media sosial adalah pencuri yang paling sadis dan paling jahat karena dia mencari waktu kita jika kita punya uang 100.000 dicuri oleh orang maka kita akan memperkarakan permasalahan itu bisa sampai ke pengadilan mungkin akan terjadi permusuhan dan pemukulan kebencian yang hanya karena 100.000 bagaimana dengan waktu yang nilainya jauh di atas itu yang tidak bisa kita nilai dengan 1 juta, 2 juta  100 juta, 1  miliar tidak bisa dibandingkan dengan itu tapi kita dengan mudah membuang-buang waktu kita melalui media media sosial yang semacam itu maka taklukannya tepat jika dikatakan media sosial saat ini merupakan salah satu pencuri yang paling besar dan paling jahat

Media sosial memiliki sisi-sisi yang baik orang bisa melihat hal-hal yang baik membaca hal-hal yang baik membagi-bagikan hal-hal yang baik melalui media sosial tapi jangan salah media sosial menjadi alat yang memisahkan yang memisahkan antara kita terkadang kita melihat di sebuah keluarga ayah ibu anak mereka berkumpul di suatu tempat tapi masing-masing memegang handphone mereka dan ada di alam mereka masing-masing seakan-akan mereka tidak memiliki hubungan dalam keluarga mereka masuk ke dalam alam mereka sendiri-sendiri

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Khotbah disampaikan oleh Direktur ICC Jakarta Syeikh Hakimelahi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *