Islam Indonesia

Lagi, Satu Warga Sampang Meninggal Dalam Statusnya Sebagai Pengungsi Di Negeri Sendiri

Inna Lillah Wa Inna Ilaihi Raji’un.

Kesedihan berlapis-lapis kembali menyaputi pengungsi Sampang dan sanak kerabat mereka di pengungsian. Satu lagi pengungsi Sampang meninggal dunia dalam statusnya sebagai pengungsi di Rusunawa, Jemundo, Sidoarjo pada pukul 03.00 WIB pagi hari ini dan meninggalkan 5 anak, Almarhum meninggal di Rumah Sakit Soetomo. Setelah sebelumnya Busidin, Kuriyah, dan Sumaidah meninggal dunia semasa berada di pengungsian.

Pengungsi yang meninggal Rabu hari ini (6/11) bernama Saiful berusia 45 tahun. Almarhum adalah adik ipar dari Ustaz Tajjul Muluk.

Saiful sudah merasakan sakit cukup lama, lebih dari satu tahun. Dari pihak keluarga yang diketahui hanya sakit sesak nafas tetapi menurut tim dokter dari RSUD Siti Khodijah almarhum sudah pecah pembuluh darah di otaknya.

Satu per satu pengungsi Sampang meninggal dunia dalam keadaan mengungsi. Semoga almarhum mendapatkan kebahagiaan di alam barunya yang tanpa diskriminasi dan bebas dari penindasan. Almarhum kembali ke haribaan Allah Swt dengan mempertahankan keyakinannya dalam kecintaannya kepada Ahlulbait Nabi.

Sumber: Ahlulbaitindonesia

One thought on “Lagi, Satu Warga Sampang Meninggal Dalam Statusnya Sebagai Pengungsi Di Negeri Sendiri

  1. Sebelumnya diberitakan oleh Media Indonesia  pada Pilkada 2018 pengungsi Syiah asal Sampang, Madura bisa menggunakan hak pilihnya dalam pemilihan Gubernur Jawa Timur, serta pemilihan Bupati Sampang. Bagi warga Syiah disediakan dua tempat pemungutan suara (TPS) di Pengungsian Rumah Susun Puspa Agro di Desa Jemundo, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo. DPT tercatat 235 pengungsi Syiah bisa menunaikan hak pilihnya pada dua TPS di lokasi pengungsian. Selain itu, perihal pengamanan Polisi dan TNI terus memantau dan mengawasi lokasi pengungsian. Pihak KPU, Panwaslu Sampang juga sudah melakukan persiapan dibantu petugas KPUS dan Panwaslu Sidoarjo. Pemilihan ini baru pertama kali digelar di lokasi pengungsian, sebab pada pilkada sebelumnya pengungsi Syiah yang akan menggunakan hak suara politiknya harus bergabung dengan TPS di wilayah desa yang berdekatan dengan lokasi pengungsian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *