Pesan Imam

Pemerintahan Islam dimata Rahbar

ICC Jakarta – Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar, Ayatullah Sayid Ali Khamenei mengadakan pertemuan dengan Presiden Iran dan jajaran kabinetnya melalui konferensi video, dan menyampaikan sejumlah poin penting.

Dalam setiap sistem politik, untuk memajukan tujuan sistem tersebut, dibentuklah pemerintahan. Pada sistem politik Islam, pemerintah harus menjadi pelaksana hukum dan ajaran Islam. Islam menganggap kebahagiaan manusia sebagai tujuan akhir. Oleh karena itu kewajiban pemerintahan Islam adalah mempersiapkan masyarakat untuk mencapai tujuan tersebut.

Dari sudut pandang Ayatullah Khamenei, sebuah bangsa dianggap berhasil mewujudkan kehidupan yang baik, dan kebahagiaan manusia, ketika dari sisi materi dan kehidupan sehari-hari mereka tercukupi, begitu juga dari sisi spiritual, manusia-manusia mukmin yang sarat akhlak luhur Ilahi hidup di tengahnya.

Ayatullah Khamenei menilai tahun terakhir pemerintahan Iran periode ke-12 ini sebagai peluang yang baik untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di berbagai bidang, dan dengan menjelaskan sejumlah poin penting ekonomi, ia menuturkan, semua penghambat produksi harus disingkirkan dengan keseriusan penuh, dan tekad berlipat ganda diperlukan untuk menyelesaikan berbagai permasalahan.

Salah satu indikator penting sebuah pemerintahan ideal menurut Rahbar adalah pelayanan terhadap masyarakat, dan ini adalah falsafah berdirinya pemerintahan Islam. Sehubungan dengan pelayanan kepada rakyat, Ayatullah Khamenei menggarisbawahi dua poin yang harus diperhatikan, pertama, terbatasnya masa pelayanan yang peluang-peluang tak terbatasnya harus dimanfaatkan, dan tahun akhir masa jabatan pemerintah Iran periode ke-12, tidak boleh dianggap sebagai waktu ekstra.

Poin kedua, bekerja keras dengan semangat jihad yang menurutnya berarti melewati berbagai rintangan, melakukan pekerjaan dengan semangat jihad, dan tidak melupakan cita-cita serta tujuan. Rahbar menuturkan, pekan pemerintah tahun ini bersamaan dengan bulan Muharam, dan Asyura yang menunjukkan puncak jihad dan kesyahidan, dapat dipastikan peristiwa Asyura adalah pemberi petunjuk tentang puncak jihad, pengorbanan, dan kesyahidan di jalan Tuhan.

Pekan ini bertepatan dengan pekan pemerintah, dan sejalan dengan jihad serta kesyahidan. Artinya dua syahid mulia kita yaitu Syahid Rajaei dan Bahonar, adalah orang-orang yang telah berjihad, dan karena jihad ini, Allah Swt menganugerahi kesyahidan kepada mereka.

Pelayanan kepada masyarakat terutama kalangan miskin, dan rentan yang telah bekerja keras untuk revolusi, pada dasarnya merupakan salah satu tujuan luhur Revolusi Islam yang ditekankan berulang kali oleh Rahbar kepada pejabat pemerintah. Beliau juga menekankan tidak ada masalah apapun yang boleh melalaikan pejabat pemerintah dari pelayanan kepada masyarakat.

Dalam pandangan Rahbar, pekan pemerintah adalah kesempatan yang baik untuk menjelaskan, dan menginformasikan pelayanan instansi pemerintah serta kritik seputar kekuatan dan kelemahan yang harus menjadi bahan kritik pemerintah dari dalam sebelum datang dari luar. Sehubungan dengan ini Ayatullah Khamenei menerangkan, sampaikanlah kepada masyarakat apa-apa yang kalian bisa, atau apa yang seharusnya kalian lakukan tapi tidak bisa dilakukan, dalam laporan-laporan komprehensif dan jujur, karena mereka senang dan mengharapkan laporan-laporan jujur semacam ini.

Dalam pandangan Rahbar, pemerintah layaknya sebuah keluarga yang bertanggung jawab atas kemajuan dan perkembangan materi, spiritual, serta pertumbuhan akhlak setiap anggotanya. Kerja keras dan upaya serius untuk menepati janji yang sudah diberikan termasuk proyek mingguan kementerian energi, kebijakan pembangunan kilang minyak untuk mencegah ekspor bahan mentah, penguatan perusahaan-perusahaan berbasis sains, berlanjutnya pekerjaan-pekerjaan baik di bidang ilmu pengetahuan, kesehatan dan medis yang sudah dilakukan dalam menghadapi wabah virus Corona, serta peningkatan produksi, di antara poin penting lain yang ditekankan Rahbar kepada pemerintah di tahun terakhir masa tugasnya.

Dalam hal ini Ayatullah Khamenei kepada pejabat pemerintah menyarankan agar di tahun terakhir masa jabatannya, mempercepat langkah bahkan untuk beberapa pekerjaan mendasar yang mungkin di masa pemerintahan sekarang tidak membuahkan hasil, supaya diserahkan ke pemerintahan selanjutnya. Rahbar mengatakan, jadilah sebagai pemerintahan yang dikenang dengan kebaikan dan rasa terimakasih.

Ayatullah Khamenei menyebut produksi sebagai ibu, dan kunci berbagai permasalahan seperti pengangguran, kehidupan sehari-hari, inflasi dan penurunan nilai mata uang nasional, dan menyingkirkan penghambat produksi merupakan kewajiban mendasar pemerintah.

Ia menjelaskan, akan tetapi beberapa hambatan termasuk sanksi atau tidak dibayarnya uang penjualan minyak Iran, di luar kemampuan pemerintah, tapi banyak hambatan dalam negeri yang secara serius harus disingkirkan. Produksi adalah kunci utama untuk mengatasi pengangguran, masalah kehidupan sehari-hari masyarakat, menurunkan inflasi dan untuk meningkatkan nilai mata uang nasional.

Produksi pada kenyataannya adalah ibu dari semua. Apapun yang bisa kita lakukan di bidang produksi harus kita lakukan. Di sisi lain Rahbar menganggap impor boros, penyelundupan barang, masalah produksi suku cadang, tidak adanya koordinasi, kerumitan birokrasi, dan ekspor bahan mentah, sebagai penghambat produksi, dan beliau mengusulkan untuk mengidentifikasi semua penghambat produksi, dan menyingkirkannya, dan agar dibentuk sebuah tim kerja oleh pemimpin tiga lembaga tinggi negara.

Poin lain yang dijelaskan Rahbar di bidang ekonomi adalah masalah investasi yang dalam pandangan beliau merupakan masalah yang sangat penting untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi, meningkatkan produksi dan menciptakan lompatan produksi. Investasi-investasi setengah jadi harus dihidupkan kembali, dan para investor harus diberi stimulasi.

Ayatullah Khamenei menilai upaya menghubungkan ekonomi dalam negeri dengan perkembangan di luar negeri sebagai sebuah kesahalan strategis dan ia mengatakan, perencanaan ekonomi negara tidak boleh menunggu pencabutan sanksi atau hasil pemilu negara tertentu. Artinya Anda sepenuhnya menggantungkan perencanaan ekonomi kepada pencabutan sanksi, atau pengurangannya. Tidak seperti itu, asumsinya adalah sanksi akan berlanjut 10 tahun ke depan. Perencanaan ekonomi harus berdasarkan pada kemampuan dalam negeri, dan sebagaima berulang kali saya sampaikan, bersandarlah pada potensi internal, dan kapasitas dalam negeri.

Dunia maya dan internet dewasa ini sudah menjadi bagian nyata dari kehidupan masyarakat, ia dikendalikan serta dikelola dari luar negeri. Faktor-faktor dominan global sangat aktif di dunia maya. Rahbar mengusulkan pemanfaatan optimal jaringan informasi nasional, dan pembentukan dewan tinggi serta pusat ruang siber, juga partisipasi pemimpin tiga lembaga tinggi negara.

Ayatullah Khamenei menerangkan, dunia maya bukanlah sesuatu yang bisa dimanfaatkan sesuai kehendak setiap orang seperti air mengalir, sebagian orang mengarahkan air ini ke arah tertentu yang diinginkannya, mereka sedang mengendalikan ruang siber ini, kita tidak bisa membiarkan masyarakat Iran terhubung begitu saja dengan dunia maya, meninggalkannyan tanpa perlindungan di bawah kendali yang sedang memainkan dunia maya di balik layar.

Menuntut independensi adalah karakteristik penting pemerintahan Islam, saking pentingnya sampai Ayatullah Khamenei di berbagai kesempatan kepada setiap pemerintahan berkuasa Iran, mengimbau mereka untuk menghindari Westernisasi, oksidentalisasi dan kepercayaan pada Barat. Rahbar dalam hal ini memusatkan perhatian pada dua masalah penting dan kunci.

Pertama, Iran dalam menghadapi berbagai permasalahan tidak pernah lemah, atau mundur serta tunduk pada tekanan. Dalam hal ini, rakyat Iran dengan percaya diri penuh berdiri menghadapi masalah, dan menemukan solusi masalah di dalam diri, dan kapasitas dalam negerinya. Kedua, Iran tidak pernah melupakan pengalaman masa lalu, dan mengenal dengan baik substansi tujuan Amerika.

Menurut Rahbar, model pemerintahan, sosial dan sistem politik Barat adalah model yang gagal. Ia menuturkan, puncak tertinggi model sistem kapitalis Barat ini adalah Amerika yang kondisinya sedang Anda saksikan sekarang ini, yang sebenar-benarnya model gagal. Saat ini nilai-nilai kemanusiaan seperti kesehatan, keadilan, dan keamanan lebih dari tempat manapun di dunia, sedang dinjak-injak di Amerika, kesenjangan sosial di sana mengerikan, jumlah orang kelaparan dan gelandangan di Amerika lebih banyak dari negara lainnya.

Berdasarkan pengumuman tegas rival-rival pemilu, satu dari lima anak Amerika kelaparan, dan selain tidak aman, angka kejahatan di Amerika juga sangat tinggi. Selain masalah dalam negeri dan administrasi, pembunuhan, perang dan ketidakamanan, merupakan sesuatu yang terus dilakukan Amerika sekarang ini di Suriah, Palestina dan Yaman, sebelumnya juga di Irak, Afghanistan dan wilayah lain seperti Vietnam dan Hiroshima.

Menurut Rahbar naiknya orang-orang yang justru mempermalukan negaranya sendiri di Amerika, adalah bukti lain kegagalan model politik buatan manusia, dan utopia kemakmuran Barat yang sedang runtuh.

Dalam pandangan Rahbar, model politik Islam merupakan model independen untuk membangun masyarakat, dan pemerintahan yang berada di garis depan perang kebenaran melawan kebatilan. Model politik Islam terdiri dari tiga unsur utama, keimanan, ilmu pengetahuan dan keadilan. Mau tidak mau kubu imperialis global akan menyadari dan mencemaskan model politik baru ini.

Pejabat pemerintah Iran dengan kinerja, dan pelayanan, sebenarnya tengah menampilkan citra Islam, dan model politik Islam. Sehubungan dengan hal ini, Rahbar mengutip nasihat Imam Ali as dalam khutbah ke-34 kitab Nahjul Balaghah, Imam Ali bersumpah jika umat Islam saling membantu, maka mereka tidak akan pernah kalah. Ayatullah Khamenei berkata, pernyataan ini tidak hanya ditujukan kepada masyarakat di masa itu, tapi kenyataannya untuk seluruh umat manusia.

Umat Islam harus saling membantu, Muslim juga harus menjadi pendukung Muslim yang lain, Muslim harus saling membela, membantu sesama. Beliau menambahkan, Anda lihat musuh sedang menyusun rencana melawan Anda, terus menerus menyusun rencana menyerang Anda, dalam menghadapi rencana musuh, Anda tidak boleh diam.

Di akhir paparannya, Rahbar berterimakasih kepada para penyelenggara acara duka Imam Hussein as di bulan Muharam yang sangat memperhatikan, dan mematuhi protokol kesehatan.
Sumber: parstoday

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *