NAVIGASI

ICC Gelar Peringatan 42 Tahun Kemenangan Revolusi Islam Iran

Kategori: Kegiatan ICC Jakarta

ICC Jakarta – Islamic Cultural Center (ICC) Jakarta menggelar peringatan kemenangan Revolusi Islam Iran tepat tanggal 11 Februari 2021. Bertempat di Aula Husainiyah ICC peringatan 42 Tahun kemenangan revolusi tersebut berlangsung khikmat dan sederhana.

Hadir dalam kegiatan tersebut para pimpinan dan karyawan ICC, panitia dari kalangan generasi muda Islam. Hadir pula Duta Besar Republik Islam Iran, Dr. Muhammad Kh. Asad, Atase Kebudayaan Republik Islam Iran, Dr. Farahzandeh, beserta para diplomat negeri itu. Selain itu juga hadir Direktur Jamiatul Mustafa dan Sadra Institute, Dr. Hosein Mottaqi.

Tampil memberi orasi ilmiah, Drs. Ahmad Hidayat, Wakil Ketua Umum DPP Ahlul Bait Indonesia (ABI). Dalam ceramahnya, Ahmad Hidayat menegaskan bahwa hakikat Revolusi Islam Iran hadir untuk manusia dan kemanusiaan. Ia hadir sebagai bagian dari cita-cita manusia dalam sejarah peradaban.

“Sejarah peradaban selalu menampilkan tiga hal penting, yakni; tokohnya, ajarannya, pengikut yang mengamalkan ajarannya,” kata Ahmad Hidayat. Dijelaskannya bahwa Imam Khomeini sebagai tokoh sentral revolusi ini memiliki karakteristik spiritual, ideologis, dan visioner melalui tujuan yang jelas dan tegas.

Keseharian hidup Imam Khomeini tak lepas dari upaya menghidupkan ruhani. Beliau menggaungkan suatu ideologi yang berporos pada Islam; pembebasan dan penegakan keadilan. Ideologi yang selalu menghidupkan kaum kecil dan membela kaum tertindas. Tujuan revolusi ini berdimensi masa depan, bukan jangka pendek. Juga bahwa revolusi ini didedikasikan untuk seluruh manusia. Akhir yang hendak dituju adalah tegaknya keadilan untuk semua umat manusia, termasuk membebaskan dunia dari hegemoni AS dan Zionis.

Ajaran Revolusi Islam Iran memiliki pesan utama yakni mengamalkan Islam dan membangun persatuan. Persatuan antar untuk umat manusia yang cinta damai dan rasional adalah ajaran yang dikandung revolusi ini. Selain itu revolusi ini juga mengajarkan kemandirian, tak bergantung kepada kekuatan lain selain Allah. Konsekuensinya adalah tujuan lain yakni perlawanan abadi terhadap hegemoni Barat.

Aspek lain yang dijelaskan oleh Ahmad Hidayat adalah para pengikut Revolusi Islam ini. Pengikut yang konsisten dan setia atas ajarannya. Ada loyalitas yang hidup serta solid dalam kerja bersama untuk menunaikan tanggung jawabnya. “Inilah yang menjaga keutuhan Bangsa Iran sehingga tetap eksis walau dalam himpitan dan tekanan AS dan Zionis,” tegas Sarjana Antropologi Universitas Hasanuddin tersebut.

Pada akhir orasinya, Ahmad Hidayat merefleksikan seruan awal Imam Khomeini untuk mengjidupkan persatuan yang ditandai dengan pidato pertamanya pada hari pertama kepulangannya dari Paris. Bertempat di Bandara Mehrabad beliau kembali menganjurkan persatuan melawan tirani Barat. Selain itu Imam Khomeini memberi inspirasi dalam kunjungan ke Behesti Zahra, Taman Makam Oahlawan terbesar di Iran. Pemimpin revolusi ini mengajarkan betapa pentingnya menghargai jasa pahlwan dan menegaskan bahwa.krmenangan ini ada karena pengorbanan mereka.

Dalam konteks hubungan diplomatik Iran dan Indonesia, Ahmad Hidayat menjelaskan bahwa karakteristik yang disebutkan di atas memiliki kesamaan dengan sikap dan sejarah perjuangan Indonesia. Revolusi kemerdekaan Indonesia telah digerakkan dengan prinsip dan slogan yang memiliki kesamaan dengan Revolusi Islam Iran. Harapannya, kita bisa mengambil inspirasi dari cara Iran ini.

Pada acara yang sama, Duta Besar Republik Islam Iran mengemukakan bahwa di berbagai bidang, Indonesia dan Iran telah mencapai berbagai kemajuan.

Salah satunya Pekan Kebudayaan di Teheran yang mendapat sambutan baik oleh warga kedua negara. Kerjasama di bidang politik, juga berlangsung baik. Indonesia mendukung kesepakatan nuklir Iran yang telah dicapai dalam suatu diplomasi damai.

Asad mengucapkan terima kasih kepada Indonesia sebagai bagian dari anggota UN Security Council yang konsisten mendukung pembebasan dan kemerdekaan Palestina.

Acara peringatan kemenangan Revolusi Islam Iran tersebut diakhiri dengan pemotongan tumpeng dan doa yang dipimpin Direktur ICC, Dr. Abdul Majid Hakimiellahi. Acara berlangsung lancar dengan menaatai protokol kesehatan yang ditentukan pemerintah.[Sy]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jadwal Salat Kota Jakarta

© 2021 Islamic Cultural Center Jakarta. All Rights Reserved.