NAVIGASI

Kesuksesan dalam Perspektif Imam Ali As

Kategori: Akhlak

ICC Jakarta – Imam Ali as, “Kesuksesan/keberhasilan dicapai dengan berpikir jauh ke depan, dan berpikir jauh ke depan dicapai dengan menggunakan pendapat/pandangan/pikiran, dan menggunakan pendapat/pikiran didapat melalui penjagaan rahasia-rahasia.”

Kita semua ingin sukses dan menyukai orang yang sukses, bahkan kita merayakan kesuksesan seseorang dan mengapresiasinya. Kita juga berjuang dan berusaha agar sukses. Mungkin terkadang bertanya, kenapa banyak sekali orang yang bekerja dan berusaha keras untuk mencapai kesuksesan, tapi hanya sebagian kecil saja yang mencapai kesuksesan.

Imam Ali as telah memberikan tips-tips agar kita sukses. Oleh karena itu, jika kita memiliki keinginan dan cita-cita yang hendak dicapai, maka perhatikan dan praktekkan ucapan Imam Ali as tersebut.

Kata dhafara (ظفر) artinya menang atau berhasil. Orang yang menang atau berhasil disebut dengan ‘mudhafar’ (مظفر), yaitu orang yang menang dan berhasil menggapai cita-cita dan keinginannya/mimpinya. Seseorang telah belajar dengan baik, dan mendapatkan nilai bagus, maka nilai bagusnya didapat karena belajar dengan baik. Mimpinya agar dapat nilai bagus dan dia belajar dengan baik, maka ia mencapai mimpi dan keinginannya yaitu nilai bagus, ini dinamakan dhafara (ظفر).

Hazm (حزم) adalah memiliki konsep dan dapat berpikir jauh ke depan dan menganalisanya. Misalnya seorang guru melihat cara belajar, kedisiplinan, keaktifan dalam kelas seorang siswa, maka dapat mengetahui bahwa di akhir semester siswanya akan sukses atau tidak. Seseorang dengan melihat indikasi-indikasi yang ada dapat memprediksi apa yang akan terjadi di masa mendatang. Hazm (حزم) adalah potensi dan kemampuan seseorang, memiliki penguasaan sempurna dan keyakinan yang sempurna tentang sesuatu. Orang yang dapat mengatakan dengan pasti dan yakin bahwa 100% sesuatu akan terjadi. Orang yang memiliki kemampuan seperti tidak dapat dimiliki oleh semua orang. Orang Arab ketika mengatakan kepada seseorang sebagai ‘hazim’ (حازم), adalah orang yang memiliki kemampuan menentukan sesuatu dengan akurasi tinggi, dapat dan menganalisanya dengan baik. Orang ini disebut dengan orang yang berpikir jauh ke depan. Dia dapat memikirkan dan melihat hal-hal yang jauh, sementara yag lainnya tidak dapat. Ia dapat melihat apa yang akan terjadi setelah badai? Hazm adalah membicarakn sesuatu dengan penuh keyakinan dan kepastian.

Ijalah (اجالة) artinya berjalan berputar atau berjalan berkeliling. Ijalah rai’

(اجالة الرأي) adalah seseorang yang dalam satu masalah menganalisa dengan baik dan memiliki pandangan. Bukan pandangan biasa, tapi memiliki pandangan khusus tentang sesuatu. Menggunakan pendapat/ pandangan.

Kita melihat dalam kehidupan orang yang telah menggapai keinginannya, misalnya ingin punya rumah, usaha, atau juara dalam perlombaan dan lainnya. Ketahuilah, banyak hal yang harus dilakukan di belakang itu. Hazm, harus membuat rencana, menganalisa dan memahami semua kemungkinan yang akan terjadi. Seperti yang ingin lomba, maka harus membuat rencana, menganalisa semua kemungkinan yang akan terjadi. Kemudian ketika ingin sukses, maka harus ijalatu ra’i, maka harus konsultasi dengan pakarnya. Misalnya mau ikut lomba lari, maka harus konsultasi ke pakar lari, dan bertanya ke beberapa orang yang pakar dalam bidangnya. Selanjutnya, berdasarkan hal itu harus membuat rencana dan langkah-langkah untuk aksinya.

Setelah membuat rencana, sudah konsultasi, kemudian harus langsung aksi jangan ditunda-tunda. Ijalatu ra’i yakni setelah konsultasi, membuat rencana langsung praktek dan tidak ditunda-tunda. Jika ditunda-tunda maka tidak akan mencapai kesuksesan.

Setelah berkonsultasi dan mendapat berbagai pandangan para ahli dan ingin memulai melakukannya, maka kunci aslinya adalah menjaga rahasia-rahasia. Ada sebagian kehidupan kita yang tidak boleh diketahui atau tidak dilihat orang lain. Mungkin ada sebagaian perbuatan yang tidak diketahui orang lain, atau kesalahan-kesalahan yang kita lakukan akan membuat orang lain tidak menyukainya. Jika ingin memulainya maka harus tahu dan bisa bedakan, manakah hal-hal yang harus disampaikan kepada orang lain dan manakah yang tidak?

Jika ingin mencapai sesuatu, maka berpikirlah, lalu membuat rencana, dan pikirkanlah dengan siapa bisa bicara dalam hal itu? Jangan menyampaikan informasi yang belum waktunya, sampaikan sesuatu yang hendak dicapai itu pada waktunya. Rencana jangka panjang sebaiknya tidak diberitahukan kepada yang lain. Karena mungkin saja ada yang diajak bicara itu tidak memahami apa yang kita sampaikan. Jangan memberitahukan semua rahasia kepada orang lain.

Karena itu, jika ingin berhasil dan mencapai kesuksesan, maka perhatikan dan amalkan langkah demi langkah pesan Imam Ali as. Menyusun rencana, berpikir untuk mendapatkan ide. Saat mendapatkan ide, jangan menyampaikannya kepada orang lain. Berkonsultasilah dengan orang dapat menjaga rahasia kita.

Langkah selanjutnya, mulailan jangan ditunda- tunda, sejak engkau berpikir mau berjualan atau menulis, misalnya, maka lakukan saat itu. Siapa yang tahu kita akan tetap hidup, atau kesempatan itu akan hilang. Ungkapan ‘besok-besok’ atau ‘nanti-nanti’ adalah bisikan setan.

Tulislah ide asli kalian, dan mulailah segera. Dan perhatikan semua kemungkinan yang akan muncul. Misalnya jika mau buka butik, maka bagaimana dengan jenis pakaiannya, warnanya, bagi orang yang gemuk, bagi orang Eropa bagaimana, dan lainnya? Pekerjaan sebelum dimulai maka tidak akan mengerti kekurangan dan kesalahannya. Dan jika sudah dimulai, maka lakukan dengan teliti.

Ketika kita punya proyek maka sampaikan secara global kepada orang lain, karena mungkin saja tidak berhasil. Harus bijak dalam menyampaikan informasi berkaitan dengan proyek.

Keberhasilan dalam kehidupan bersama seperti suami-istri bagaimana, memiliki ide tapi misalnya istri hanya iya-iya saja? Seninya dalam managmen rumah tangga, terkadang suami pakar ekonomi maka istri dalam hal ini, harus taat, dan tidak harus tahu semuanya. Seperti dalam perang, pemimpin yang dapat berpikir jauh kedepan yang menentukan semuanya, maka yang lainnya hanya taat dan tidak perlu mengetahui semua hal terkait perang. Dalam Islam peran itu dibagi, seorang perempuan harus memerankan peran perempuan. Dan menurut saya ini yang lebih baik.

Jika tak sengaja telah mengatakan sesuatu terkait suatu proyek, maka yang sudah disampaikan biarkan berlalu, namun tidak perlu memberikan informasi lainnya, bicaralah dengan bijak dan seperlunya.

Bagaimana menguatkan iradah/kehendak? Pertama harus latihan, tidak bisa instan satu hari. Karena itu, latihanlah secara bertahap sedikit demi sedikit, latihan dimulai dengan yang mudah, kemudian porsinya ditambah secara bertahap. Kedua bertekad untuk berubah. Dengan tekad kuat dan latihan bertahap dengan membuat jadwal teratur maka iradah/kehendak akan menguat.

Materi ini disampaikan oleh Doktor Qahremani pada pertemuan ke-3 Kelas Online Nahjul-Balaghah
Kontributor IKMAL

Euis Daryati, MA

Sumber: ikmalonline

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jadwal Salat Kota Jakarta

© 2021 Islamic Cultural Center Jakarta. All Rights Reserved.