NAVIGASI

Perkembangan Iptek di Iran dan Dunia

Kategori: Mozaik

ICC Jakarta – Farshid Salemi Parizi, mahasiswa PhD keturunan Iran di Universitas of Washington, Amerika Serikat bersama timnya menciptakan sebuah cincin cerdas yang dinamai AuraRing yang mampu melacak pergerakan jari tangan. AuraRing adalah sebuah cincin yang dipasang di jari telunjuk, dan dilengkapi sebuah gelang elektronik.

Cincin ini dibuat menggunakan printer tiga dimensi, dan memiliki sebuah lilitan kawat tembaga. Aliran listrik yang melewati kawat menciptakan sebuah medan magnetik. Di sisi lain, tiga lilitan kawat sensor yang ada di gelang, melacak dan mengenali medan magnet ini.

Pada saat yang sama, seiring dengan bergeraknya jari tangan, induksi voltase pada masing-masing lilitan kawat akan berubah. Oleh karena itu, dengan perbandingan kontinu voltase di tiga lilitan kawat sensor gelang, sistem ini dapat mengidentifikasi posisi jari terhadap gelang, dan berdasarkan hal itu, posisi jari juga bisa ditentukan.

Selain itu, sistem juga dapat melacak gerakan jari seperti mengetuk, bergerak atau menekan. Teknologi ini dapat digunakan untuk mengendalikan telepon seluler dari jarak jauh atau bahkan untuk mengukur tingkat getaran tangan orang-orang yang menderita penyakit Parkinson. Hasil penelitian ini dimuat di jurnal ilmiah internasional The Proceedings of the ACM on Interactive, Mobile, Wearable and Ubiquitous Technologies (IMWUT).

Para peneliti di pusat riset Royan, Iran bersama peneliti Universitas Ilmu Kedokteran Tehran, dan Universitas Ilmu Kedokteran Shahid Behehsti, dalam sebuah penelitian mencapai kesimpulan bahwa penggunaan metode-metode bantuan kehamilan, dapat meningkatkan kemungkinan pentingnya penggunaan terapi insulin sepanjang masa kehamilan.

Usia lanjut ibu hamil, rekam jejak penyakit diabetes di keluarga, obesitas sebelum kehamilan, tingginya tingkat hemoglobin HbA1c, dan rekam jejak diabetes kehamilan, termasuk faktor determinan yang membuka kesempatan pemberian insulin kepada ibu hamil yang menderita diabetes. Meski demikian sampai sekarang metode penggunaan bantuan kehamilan pada ibu hamil yang menderita diabetes dan kebutuhan insulin di masa ini, masih belum dipahami dengan baik.

Hasil penelitian ini menunjukkan 40 persen ibu hamil yang menggunakan metode bantuan kehamilan, dan 25 persen ibu hamil yang hamil secara alami, pernah mengkonsumsi obat yang mengandung insulin. Menurut data, para ibu hamil berusia di atas 35 tahun memiliki gula darah HbA1c tinggi sebelum hamil, dan penggunaan metode bantuan kehamilan merupakan faktor independen yang dapat meningkatkan kemungkinan pentingnya terapi insulin selama kehamilan.

Berdasarkan penelitian ini, penggunaan metode bantuan kehamilan dapat menambah kemungkinan kebutuhan terapi insulin akibat menderita diabetes selama hamil. Hasil penelitian ini dimuat dalam jurnal ilmiah Reproductive Biology and Endocrinology.

Menurut Sekretaris Dewan Inisiatif Nanoteknologi Iran, INIC, bersamaan dengan penyebaran wabah virus Corona di dunia, banyak negara yang berusaha membeli dan menimbun masker, oleh karena itu permintaan masker di dunia mengalami peningkatan tajam.

Saat ini, Iran juga pernah menerima permintaan 200 juta masker. Iran merupakan satu dari sedikit negara yang memiliki kemampuan memproduksi masker jenis N95. Masker jenis ini mampu menahan masuknya partikel bakteri dan virus. Sementara masker biasa yang dijual di pasar tidak terlalu kuat seperti N95.

Cina merupakan salah satu negara produsen masker nano, meskipun sejumlah alat produksinya dibeli dari Iran. Sekitar sembilan tahun lalu, Iran membeli peralatan untuk memproduksi nanofiber dari sebuah perusahaan Eropa, namun karena embargo, perusahaan itu tidak menjual lagi produknya ke Iran.

Sehingga Iran memutuskan untuk membuat sendiri peralatan tersebut di dalam negeri, dan sekarang berhasil memproduksinya.

Beberapa tahun lalu, sebuah perusahaan Korea Selatan yang biasa membeli peralatan produksi nanofiber dari perusahaan Eropa yang sama, dikarenakan kualitas yang baik dan harga yang lebih murah, memutuskan untuk membeli peralatan produksi nanofiber Iran dengan harga 350.000 dolar, sementara harga produk yang sama dari perusahaan Eropa adalah satu juta euro.

Menurut Sekretaris INIC, setelah itu Cina memesan 10 unit mesin produksi nanofiber Iran, tujuh unit sudah dipasang di Cina, dan sedang beroperasi. Kinerja mesin produksi nanofiber produk Iran ini dinilai cukup baik sampai Eropa juga memesannya. Saat ini 640 produk nano diproduksi di dalam Iran.

15 industri Iran mulai dari farmasi sampai pertanian dan properti, memanfaatkan nanoteknologi. Produk-produk ini diekspor ke lebih dari 45 negara dunia. Di antara negara yang membeli produk nano Iran adalah Australia, Cina, Korea Selatan, Malaysia, Indonesia, Uni Eropa, dan negara-negara kawasan Asia Barat.

Setiap tahun lebih dari 280.000 orang di seluruh penjuru dunia harus menjalani operasi bedah karena mengalami kelainan katup jantung, dan seiring bertambahnya populasi penduduk lanjut usia, masalah ini juga terus bertambah dari hari ke hari.

Akan tetapi desain dan produksi jantung buatan dengan katup palsu canggih dapat membantu menyelesaikan masalah ini. Katup-katup palsu untuk jantung buatan memiliki kemampuan tinggi untuk meniru cara kerja jantung asli, dan ini membuka harapan untuk memasarkan produk ini setelah melalui uji coba.

Katup buatan untuk jantung ini dapat memompa darah dengan kadar dan kecepatan yang sama seperti yang dilakukan katup jantung asli saat berdetak, dan untuk mempermudah kerjanya, mereka menggunakan pipa-pipa mini untuk mengalirkan udara melalui dinding-dinding silikon ke jantung.

Teleskop matahari The Daniel K. Inouye Solar Telescope (DKIST) yang terdapat di Obervatorium Haleakala, Hawaii untuk pertama kalinya memotret gambar akurat terkait permukaan bergolak matahari. Gambar-gambar luar biasa ini menunjukkan struktur permukaan matahari yang tersembunyi dalam lapisan luar bintang ini. Menurut kepala proyek penelitian, gambar-gambar permukaan matahari tersebut merupakan foto paling berkualitas.

Apa yang sebelumnya dibayangkan manusia, permukaan matahari adalah sebuah titik terang, sekarang secara lebih akurat titik itu berubah menjadi struktur-struktur yang lebih kecil dalam jumlah yang sangat banyak. Teleskop DKIST mampu melihat dengan jelas gambar dari jarak 30 kilometer.

Foto-foto baru matahari menunjukkan bahwa permukaan bintang ini tampak seperti bintik-bintik yang tersusun dalam struktur yang memiliki titik mirip nugget emas. Masing-masing dari bintik tersebut seukuran dengan luas negara Prancis. Luapan api dari lapisan matahari dengan tingkat 6.000 derajat celsius terlihat sebagai titik bercahaya di pusat setiap bagiannya.

Titik-titik di pusat ini adalah untuk menyebarkan panas di dalam matahari ke permukaan. Setelah lapisan mendingin, ia kembali ke bawah permukaan melalui kanal-kanal sempit di antara titik-titik tersebut. Permukaan ini dengan detailnya, dapat membantu ilmuwan memahami lebih dalam perilaku matahari.

Selain itu para peneliti juga dapat memperkirakan rantai aktivitas matahari secara lebih akurat. Teleskop ini dibuat dengan biaya 344 juta dolar, dan mencakup sebuah cermin sekuran empat meter (cermin terbesar untuk sebuah teleskop matahari). Teleskop ini terletak di ketinggian 3.000 meter di wilayah gunung berapi Haleakala, Pulau Maui, Hawaii.

Sumber: parstoday

Jadwal Salat Kota Jakarta

© 2021 Islamic Cultural Center Jakarta. All Rights Reserved.