Skip to main content

ICC Jakarta menyelenggarakan kegiatan salat Jumat pada 9 Januari 2026 dengan Syaikh Mohammad Sharifani sebagai khatib dan Ustaz Hafidh Alkaf sebagai penerjemah. Dalam ceramahnya, Syaikh Mohammad Sharifani melanjutkan pembahasan mengenai 20 kunci kesuksesan yang bersumber dari 40 ayat Al-Qur’an. Setelah sebelumnya mengulas tentang keimanan pada hal ghaib dan kecintaan kepada Ahlulbait AS, pada kesempatan kali ini beliau memaparkan pentingnya mencari wasilah atau jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sebagaimana firman-Nya dalam Surah Al-Ma’idah ayat 35: yâ ayyuhalladzîna âmanuttaqullâha wabtaghû ilaihil-wasîlata wa jâhidû fî sabîlihî la‘allakum tufliḫûn. Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, carilah wasilah (jalan untuk mendekatkan diri) kepada-Nya, dan berjihadlah (berjuanglah) di jalan-Nya agar kamu beruntung.”

Syaikh Mohammad Sharifani menjelaskan bahwa terdapat enam cara untuk mendapatkan wasilah, di mana tiga di antaranya dibahas pada pertemuan ini. Wasilah pertama adalah memanfaatkan asma-asma Allah SWT merujuk pada Surah Al-A’raf ayat 180: wa lillâhil-asmâ’ul-ḫusnâ fad‘ûhu bihâ wa dzarulladzîna yul-ḫidûna fî asmâ’ih, sayujzauna mâ kânû ya‘malûn. Artinya: “Allah memiliki Asmaulhusna (nama-nama yang terbaik). Maka, bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut (Asmaulhusna) itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyalahartikan nama-nama-Nya. Mereka kelak akan mendapat balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.” Beliau mencontohkan keagungan asma Allah SWT melalui riwayat Imam Shadiq AS bahwa membaca “Ya Wahhabu Ya Karim” sebanyak 75 kali selama 40 hari dapat membukakan pintu rezeki. Beliau juga menceritakan kisah Imam Musa Al-Kazim AS yang terbebas dari ancaman khalifah setelah bertawassul melalui doa Jausyan Saghir, serta anjuran berdoa di maqam nabi-nabi dan tempat turunnya Imam Zaman AFS sebagai wasilah terkabulnya hajat.

Wasilah kedua yang dipaparkan beliau adalah dengan mengingat nikmat Allah SWT sebagai bentuk syukur yang mendatangkan mahabbah. Beliau mengutip Surah Al-Baqarah ayat 47: yâ banî isrâ’îladzkurû ni‘matiyallatî an‘amtu ‘alaikum wa annî fadldlaltukum ‘alal-‘âlamîn. Artinya: “Wahai Bani Israil, ingatlah nikmat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepadamu dan sesungguhnya Aku telah melebihkan kamu daripada semua umat di alam ini (pada masa itu).” Beliau menekankan sebuah hadis qudsi bahwa tidak ada amalan hamba yang lebih baik daripada mengingat nikmat-nikmat yang telah Allah SWT berikan.

Wasilah ketiga menurut Syaikh Mohammad Sharifani adalah mengakui dosa di hadapan Allah SWT. Beliau menjelaskan bahwa adab berdoa diawali dengan pujian kepada Allah SWT, diikuti pengakuan dosa, baru kemudian menyampaikan hajat, sebagaimana struktur Doa Arafah dan Doa Abu Hamzah. Beliau menceritakan kisah seorang pria yang mengaku telah melakukan dosa besar berupa pencurian kain kafan dan perbuatan tidak semestinya kepada jenazah wanita. Meski sempat diusir karena besarnya dosa tersebut, penyesalan mendalam pria itu di padang sahara membuat Allah SWT menurunkan pengampunan melalui Surah Ali ‘Imran ayat 135: walladzîna idzâ fa‘alû fâḫisyatan au dhalamû anfusahum dzakarullâha fastaghfarû lidzunûbihim, wa may yaghfirudz-dzunûba illallâh, wa lam yushirrû ‘alâ mâ fa‘alû wa hum ya‘lamûn. Artinya: “Demikian (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri, mereka (segera) mengingat Allah lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya. Siapa (lagi) yang dapat mengampuni dosa-dosanya selain Allah? Mereka pun tidak meneruskan apa yang mereka kerjakan (perbuatan dosa itu) sedangkan mereka mengetahui(-nya).”

Pada khutbah kedua, Syaikh Mohammad Sharifani memberikan apresiasi atas terlaksananya program itikaf di ICC Jakarta dan kinerja para deputi yang terlibat. Beliau mengingatkan jamaah bahwa saat ini umat berada di bulan Rajab dan segera memasuki bulan Sya’ban yang penuh keberkahan. Beliau mengajak jamaah untuk meramaikan peringatan Bi’tsah Rasulullah SAW pada 27 Rajab, serta milad para Imam AS di awal bulan Sya’ban, yakni Imam Husain AS, Imam Sajjad AS, dan Abu Fadl Abbas, hingga peringatan milad Imam Zaman AFS di pertengahan Sya’ban. Beliau menegaskan bahwa kegembiraan Ahlulbait AS adalah kegembiraan bagi para pecintanya.

Syaikh Mohammad Sharifani juga menyampaikan keprihatinan atas kondisi genting yang dihadapi bangsa Iran akibat propaganda dan upaya adu domba dari kubu arogansi dunia. Beliau menekankan hubungan emosional yang dalam antara bangsa Indonesia dan Iran sebagai saudara. Beliau mengajak seluruh jamaah untuk mendoakan keselamatan rakyat Iran dan Pemimpin Revolusi Iran Imam Khamenei dengan doa yang diajarkan oleh Imam Jawad AS. Beliau mengingatkan bahwa Revolusi Islam dicapai dengan pengorbanan yang sangat mahal dari ribuan pemuda dan ulama, sehingga sudah sepatutnya umat memohon perlindungan Allah SWT bagi keberlangsungan revolusi dan para pemimpinnya.

Leave a Reply