Skip to main content

Islamic Cultural Center (ICC) Jakarta kembali menunjukkan perannya sebagai pusat syiar dan kebudayaan dengan menyambut kunjungan istimewa dari Lembaga Short Course Al-Mustafa Jakarta. Rombongan yang hadir kali ini terdiri dari dua puluh tujuh peserta yang berasal dari Singapura dan Malaysia. Kehadiran mereka di ICC merupakan bagian dari rangkaian program penguatan ilmu-ilmu dasar keislaman yang meliputi bidang akidah, akhlak, fikih, logika, filsafat, hingga tasawuf.

Sebagai salah satu lembaga kebudayaan Islam paling berpengaruh di ibu kota, ICC menyambut hangat kunjungan ini sebagai sarana berbagi pengalaman serta memperkuat jaringan intelektual muslim di Asia Tenggara. Para peserta mendapatkan kesempatan berharga untuk berdialog langsung dan menerima arahan strategis mengenai kebudayaan Islam dari pimpinan ICC. Agenda ini menjadi momen penting bagi para peserta untuk melihat secara dekat bagaimana nilai-nilai Islam inklusif diimplementasikan dalam konteks masyarakat Indonesia.

Dalam sesi utama kunjungan tersebut, Wakil Direktur ICC Ustaz Umar Shahab memberikan paparan mendalam mengenai sejarah dan dinamika perkembangan Syiah di Indonesia, khususnya pada periode pasca-Revolusi Iran. Penjelasan ini bertujuan memberikan perspektif historis yang jernih bagi para peserta mengenai bagaimana pemikiran Islam berkembang dan berinteraksi dengan budaya lokal di tanah air.

Sebagai bagian dari penguatan wawasan dalam kunjungan ini, Ustaz Umar Shahab juga memperkenalkan buku karya beliau yang berjudul “Apa dan Siapa Syiah”. Beliau menjelaskan bahwa buku tersebut hadir sebagai rujukan penting bagi peserta kunjungan dan masyarakat umum untuk memahami ajaran Syiah secara benar dan objektif. Melalui penjelasan langsung dari Ustaz Umar Shahab, para peserta diharapkan dapat membawa pulang pemahaman yang komprehensif mengenai identitas dan kontribusi ajaran Syiah dalam khazanah keislaman global.