ICC Jakarta menyelenggarakan Majlis Doa, Solidaritas, dan Kesetiaan pada Para Pejuang Perlawanan pada Minggu, 14 Juni 2026. Dalam kesempatan tersebut, Dewan Syura Ahlul Bait Indonesia, Ustaz Umar Shahab, menyampaikan sambutan mengenai pentingnya kesabaran dan keteguhan dalam perjuangan muqawamah atau perlawanan terhadap penindasan dan imperialisme.
Di awal pemaparannya, Ustaz Umar Shahab menegaskan bahwa Allah swt telah memberikan janji yang sangat tegas dalam Al-Qur’an untuk menolong orang-orang yang berjuang di jalan-Nya dan membela agama-Nya. Menurut beliau, janji tersebut disebutkan dalam banyak ayat Al-Qur’an dan tidak mungkin diingkari.
In tanshurullāha yanshurkum
“Jika kamu menolong agama Allah, niscaya Dia akan menolongmu.” (QS. Muhammad [47]: 7)
Namun demikian, beliau mengatakan bahwa banyak orang mulai merasa putus asa dan mempertanyakan kapan datangnya pertolongan Allah swt. Ustaz Umar Shahab menyinggung kondisi Palestina yang telah dijajah hampir 80 tahun tetapi belum juga merdeka. Beliau juga menyebut dominasi Zionisme, Amerika, dan imperialisme yang telah berlangsung selama ratusan tahun di berbagai belahan dunia. Menurut beliau, situasi itu membuat sebagian orang menjadi lelah, mundur, dan kehilangan semangat perjuangan.
Beliau kemudian mencontohkan bagaimana semangat umat Islam sempat sangat tinggi ketika Iran mampu menghadang Amerika dan Israel pada masa-masa awal konflik. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, semangat itu mulai meredup karena manusia pada umumnya menginginkan segala sesuatu berlangsung cepat dan instan. Menurut Ustaz Umar Shahab, salah satu kelemahan manusia adalah kurang memiliki kesabaran.
Karena itu, beliau menegaskan bahwa inti utama muqawamah adalah kesabaran. Dalam penjelasannya, Ustaz Umar Shahab menyebut konsep as-shabru al-istirātījī atau strategi kesabaran. Menurut beliau, istilah tersebut dapat dipahami sebagai kesabaran yang strategis atau strategi perjuangan yang dibangun di atas kesabaran. Beliau menekankan bahwa sabar dalam konteks perjuangan bukan berarti lemah, melainkan tabah, teguh, tidak panik, dan tetap berkomitmen pada jalan perjuangan.
Menurut beliau, kemenangan tidak harus diraih dengan tergesa-gesa. Justru, pihak yang tidak sabar dan mudah kehilangan keteguhan itulah yang pada akhirnya akan mengalami kekalahan. Ustaz Umar Shahab mengatakan bahwa konsep strategi kesabaran itu telah dibuktikan oleh Iran selama puluhan tahun menghadapi tekanan dan embargo. Selama lebih dari empat dekade, Iran terus ditekan, tetapi tetap mampu bertahan hingga akhirnya dunia mulai melihat bahwa negara tersebut telah berkembang menjadi kekuatan yang diperhitungkan.
Dalam sambutannya, beliau juga menyoroti posisi Hizbullah di Lebanon sebagai salah satu elemen penting dalam garis muqawamah. Menurut Ustaz Umar Shahab, Hizbullah saat ini berada di garis depan menghadapi Israel dan Amerika secara langsung. Beliau menyebut Hizbullah sebagai pihak yang sangat terzalimi karena mendapat serangan dari berbagai arah, baik dari Amerika, Israel, negara-negara Barat, maupun dari pihak-pihak internal yang memusuhi mereka sendiri.
Meski demikian, menurut beliau, Hizbullah tetap menunjukkan perlawanan yang luar biasa walaupun memiliki keterbatasan persenjataan dan jumlah pasukan. Ustaz Umar Shahab mengatakan bahwa semangat perjuangan mereka tidak pernah padam. Beliau juga meyakini bahwa Hizbullah pada akhirnya akan memperoleh kemenangan.
Dalam penjelasannya, beliau menyinggung berbagai laporan yang menunjukkan bahwa Israel mengalami kesulitan menghadapi perlawanan Hizbullah, meskipun Israel didukung kekuatan militer besar dari Amerika Serikat. Menurut beliau, walaupun jumlah pejuang Hizbullah relatif sedikit, mereka tetap mampu mengimbangi bahkan berpotensi mengungguli musuh-musuhnya.
Ustaz Umar Shahab kemudian mengutip ayat Al-Qur’an yang menyebut kemenangan bagi Hizbullah atau kelompok Allah.
Fa inna hizballāhi humul ghālibūn
“Sesungguhnya golongan Allah itulah yang pasti menang.” (QS. Al-Ma’idah [5]: 56)
Beliau menegaskan bahwa ayat tersebut tidak hanya berlaku secara umum bagi siapa pun yang berjuang di jalan Allah swt, tetapi juga relevan dengan para pejuang Hizbullah di Lebanon Selatan yang saat ini berada di garis depan melawan Israel. Karena itu, beliau mengajak umat Islam untuk mendukung perjuangan mereka. Menurut Ustaz Umar Shahab, orang yang mendukung Hizbullah tidak dapat disebut sebagai teroris, sebab Hizbullah berjuang demi kebenaran dan kemerdekaan serta melawan penjajahan yang dilakukan Israel.



