Dalam Seminar Kesaksian Prosesi Tasyi Ayatullah Sayyid Ali Khamenei yang digelar di ICC Jakarta pada Jumat, 17 Juli 2026, Ustaz Abdullah Beik menyampaikan bahwa peristiwa salat jenazah dan prosesi tasyi Ayatullah Sayyid Ali Khamenei diwarnai tangisan hampir seluruh orang yang hadir di jalan. Menurut beliau, tangisan itu bukanlah tangisan kelemahan, melainkan tangisan yang lahir dari cinta, protes, dan semangat perlawanan.
Ustaz Abdullah Beik menjelaskan bahwa air mata yang tampak di tengah prosesi tersebut justru menunjukkan kekuatan spiritual umat. Dalam pandangannya, tangisan para pelayat adalah bentuk seruan dan penegasan bahwa kewajiban mereka hanya satu, yakni intiqam atau pembalasan atas kezaliman. Karena itu, beliau menegaskan bahwa air mata bukan tanda ketidakberdayaan, melainkan energi yang membangkitkan kesadaran.
Beliau kemudian membandingkan suasana itu dengan kesyahidan Imam Husain as. Menurut Ustaz Abdullah Beik, sejarah mencatat bahwa tangisan atas Imam Husain as bukan membuat para tiran merasa tenang, tetapi justru membuat mereka cemas dan takut. Dari sana, beliau menilai bahwa hal serupa juga akan terjadi setelah kesyahidan Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, yakni Republik Islam Iran justru akan semakin solid, semakin kuat, dan rakyatnya akan semakin bersatu dalam menghadapi agresi Amerika Serikat dan Zionisme Israel.
Ustaz Abdullah Beik menggarisbawahi bahwa salah satu dampak besar dari kesyahidan Ayatullah Sayyid Ali Khamenei adalah perhatian dunia terhadap konsep kepemimpinan Republik Islam Iran, khususnya wilayatul faqih. Menurut beliau, konsep ini masih sering disalahpahami, bahkan oleh sebagian kalangan terpelajar. Karena itu, beliau meyakini bahwa setelah peristiwa ini akan muncul lebih banyak penelitian, disertasi, dan kajian yang berupaya memahami konsep wilayatul faqih secara lebih tepat.
Ustaz Abdullah Beik menyampaikan bahwa konsep tersebut telah terbukti tidak hanya sebagai teori, melainkan sebagai sistem yang dijalankan dan menghasilkan dampak nyata. Menurut beliau, banyak orang selama ini hanya meraba-raba atau berasumsi tentang wilayatul faqih tanpa memahaminya secara mendalam. Karena itu, beliau menilai bahwa peristiwa kesyahidan Ayatullah Sayyid Ali Khamenei akan mendorong perubahan cara pandang masyarakat dunia terhadap sistem kepemimpinan Iran.
Beliau juga mengatakan bahwa salah satu akibat besar dari peristiwa itu adalah berubahnya pandangan masyarakat dunia terhadap Syiah. Menurut Ustaz Abdullah Beik, banyak orang yang selama ini salah memahami Syiah karena distorsi media, baik media resmi maupun tidak resmi. Namun, setelah melihat langsung peristiwa yang terjadi di Republik Islam Iran, banyak pihak mulai mengubah cara pandangnya dan mengakui bahwa sebelumnya mereka memiliki pemahaman yang keliru.
Selain itu, Ustaz Abdullah Beik menilai bahwa persatuan umat Islam di dunia akan semakin kuat setelah kesyahidan Ayatullah Sayyid Ali Khamenei. Beliau menyebut bahwa persatuan tersebut merupakan keberkahan dari darah suci yang tertumpah, dan Allah swt tidak akan membiarkan darah itu sia-sia. Menurut beliau, ada hikmah ilahi di balik setiap peristiwa besar, dan salah satunya adalah tumbuhnya kesadaran untuk bersatu di tengah perbedaan.
Dalam penjelasannya, Ustaz Abdullah Beik mengutip makna bahwa orang-orang yang menginginkan keburukan di muka bumi berupaya dengan berbagai makar dan rekayasa, tetapi Allah swt juga memiliki cara-Nya sendiri untuk membalikkan semua itu menjadi kebaikan. Salah satu bentuk pembalikan itu, menurut beliau, ialah menguatnya persatuan umat Islam setelah kesyahidan Ayatullah Sayyid Ali Khamenei. Beliau menegaskan bahwa Ayatullah Sayyid Ali Khamenei sejak lama selalu menekankan pentingnya persatuan umat Islam, baik dalam forum resmi maupun dalam pertemuan-pertemuan terbatas dengan tokoh-tokoh tertentu.
Ustaz Abdullah Beik juga menyinggung pandangan Ayatullah Arafi yang, menurut beliau, menuturkan bahwa Ayatullah Sayyid Ali Khamenei sangat berpesan agar persatuan umat Islam dijadikan agenda yang terus diperjuangkan. Karena itu, beliau menilai bahwa kesyahidan Ayatullah Sayyid Ali Khamenei justru akan mempertegas kembali pesan tersebut dan menjadikannya warisan yang harus dilanjutkan.
Ustaz Abdullah Beik menegaskan bahwa cita-cita Ayatullah Sayyid Ali Khamenei adalah umat Islam dapat bersatu meski tetap memiliki perbedaan. Beliau menilai bahwa perbedaan tidak harus memecah kekuatan umat selama seluruh pihak masih berada dalam satu saf. Menurut beliau, itulah beberapa pelajaran yang akan terus muncul pasca kesyahidan Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, dan seluruhnya merupakan keberkahan bagi umat Islam secara umum.



