ICC Jakarta
No Result
View All Result
  • Home
  • Profil
    • Sambutan direktur
    • Sejarah Berdiri
  • Kegiatan
    • Berita
    • Galeri
  • Artikel
    • Akhlak
    • Alquran
    • Arsip
    • Dunia Islam
    • Kebudayan
    • Pesan Wali Faqih
    • Press Release
    • Sejarah
  • Hubungi kami
  • Login
ICC Jakarta
No Result
View All Result

Menangkal Bisikan Setan: Pesan Ustaz Umar Shahab di Majelis Taklim Zainab Al Kubro

by admin
July 31, 2025
in Berita
0 0
Share on FacebookShare on Twitter

Pada hari Rabu, 30 Juli 2025, Majelis Taklim Zainab Al-Kubro kembali diisi dengan kajian rutin yang dibawakan langsung oleh Ustaz Umar Shahab di Islamic Cultural Center (ICC). Dalam kesempatan kali ini, Ustaz Umar Shahab mengajak para jamaah merenungi bagaimana cara melindungi diri dari bisikan setan, sesuai dengan ajaran Al-Qur’an.

Ustaz Umar Shahab membuka ceramahnya dengan mengingatkan para jamaah tentang pentingnya doa yang diajarkan Al-Qur’an dalam Surah Al-Mu’minun ayat 97: “Wa qur Rabbi a‘ûdzu bika min hamazâtisy-syayâthîn” — Katakanlah: Wahai Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari bisikan-bisikan setan. Menurut Ustaz Umar Shahab, ayat ini menegaskan bahwa Allah SWT membimbing hamba-Nya untuk selalu memohon perlindungan dari gangguan yang seringkali tidak tampak.

Beliau menjelaskan bahwa Al-Qur’an memang sarat dengan doa-doa perlindungan. Surah Al-Falaq dan An-Naas pun pada hakikatnya adalah permohonan agar Allah SWT menjaga manusia dari keburukan yang kasat mata maupun yang tersembunyi. Dalam hal ini, Ustaz Umar Shahab mengingatkan kembali pesan Allah dalam Surah Fathir ayat 6: “Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagimu, maka perlakukanlah dia sebagai musuh.”

Menurut Ustaz Umar Shahab, perintah untuk memperlakukan setan sebagai musuh bukan sekadar teori. Setan senantiasa berusaha menyesatkan manusia dari jalan kebenaran. Hal ini sudah ditegaskan dalam Surah Al-A‘raf ayat 16: “Qâla fa bimâ aghwaitanî la’aq‘udanna lahum shirâthakal-mustaqîm” — Iblis berkata: Karena Engkau telah menyesatkanku, pasti aku akan selalu menghalangi mereka dari jalan-Mu yang lurus. Dengan kata lain, misi Iblis sejak diusir dari surga adalah menggoda manusia agar jauh dari jalan yang diridai Allah.

Beliau kemudian mengingatkan, persoalan terbesar manusia bukan sekadar karena setan hadir di depan mata. Justru sebaliknya, manusia kerap lengah karena tidak sadar bagaimana setan beroperasi. Jika musuhnya berupa manusia nyata seperti bangsa penjajah, tentu mudah dikenali. Namun setan tidak tampak, bisikan setan hadir melalui dorongan yang sangat halus di dalam hati manusia. Ustaz Umar Shahab mengingatkan jamaah bahwa bisikan setan bekerja melalui hawa nafsu yang menempel dalam diri setiap orang.

Beliau menegaskan, tidak jarang tipu daya setan membungkus kejahatan dengan tampilan kebaikan. Karena itulah, setiap Muslim perlu menyadari bahwa perlindungan hanya dapat diraih dengan dua cara. Pertama, senantiasa memanjatkan doa perlindungan kepada Allah SWT, sebagaimana dicontohkan dalam ayat-ayat tersebut. Kedua, memiliki kesadaran penuh untuk mengenali bisikan setan yang seringkali menyatu dengan hawa nafsu.

Dalam ceramahnya, Ustaz Umar Shahab menekankan bahwa setan bukan sekadar makhluk halus di luar diri manusia. Beliau menggambarkan, setiap manusia menyimpan potensi keburukan — layaknya potensi penyakit yang bisa aktif kapan saja. Potensi itulah yang disebut hawa nafsu. Jika tidak dikendalikan, hawa nafsu bisa berkembang menjadi ‘setan’ dalam diri manusia. Beliau mencontohkan analogi medis: setiap orang memiliki potensi terkena kanker, namun gaya hidup buruk dapat memicu sel kanker menjadi nyata. Begitu juga dengan potensi keburukan dalam jiwa manusia.

Ustaz Umar Shahab lalu mengutip Surah An-Nazi‘at ayat 40: “Wa nahan-nafsa ‘anil-hawâ” — Dan menahan diri dari (keinginan) hawa nafsu. Menurut beliau, Al-Qur’an menegaskan pentingnya pengendalian diri. Dorongan berbuat baik atau buruk selalu ada. Jika manusia membiarkan dorongan buruk mendominasi, maka ia telah menjadi bagian dari awliya setan — para pengikut atau pendukung setan.

Beliau menerangkan pembagian jiwa menurut para ulama: nafsu mutmainnah (jiwa yang tenang), nafsu lawwamah (jiwa yang selalu menyesali kesalahan), dan nafsu ammarah (jiwa yang condong kepada keburukan). Jiwa yang selalu mengikuti hawa nafsu jahat itulah yang menjadi awliya setan. Beliau menegaskan, para Nabi dan Imam suci memiliki potensi melakukan kesalahan, namun hawa nafsu mereka telah mati sejak kecil. Karena itulah mereka maksum, terjaga dari dosa.

Ustaz Umar Shahab juga menyinggung Iblis. Beliau mengingatkan bahwa Iblis awalnya adalah makhluk taat. Menurut penjelasan Imam Ali as yang dikutip oleh Ustaz Umar Shahab, Iblis telah beribadah ribuan tahun lamanya sebelum jatuh karena kesombongannya menolak sujud kepada Nabi Adam. Yang menggoda Iblis bukanlah makhluk lain, tetapi hawa nafsunya sendiri. Maka, sumber godaan terbesar manusia sesungguhnya datang dari dalam diri.

Beliau mengingatkan jamaah bahwa Iblis dan setan memiliki strategi yang amat halus. Mereka tidak harus merasuki secara fisik, cukup dengan membisikkan godaan pada kelemahan manusia: sifat egois, cinta dunia, kemalasan, dan keinginan instan. Semua itu dijadikan pintu masuk agar manusia berpaling dari kebaikan.

Menurut Ustaz Umar Shahab, cara terbaik melawan bisikan setan adalah dengan berjihad melawan hawa nafsu, yang disebut jihadun nafs. Inilah bentuk jihad terbesar, karena musuhnya bukan orang lain, melainkan diri sendiri. Beliau menutup kajian dengan menegaskan bahwa majelis ilmu seperti Majelis Taklim Zainab Al Kubro adalah salah satu bentuk jihadun nafs, karena setiap orang di dalamnya sedang berjuang menundukkan hawa nafsu dan menegakkan kebaikan di tengah bisikan-bisikan jahat.

admin

admin

Related Posts

Khutbah Jumat ICC Jakarta: Syaikh Mohammad Sharifani Tekankan Kedudukan Istighfar dan Nikmat Kehadiran Rasulullah SAW
Berita

Khutbah Jumat ICC Jakarta: Syaikh Mohammad Sharifani Tekankan Kedudukan Istighfar dan Nikmat Kehadiran Rasulullah SAW

August 29, 2025

Pada hari Jumat, 29 Agustus 2025, Direktur ICC Jakarta, Syaikh Mohammad Sharifani, menyampaikan khutbah Jumat yang diterjemahkan oleh Ustaz Hafidh...

Kelas Tafsir Tartibi ICC Jakarta: Syaikh Mohammad Sharifani Mengungkap Sifat Munafik dan Panggilan Ibadah dalam Surah Al-Baqarah Ayat 17–22
Berita

Kelas Tafsir Tartibi ICC Jakarta: Syaikh Mohammad Sharifani Mengungkap Sifat Munafik dan Panggilan Ibadah dalam Surah Al-Baqarah Ayat 17–22

August 29, 2025

Kelas Tafsir Al-Qur’an Tartibi ICC Jakarta kembali diselenggarakan pada Jumat, 29 Agustus 2025, pukul 14.00 WIB di Aula ICC Jakarta....

Kajian Tafsir Maudhu’i ICC Jakarta: Syaikh Mohammad Sharifani Menjelaskan Keikhlasan dalam Pandangan Al-Qur’an
Berita

Kajian Tafsir Maudhu’i ICC Jakarta: Syaikh Mohammad Sharifani Menjelaskan Keikhlasan dalam Pandangan Al-Qur’an

August 28, 2025

Kelas Tafsir Al-Qur’an Maudhu’i ICC Jakarta kembali diselenggarakan pada Kamis malam, 28 Agustus 2025, bertepatan dengan malam Jumat, bertempat di...

Madrasah Akhlak Luqman al-Hakim: Kajian Surah Luqman 12–19 di Majelis Taklim Akhwat ICC Zainab Al-Kubro
Berita

Madrasah Akhlak Luqman al-Hakim: Kajian Surah Luqman 12–19 di Majelis Taklim Akhwat ICC Zainab Al-Kubro

August 27, 2025

Majelis Taklim Akhwat ICC – Zainab Al-Kubro kembali digelar pada Rabu, 27 Agustus 2025, pukul 10.00 WIB di Aula ICC...

ICC Jakarta dan ITB Ahmad Dahlan Bahas Kerja Sama Pendidikan dan Keilmuan
Berita

ICC Jakarta dan ITB Ahmad Dahlan Bahas Kerja Sama Pendidikan dan Keilmuan

August 26, 2025

Islamic Cultural Center (ICC) Jakarta melakukan kunjungan ke Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Ahmad Dahlan Jakarta. Kunjungan ini dipimpin oleh...

Kelas Tafsir Tartibi ICC: Syeikh Mohammad Sharifani Kupas Tuntas Karakter Orang Munafik
Berita

Kelas Tafsir Tartibi ICC: Syeikh Mohammad Sharifani Kupas Tuntas Karakter Orang Munafik

August 25, 2025

ICC Jakarta menyelenggarakan Kelas Tafsir Qur’an Tartîbî pada Jumat, 22 Agustus 2025 di Aula ICC Jakarta bersama Syaikh Mohammad Sharifani...

Next Post
Makna Bala, Musibah, dan Nahas: Pesan Ustaz Hafidh Alkaf di Khutbah Jumat ICC Jakarta

Makna Bala, Musibah, dan Nahas: Pesan Ustaz Hafidh Alkaf di Khutbah Jumat ICC Jakarta

Silaturahmi ICC Jakarta ke MUI Sulsel: Pererat Ukhuwah dan Buka Ruang Kolaborasi

Silaturahmi ICC Jakarta ke MUI Sulsel: Pererat Ukhuwah dan Buka Ruang Kolaborasi

Shirathal Mustaqim dalam Kajian Ahlul Bait Majelis Taklim Akhwat ICC – Zainab Al-Kubro (Bagian Pertama)

Shirathal Mustaqim dalam Kajian Ahlul Bait Majelis Taklim Akhwat ICC – Zainab Al-Kubro (Bagian Pertama)

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ICC Jakarta

Jl. Hj. Tutty Alawiyah No. 35, RT.1/RW.7, Pejaten Barat.
Pasar Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12510

Telepon: (021) 7996767
Email: iccjakarta59@gmail.com

Term & Condition

Agenda

[tribe_events_list]

HUBUNGI KAMI

Facebook
Telegram

Jadwal Salat Hari Ini

sumber : falak-abi.id
  • Lintang: -6.1756556° Bujur: 106.8405838°
    Elevasi: 10.22 mdpl
Senin, 26 Desember 2022
Fajr04:23:34   WIB
Sunrise05:38:32   WIB
Dhuhr11:53:01   WIB
Sunset18:07:31   WIB
Maghrib18:23:39   WIB
Midnight23:15:32   WIB
  • Menurut Imam Ali Khamenei, diharuskan berhati-hati dalam hal waktu salat Subuh (tidak berlaku untuk puasa) dengan menambah 6-7 menit setelah waktu diatas

© 2022 ICC - Jakarta

No Result
View All Result
  • Home
  • Profil
    • Sambutan direktur
    • Sejarah Berdiri
  • Kegiatan
    • Berita
    • Galeri
  • Artikel
    • Akhlak
    • Alquran
    • Arsip
    • Dunia Islam
    • Kebudayan
    • Pesan Wali Faqih
    • Press Release
    • Sejarah
  • Hubungi kami

© 2022 ICC - Jakarta

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist