ICC Jakarta
No Result
View All Result
  • Home
  • Profil
    • Sambutan direktur
    • Sejarah Berdiri
  • Kegiatan
    • Berita
    • Galeri
  • Artikel
    • Akhlak
    • Alquran
    • Arsip
    • Dunia Islam
    • Kebudayan
    • Pesan Wali Faqih
    • Press Release
    • Sejarah
  • Hubungi kami
  • Login
ICC Jakarta
No Result
View All Result

Peperangan Abadi, Asyura.

by admin
March 2, 2023
in Ahlulbait, Arsip, Maarif Islam
0 0
Share on FacebookShare on Twitter

Dalam surat Fathir, disebutkan bahwa setan adalah musuh yang nyata. Maka, sudah semestinya juga kita menempatkannya sebagai musuh kita. Karena setan hanya memanggil sesamanya.

Allah memerintahkan agar kita menegaskan posisi dan identitas kita, yakni sebagai mukmin. Ketika setan memakai pakaian kesombongan, maka mukmin, hendaklah memakai pakaian tawaddu’. Ketika setan memakai jubah keserakahan, maka mukmin harus memakai jubah syukurnya. Dan ketika setan menebarkan fitnah, tuduhan, dan keburukan di antara sesama; maka mukmin harus menebarkan kebaikan, kebenaran, dan kejujuran. Yang intinya bahwa para mukminin harus menunjukkan identitasnya sebagaimana mestinya.

Sayangnya, kaum muslimin mulai terjebak untuk tidak mengindahkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupannya sehari-hari di keluarga, masyarakat, bahkan bernegara.

Amirul Mukminin berkata: saya tidak melihat bahwa banyak orang yang mengejarnya. Saya juga tidak melihat banyak oranng yang melarikan diri dari neraka. Artinya, hanya sedikit sekali orang yang mengejar keridhaan Ilahi, dan tidak menanggalkan kemaksiatan, keburukan, dan hal-hal yang berlawanan dengan nilai-nilai Islam.

Pengaruh setan, tentu bukan hanya yang berasal dari golongan jin, melainkan juga dari golongan manusia. Kita melihat manusia, saat-saat ini, dipengaruhi oleh lagu-lagu, film-film, dan kebudayaan yang merusak. Setan mempengaruhi manusia dengan cara yang terang-terangan dan juga dengan cara yang halus. Dengan pemaksaan secara kasar, yakni ketika manusia dalam keadaan lemah. Namun, jika manusia memiliki kekuatan yang besar, maka setan (musuh) menggunakan cara yang halus, yang kemudian kita kenal dengan perang lunak.

Imam Ali Khamenei mengingatkan kita bahwa hendaknya kita menyadari peperangan yang sangat nyata, meski kita kadang tidak merasakannya. Melalui dunia pendidikan, misalnya, yang menargetkan anak-anak, perempuan, kaum lelaki, dan bahkan para orang tua. Mereka merusak kebudayaan kita; cara kita berkeluarga; bagaimana kita memperlakukan suami/istri, anak, sahabat, bahkan orang tua; semua menjadi target setan untuk merusak kita.

Karbala bukan hanya definisi kesetiaan dan perjuangan, melainkan ia adalah demonstrasi dan wujud aksi dari kesetiaan. Tragediyang justru menjadikan orang tercengang ketika menyaksikannya, ia justru menyadarkan orang-orang yang lalai. Musuh-musuh Islam takut dengan madrasah karbala Husaini. Bukan karena ini hanyalah narasi, melainkan madrasah ini mengajarkan bagaimana menjadi mukmin yang setia, pemberani, dan memiliki nilai-nilai luhur Muhammadi.

Sehingga, musuh melakukan berbagai upaya. Mulai dari menyederhanakan kebesaran dan keagungan karbala, misalnya dengan mengatakan bahwa karbala hanyalah peperangan biasa. Dianggap wajar, bahwa ada yang terbunuh dan ada yang membunuh. Mereka lupa bahwa dalam Islam, peperangan tidak sesederhana itu. Tempat dan waktu, harus ditentukan, pasukan dan persenjataan juga harus disiapkan. Tetapi yang Imam Husain lakukan bukan itu semua. Kedua, Imam Husain menyertakan anak, istri, bahkan bayinya dalam perjalanannya tersebut. Sehingga mustahil, jika itu adalah peperangan yang direncanakan. Melainkan yang terjadi saat itu, adalah pembantaian sehingga hukum dan peraturan perang tidak berlaku untuk peristiwa itu.

Imam Husain mengatakan, “Yang sepertiku, tidak akan berbaiat kepada yang seperti dia”. Imam tidak mengatakan “saya”, tetapi “yang seperti saya”. Artinya, peperangan husaini, bukan hanya fenomena saat itu saja.

Di segala lini, kita harus pastikan bahwa “Husain” yang melawan “Yazid” di kehidupan kita. Nilai-nilai ini hanya dapat terwujud dari madrasah karbala. Maka, ketika hadir dalam majlis Muharram, ajaklah keluarga dan anak-anak kita. Kita dorong dan ajak keluarga dan anak-anak kita untuk dapat merasakan semangat dari Aba Abdillah al Husain, maka semoga kita dan generasi muda kita dapat menjadi pembela dan menjadi sebab dipercepatnya kemenangan Imam Mahdi afs. Karena jalan menuju surga, adalah jalan yang terjal, maka untuk mencapainya, perlu keberanian dan ketegaran tekad husaini.

admin

admin

Related Posts

KEYAKINAN KAMI (IMAMIYAH) TERHADAP KETAATAN KEPADA PARA IMAM AS
Teologi

KEYAKINAN KAMI (IMAMIYAH) TERHADAP KETAATAN KEPADA PARA IMAM AS

August 29, 2025

Oleh: Syekh Muhammad Ridha Muzhaffar Kami meyakini bahwa para Imam adalah para pemilik otoritas (ulil amri) yang telah diperintahkan Allah...

HAK-HAK MASYARAKAT DALAM HADIS NABI SAW
Maarif Islam

HAK-HAK MASYARAKAT DALAM HADIS NABI SAW

August 29, 2025

Oleh: Sayid Sa’id Kazhim al-‘Adzari Rasulullah saw dan Ahlulbaitnya as telah menekankan pentingnya tolong-menolong, kerja sama, saling berhubungan, dan saling...

AKIDAH KITA (IMAMIYAH) TENTANG HAK SEORANG MUSLIM ATAS MUSLIM LAINNYA
Teologi

AKIDAH KITA (IMAMIYAH) TENTANG HAK SEORANG MUSLIM ATAS MUSLIM LAINNYA

August 29, 2025

Oleh: Syekh Muhammad Ridha Muzhaffar Sesungguhnya salah satu hal paling agung dan indah yang diserukan oleh agama Islam adalah persaudaraan...

BIGORAFI DAN RIWAYAT-RIWAYAT TENTANG KEAGUNGAN AKHLAK DAN ADAB RASULULLAH SAW
Ahlulbait

BIGORAFI DAN RIWAYAT-RIWAYAT TENTANG KEAGUNGAN AKHLAK DAN ADAB RASULULLAH SAW

August 29, 2025

Oleh: Syekh Ja’far Hadi   Berikut ini kami paparkan beberapa informasi ringkas mengenai Nabi Muhammad Rasulullah saw.   Nama dan...

RASUL YANG AGUNG SAW: PENYULUT CAHAYA KEIMANAN
Ahlulbait

RASUL YANG AGUNG SAW: PENYULUT CAHAYA KEIMANAN

August 28, 2025

Oleh: Sayid Muhammad Taqi Mudarrisi   Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang “Mahasuci (Allah) yang telah menurunkan...

MENETAPKAN OTORITAS PARA FAKIH (AHLI FIKIH)
Fikih

MENETAPKAN OTORITAS PARA FAKIH (AHLI FIKIH)

August 28, 2025

Karya: Muhammad Husain Ali al-Shaghir Syariat Islam telah mengalami kemunduran besar yang setara dengan bencana kemanusiaan, yakni ketika Ahlulbait as...

Next Post

MAJELIS ASYURA ,IMAM HUSAIN, KEBENARAN LINTAS ZAMAN

Tiga Pelajaran Penting dari Peristiwa Asyura

Mengharap Al-Husain Memintakan Ampunan Allah Swt untuk Kita

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ICC Jakarta

Jl. Hj. Tutty Alawiyah No. 35, RT.1/RW.7, Pejaten Barat.
Pasar Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12510

Telepon: (021) 7996767
Email: iccjakarta59@gmail.com

Term & Condition

Agenda

[tribe_events_list]

HUBUNGI KAMI

Facebook
Telegram

Jadwal Salat Hari Ini

sumber : falak-abi.id
  • Lintang: -6.1756556° Bujur: 106.8405838°
    Elevasi: 10.22 mdpl
Senin, 26 Desember 2022
Fajr04:23:34   WIB
Sunrise05:38:32   WIB
Dhuhr11:53:01   WIB
Sunset18:07:31   WIB
Maghrib18:23:39   WIB
Midnight23:15:32   WIB
  • Menurut Imam Ali Khamenei, diharuskan berhati-hati dalam hal waktu salat Subuh (tidak berlaku untuk puasa) dengan menambah 6-7 menit setelah waktu diatas

© 2022 ICC - Jakarta

No Result
View All Result
  • Home
  • Profil
    • Sambutan direktur
    • Sejarah Berdiri
  • Kegiatan
    • Berita
    • Galeri
  • Artikel
    • Akhlak
    • Alquran
    • Arsip
    • Dunia Islam
    • Kebudayan
    • Pesan Wali Faqih
    • Press Release
    • Sejarah
  • Hubungi kami

© 2022 ICC - Jakarta

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist