ICC Jakarta
No Result
View All Result
  • Home
  • Profil
    • Sambutan direktur
    • Sejarah Berdiri
  • Kegiatan
    • Berita
    • Galeri
  • Artikel
    • Akhlak
    • Alquran
    • Arsip
    • Dunia Islam
    • Kebudayan
    • Pesan Wali Faqih
    • Press Release
    • Sejarah
  • Hubungi kami
  • Login
ICC Jakarta
No Result
View All Result

Arbain Imam Husain as dan Fenomena Budaya

by admin
September 5, 2023
in Kebudayan
0 0
Share on FacebookShare on Twitter

Arbain Imam Husain as, juga dikenal sebagai Arbaeen, adalah budaya yang sangat penting untuk dipelajari oleh umat Muslim. Peristiwa Arbain memperingati hari ke-40 setelah syahidnya Imam Husain as as, cucu Nabi Muhammad, dalam Pertempuran Karbala pada tahun 680 M. Peristiwa ini memiliki makna budaya dan agama yang mendalam karena mencerminkan nilai-nilai pengorbanan, kesyahidan, dan kesabaran.

Arbain adalah fenomena budaya luar biasa yang menarik jutaan orang dari seluruh dunia ke kota Karbala di Irak. Ini dianggap sebagai ziarah tahunan terbesar di dunia, bahkan jumlah peziarah melebihi ziarah haji ke Mekah. Ziarah ke Karbala selama Arbain adalah tampilan unik dari iman, kesatuan, dan pengabdian.

Jika direnungkan, Arbain Imam Husain as memiliki banyak segi. Ini berfungsi sebagai sarana untuk merefleksikan spiritualitas dan wahana untuk mengungkapkan duka atas pengorbanan Imam Husain as as dan para sahabatnya. Suasana pada saat ini penuh kekhidmatan, ketika para peziarah memulai perjalanan refleksi diri, mencari pengampunan dan peningkatan spiritual.

Prosesi Ziarah Ini seakan menjadi praktik nyata ayat Al-Quran Surat Al-Insan ayat 8-9

وَيُطۡعِمُوۡنَ الطَّعَامَ عَلٰى حُبِّهٖ مِسۡكِيۡنًا وَّيَتِيۡمًا وَّاَسِيۡرًا  *

اِنَّمَا نُطۡعِمُكُمۡ لِـوَجۡهِ اللّٰهِ لَا نُرِيۡدُ مِنۡكُمۡ جَزَآءً وَّلَا شُكُوۡرًا‏*

Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan, (sambil berkata), “Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah karena mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak mengharap balasan dan terima kasih dari kamu.

Ziarah itu sendiri merupakan bukti kuatnya ikatan budaya yang menghubungkan kaum muslimin. Para peziarah datang dari berbagai latar belakang, budaya, dan kebangsaan, namun mereka bersatu dalam kecintaan mereka kepada Imam Husain as dan komitmen mereka untuk menjunjung tinggi nilai-nilainya. Perjalanan ke Karbala menumbuhkan rasa kebersamaan dan solidaritas di antara para peziarah, yang berbagi pengalaman, cerita, dan doa sepanjang perjalanan.

Selama ziarah Arbain, kota Karbala berubah menjadi pusat kegiatan budaya. Jalanan dihiasi dengan spanduk, bendera, dan simbol yang mewakili Imam Husain as dan prinsip-prinsipnya. Prosesi tradisional yang disebut “Ziyarah” berlangsung, di mana para peziarah berbaris menuju tempat suci Imam Husain as, membacakan doa dan senandung duka.

Selain ibadah, aspek budaya dalam Arbain juga sangat menonjol. Komunitas lokal menyediakan makanan, air, dan tempat tinggal bagi jutaan peziarah, menunjukkan semangat keramahtamahan dan kemurahan hati yang berakar dalam budaya daerah tersebut. Beragam pentas dan puisi tradisional ditampilkan, menyampaikan kisah-kisah Imam Husain as dan membangkitkan rasa hubungan emosional.

Arbain Imam Husain as juga berfungsi sebagai wadah untuk mendorong inisiatif sosial dan amal. Banyak jamaah yang memanfaatkan kesempatan ini untuk terlibat dalam tindakan amal dan kesukarelaan, memberikan bantuan medis, mendistribusikan makanan, dan menawarkan bentuk bantuan lain kepada sesama jamaah. Semangat memberi ini mencerminkan ajaran Imam Husain as dan meningkatkan persatuan dan kasih sayang di antara masyarakat.

Kesimpulannya, Arbain Imam Husain as bukan hanya sebuah perayaan keagamaan tetapi juga sebuah fenomena budaya yang sangat penting bagi umat Islam. Ini adalah masa peringatan, refleksi, dan solidaritas, di mana jutaan orang berkumpul untuk menghormati pengorbanan Imam Husain as. Aspek budaya Arbain, termasuk ziarah, aktivitas budaya, dan kegiatan amal, berkontribusi pada kekayaan permadani acara ini. Melalui Arbain, warisan Imam Husain as dan nilai-nilai yang dipegangnya terus menginspirasi dan membentuk identitas budaya kaum muslimin di seluruh dunia.

admin

admin

Related Posts

Kiai Saleh Darat: Ulama Visioner, Guru Para Kiai, dan Inspirasi RA Kartini
Islam Nusantara

Kiai Saleh Darat: Ulama Visioner, Guru Para Kiai, dan Inspirasi RA Kartini

August 28, 2025

Pendahuluan Sejarah Islam di Jawa tidak bisa dilepaskan dari peran para ulama yang tidak hanya berdakwah, tetapi juga membangun basis...

Karawitan Jawa: Nada-Nada Abadi Penjaga Jiwa dan Budaya
Kebudayan

Karawitan Jawa: Nada-Nada Abadi Penjaga Jiwa dan Budaya

August 26, 2025

  Di tengah derasnya arus musik digital dan tren global, karawitan Jawa hadir sebagai suara yang lembut, menenangkan, dan penuh...

Epistemologi Rasa: Membandingkan Pemikiran Ki Ageng Suryomentaram dan KPPH Mustopa dalam Tradisi Jawa dan Sunda
Islam Nusantara

Epistemologi Rasa: Membandingkan Pemikiran Ki Ageng Suryomentaram dan KPPH Mustopa dalam Tradisi Jawa dan Sunda

August 25, 2025

Pendahuluan Indonesia memiliki kekayaan intelektual dan budaya yang lahir dari para pujangga, ulama, dan budayawan yang tidak hanya berkarya dalam...

Bagaimana Kebudayaan Berkembang? Perspektif Filsafat Muhammad Taqi Ja‘fari
Kebudayan

Bagaimana Kebudayaan Berkembang? Perspektif Filsafat Muhammad Taqi Ja‘fari

August 22, 2025

Pendahuluan Kata kebudayaan mungkin terdengar akrab di telinga kita, apalagi di era globalisasi dan media sosial yang begitu cepat membentuk...

Tirakat dalam Budaya Jawa: Pendekatan Filsafat Perennial
Islam Nusantara

Tirakat dalam Budaya Jawa: Pendekatan Filsafat Perennial

August 20, 2025

Pendahuluan Budaya Jawa dikenal kaya dengan simbol, laku spiritual, dan filosofi hidup yang sarat makna. Salah satu aspek penting dari...

Filsafat Stoa dan Relevansinya dengan Pandangan Ronggowarsito III
Islam Nusantara

Filsafat Stoa dan Relevansinya dengan Pandangan Ronggowarsito III

August 19, 2025

Filsafat Stoa dan Relevansinya dengan Pandangan Ronggowarsito III Pendahuluan Filsafat adalah refleksi mendalam tentang kehidupan, kebahagiaan, dan makna eksistensi. Sejak...

Next Post
BRIN dan ICC Jakarta Gelar Diskusi Wahdatul Wujud Hamzah Fansuri dan Mulla Sadra

BRIN dan ICC Jakarta Gelar Diskusi Wahdatul Wujud Hamzah Fansuri dan Mulla Sadra

Arbain 2023

Arbain 2023

Al-Qur’an dan Do’a Kumail (Bagian 1)

Al-Qur’an dan Do’a Kumail (Bagian 1)

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ICC Jakarta

Jl. Hj. Tutty Alawiyah No. 35, RT.1/RW.7, Pejaten Barat.
Pasar Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12510

Telepon: (021) 7996767
Email: iccjakarta59@gmail.com

Term & Condition

Agenda

[tribe_events_list]

HUBUNGI KAMI

Facebook
Telegram

Jadwal Salat Hari Ini

sumber : falak-abi.id
  • Lintang: -6.1756556° Bujur: 106.8405838°
    Elevasi: 10.22 mdpl
Senin, 26 Desember 2022
Fajr04:23:34   WIB
Sunrise05:38:32   WIB
Dhuhr11:53:01   WIB
Sunset18:07:31   WIB
Maghrib18:23:39   WIB
Midnight23:15:32   WIB
  • Menurut Imam Ali Khamenei, diharuskan berhati-hati dalam hal waktu salat Subuh (tidak berlaku untuk puasa) dengan menambah 6-7 menit setelah waktu diatas

© 2022 ICC - Jakarta

No Result
View All Result
  • Home
  • Profil
    • Sambutan direktur
    • Sejarah Berdiri
  • Kegiatan
    • Berita
    • Galeri
  • Artikel
    • Akhlak
    • Alquran
    • Arsip
    • Dunia Islam
    • Kebudayan
    • Pesan Wali Faqih
    • Press Release
    • Sejarah
  • Hubungi kami

© 2022 ICC - Jakarta

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist