ICC Jakarta
No Result
View All Result
  • Home
  • Profil
    • Sambutan direktur
    • Sejarah Berdiri
  • Kegiatan
    • Berita
    • Galeri
  • Artikel
    • Akhlak
    • Alquran
    • Arsip
    • Dunia Islam
    • Kebudayan
    • Pesan Wali Faqih
    • Press Release
    • Sejarah
  • Hubungi kami
  • Login
ICC Jakarta
No Result
View All Result

Larangan Tertawa Terbahak-bahak

by admin
April 3, 2018
in Akhlak
0 0
Share on FacebookShare on Twitter

ICC Jakarta – Dalam riwayat dari Abi Ja’far berkata bahwa: Bila kau telah selesai tertawa terbahak-bahak berdoalah (ya Allah janganlah kau memurkaiku (Al Kafi jil. 2, hal. 487).

Dalam riwayat ini, terdapat dua persoalan yang harus disampaikan sebagai berikut:

  1. Salah satu instruksi umum Islam kepada umatnya supaya mereka dapat tampil dengan riang dan gembira di hadapan khalayak ramai. Menunjukkan wajah masam dan kusut tidak dianjurkan dalam Islam.[2]  Namun hal yang patut diperhatikan di sini adalah bahwa seorang Muslim ketika ia menampakkan secara lahir wajah riang dan gembira, dari sisi batin ia harus memiliki kesedihan dan kepiluan.[3]Masalah kesedihan batin merupakan salah satu pembahasan penting yang dibahas oleh ahli makrifat semenjak dulu dan analisa-analisa filosofis dan irfani telah dikemukakan dalam hal ini. Mengutip Rumi, yang juga menyinggung tentang kesedihan dan kepiluan batin ini tatkala ia berkata lirih, “
“Dengarlah hikayat seruling bambu yang mengeluhkan akan perpisahan.”
Manusia apabila menaruh perhatian terhadap esensi dirinya dan mengetahui bahwa substansi wujudnya bersumber dari alam kudus dan merupakan unggas taman surgawi, maka ia akan melihat dunia sebagai penjara gelap baginya.[4]
Akan tetapi harus dicermati bahwa kesedihan batin ini bukan hanya tidak mendatangkan stress dan penyakit-penyakit mental, bahkan kesedihan ini akan menghilangkan stress dan mengobati penyakit-penyakit mental yang diderita manusia.
Dengan kata lain, kesedihan ini akan menyebabkan kegembiraan hakiki dan merupakan fondasi keceriaan sejati. Contoh nyata dari kondisi seperti ini dapat kita temukan dalam rentang sejarah orang-orang beriman dan manusia-manusia Ilahi; sebagiamana pada masa kini juga banyak kenangan yang diukir oleh para pejuang Islam dan para syahid perang pembelaan suci Iran yang berjuang dengan gigih dan gagah berana selama 8 tahun melawan invasi Irak. Hal ini juga diamini oleh sebagian psikolog bahwa pada struktur wujud manusia terdapat sejenis kegelisahan dan keterasingan. Manusia adalah sebuah entitas yang senantiasa ingin lari dari kesedihan dan berharap untuk dapat terlepas darinya. Ia tidak merasa tenang dan senantiasa berupaya untuk dapat memenangkan keterasingan dan alineasi ini. Para ilmuan ini menyimpulkan bahwa kesedihan akibat alineasi, merupakan tanda dan contoh serta pengantar dari partisipasi manusia dalam memasuki sebuah sistem kehidupan yang abadi dimana dalam sistem itu musibah tidak lagi menjadi aturan hidup dan kematian tidak lagi menguasai.[5]
  1. Terkait dengan kandungan dan makna riwayat ini; yang dimaksud dengan tertawa terbahak-bahak merupakan tanda kegembiraan yang melewati batas dan mengisahkan tentang sebuah tingkatan dari kelalaian manusia; sementara dalam Islam kegembiraan yang melewati batas mendapat celaan dan kecaman.
Dalam beberapa riwayat dijelaskan bahwa apabila kematian itu merupakan sesuatu yang nicaya akan datang menjemput lantas mengapa manusia harus sangat bergembira? Dan apabila setan merupakan musuh manusia lantas mengapa manusia dapat lalai?[6] Kegembiraan dan keceriaan hakiki manusia adalah tatkala manusia mengetahui dengan pasti bahwa tiada bahaya yang akan datang mengancamnya dan sampai pada ketenangan mutlak  dan masa itu adalah masa ketika manusia masuk ke dalam surga dan terlepas dari kejahatan setan dan neraka. Bagaimanapun kandungan riwayat dan temuan-temuan psikologi serta analisa-analisa filosofis dan irfan dalam hal ini tetap berjalan seiring dan sejalan. [iQuest]

[1]. Muhammad Yakub Kulaini, al-Kâfi, jil. 2, hal. 664, Dar al-Kutub al-Islamiyah, Tehran, 1407 H.
«مُحَمَّدُ بْنُ یَحْیَى عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُحَمَّدٍ عَنْ عَلِیِّ بْنِ الْحَکَمِ عَنْ أَبَانِ بْنِ عُثْمَانَ عَنْ خَالِدِ بْنِ طَهْمَانَ عَنْ أَبِی جَعْفَرٍ (ع) قَالَ: إِذَا قَهْقَهْتَ فَقُلْ حِینَ تَفْرُغُ اللَّهُمَّ لَا تَمْقُتْنِی»‏.
[2]. Untuk telaah lebih jauh, silahkan lihat, Pertanyaan 13334 (Senang dan Gembira dalam Islam) dan 2830 (Menyebarkan Kesedihan dan Kepiluan).
[3]. Al-Kafi, jil. 2, hal. 132.
[4]. Syaikh Hurr Amili, Tafshil Wasâil al-Syi’ah ila Tahshil Masâil al-Syari’ah, jil. 16, hal. 17, Muassasah Alu al-Bait As, Qum, Cetakan Pertama, 1409 H.
«مُحَمَّدُ بْنُ عَلِیِّ بْنِ الْحُسَیْنِ بِإِسْنَادِهِ عَنْ حَمَّادِ بْنِ عَمْرٍو وَ أَنَسِ بْنِ مُحَمَّدٍ عَنْ أَبِیهِ عَنْ جَعْفَرِ بْنِ مُحَمَّدٍ عَنْ آبَائِهِ (ع) فِی وَصِیَّةِ النَّبِیِّ (ص) لِعَلِیٍّ (ع) قَالَ: یَا عَلِیُّ إِنَّ الدُّنْیَا سِجْنُ الْمُؤْمِنِ وَ جَنَّةُ الْکَافِر».
[5]. Silahkan lihat, Gabriel Marcel, Sam Keen, terjemahan Persia oleh Mustafa Malikiyan, hal. 40, sesuai nukilan dari Muhsin Jawadi dan Ali Ridha Amini, Ma’ârif Islâmi, jil. 2, hal. 14, Nahad Nemayandegi Wali Faqih Dar Danesygah, Qum, 1383 S.
[6]. Muhammad bin Ali Ibnu Babawaih, Syaikh Shaduq, Man La Yahdhuruhu al-Faqih, jil. 4, hal. 393, Daftar Intisyarat Islami, Qum, Cetakan Kedua, 1413 H.
. «وَ رَوَى مُحَمَّدُ بْنُ زِیَادٍ الْأَزْدِیُّ عَنْ أَبَانِ بْنِ عُثْمَانَ الْأَحْمَرِ عَنِ الصَّادِقِ جَعْفَرِ بْنِ مُحَمَّدٍ (ع)‏ أَنَّهُ جَاءَ إِلَیْهِ رَجُلٌ فَقَالَ لَهُ بِأَبِی أَنْتَ وَ أُمِّی یَا ابْنَ رَسُولِ اللَّهِ عَلِّمْنِی مَوْعِظَةً فَقَالَ لَهُ (ع) إِنْ کَانَ اللَّهُ تَبَارَکَ وَ تَعَالَى قَدْ تَکَفَّلَ بِالرِّزْقِ فَاهْتِمَامُکَ لِمَا ذَا وَ إِنْ کَانَ الرِّزْقُ مَقْسُوماً فَالْحِرْصُ لِمَا ذَا وَ إِنْ کَانَ الْحِسَابُ حَقّاً فَالْجَمْعُ لِمَا ذَا وَ إِنْ کَانَ الْخَلَفُ‏ مِنَ اللَّهِ عَزَّ وَ جَلَّ حَقّاً فَالْبُخْلُ لِمَا ذَا وَ إِنْ کَانَتِ الْعُقُوبَةُ مِنَ اللَّهِ عَزَّ وَ جَلَّ النَّارَ فَالْمَعْصِیَةُ لِمَا ذَا وَ إِنْ کَانَ الْمَوْتُ حَقّاً فَالْفَرَحُ‏ لِمَا ذَا وَ إِنْ کَانَ الْعَرْضُ عَلَى اللَّهِ عَزَّ وَ جَلَّ حَقّاً فَالْمَکْرُ لِمَا ذَا وَ إِنْ کَانَ الشَّیْطَانُ عَدُوّاً فَالْغَفْلَةُ لِمَا ذَا وَ إِنْ کَانَ الْمَمَرُّ عَلَى الصِّرَاطِ حَقّاً فَالْعُجْبُ لِمَا ذَا وَ إِنْ کَانَ کُلُّ شَیْ‏ءٍ بِقَضَاءٍ مِنَ اللَّهِ وَ قَدَرِهِ فَالْحُزْنُ لِمَا ذَا وَ إِنْ کَانَتِ الدُّنْیَا فَانِیَةً فَالطُّمَأْنِینَةُ إِلَیْهَا».
Tags: slide
admin

admin

Related Posts

Semua Mukmin Bersaudara: Menjaga Persatuan dalam Islam Menurut Surah Al-Hujurat   
Akhlak

Semua Mukmin Bersaudara: Menjaga Persatuan dalam Islam Menurut Surah Al-Hujurat  

August 28, 2025

Persaudaraan dalam Islam: Landasan dari Alquran Islam menegaskan bahwa seluruh orang mukmin adalah bersaudara. Ikatan ini bukan hanya sekadar persahabatan...

Nilai-Nilai Insaniah dalam Islam: Jalan Menuju Kesempurnaan Manusia
Akhlak

Nilai-Nilai Insaniah dalam Islam: Jalan Menuju Kesempurnaan Manusia

August 26, 2025

  Pendahuluan Setiap manusia diciptakan dengan dua sisi: diri hewani dan diri insani. Diri hewani mewakili kebutuhan jasmani seperti makan,...

Penyucian Jiwa dan Falsafah Kenabian: Inti Pembinaan Diri dalam Islam
Akhlak

Penyucian Jiwa dan Falsafah Kenabian: Inti Pembinaan Diri dalam Islam

August 25, 2025

Pendahuluan Setiap agama memiliki ajaran moral, tetapi Islam memberikan perhatian yang sangat besar terhadap penyucian jiwa (tazkiyatun nafs). Ajaran ini...

Etika Lingkungan Hidup dalam Pandangan Islam
Akhlak

Etika Lingkungan Hidup dalam Pandangan Islam

August 22, 2025

Krisis Lingkungan: Masalah Kita Bersama Dunia hari ini menghadapi krisis lingkungan: perubahan iklim, hutan gundul, polusi, hingga punahnya spesies. Banyak...

Makna dan Dampak Kemaksiatan dalam Kehidupan Manusia Menurut Islam
Akhlak

Makna dan Dampak Kemaksiatan dalam Kehidupan Manusia Menurut Islam

August 20, 2025

Pendahuluan Dalam kehidupan manusia, keamanan, ketenangan, dan ketenteraman merupakan dambaan setiap individu maupun masyarakat. Islam, melalui penerapan hukum Allah Swt,...

Skema Umum Etika dalam Mazhab Syi’ah: Konsep Manusia, Akhlak, dan Jalan Menuju Kesempurnaan
Akhlak

Skema Umum Etika dalam Mazhab Syi’ah: Konsep Manusia, Akhlak, dan Jalan Menuju Kesempurnaan

August 19, 2025

  Pendahuluan Etika atau akhlak adalah salah satu pilar utama dalam ajaran Islam. Selain akidah (keimanan) dan syariat (hukum-hukum ibadah...

Next Post

Amanah dalam Pandangan al-Qur'an dan Riwayat

Hak-hak Bersama antara Perempuan dan Laki-laki Bagian 1

Sebaik-baik Kesucian Menurut Imam Ali

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ICC Jakarta

Jl. Hj. Tutty Alawiyah No. 35, RT.1/RW.7, Pejaten Barat.
Pasar Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12510

Telepon: (021) 7996767
Email: iccjakarta59@gmail.com

Term & Condition

Agenda

[tribe_events_list]

HUBUNGI KAMI

Facebook
Telegram

Jadwal Salat Hari Ini

sumber : falak-abi.id
  • Lintang: -6.1756556° Bujur: 106.8405838°
    Elevasi: 10.22 mdpl
Senin, 26 Desember 2022
Fajr04:23:34   WIB
Sunrise05:38:32   WIB
Dhuhr11:53:01   WIB
Sunset18:07:31   WIB
Maghrib18:23:39   WIB
Midnight23:15:32   WIB
  • Menurut Imam Ali Khamenei, diharuskan berhati-hati dalam hal waktu salat Subuh (tidak berlaku untuk puasa) dengan menambah 6-7 menit setelah waktu diatas

© 2022 ICC - Jakarta

No Result
View All Result
  • Home
  • Profil
    • Sambutan direktur
    • Sejarah Berdiri
  • Kegiatan
    • Berita
    • Galeri
  • Artikel
    • Akhlak
    • Alquran
    • Arsip
    • Dunia Islam
    • Kebudayan
    • Pesan Wali Faqih
    • Press Release
    • Sejarah
  • Hubungi kami

© 2022 ICC - Jakarta

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist