Mozaik

Peneliti Ungkap Ada Tulisan ‘Allah’ di Pakaian Bangsa Viking

ICC Jakarta – Kelompok peneliti di Swedia menemukan pakaian dari bangsa Viking yang telah disimpan lebih dari 100 tahun. Menariknya, di pakaian tersebut terdapat huruf Arab yang bertuliskan Allah dan Ali.
Dilansir BBC, Kamis (12/10/2017), pakaian tersebut merupakan pakaian yang digunakan oleh bangsa Viking untuk prosesi pemakaman. Pakaian ditemukan di sebuah kuburan kapal bangsa Viking. Penemuan itu sekaligus menjadi jalan bagi peneliti untuk menelusuri apakah ada hubungan antara Islam dengan bangsa Viking.
Pola pakaian ditenun dengan benang sutra dan perak hingga akhirnya membentuk kata Allah dan Ali. Seorang arkeolog tekstil dari Universitas Uppsala, Annika Larsson mengatakan timnya melakukan penyelidikan lebih lanjut lagi tentang asal usul pakaian tersebut.
Menurutnya, bahan pakaian berasal dari Asia Tengah, Persia dan China. Desain fragmen pada kain berukuran kecil, tak lebih dari 1,5 cm. Dia tidak pernah menemukan hal itu sebelumnya di wilayah Skandinavia.”Saya tidak bisa memahaminya. Kemudian saya ingat di mana saya pernah melihat desain serupa di Spanyol pada tekstil Moor,” kata Larsson.
Dari hasil penelusurannya, Larsson menyadari bahwa ia tidak melihat pola Viking sama sekali di pakaian tersebut. Hanya ada naskah Kufi dari Arab kuno. Dua kata yang diulang-ulang yakni Allah dan Ali yang merupakan khalifah ke-4 setelah Nabi Muhammad wafat.
Selain itu, Larsson juga memperbesar huruf Arab tersebut dan memeriksa dari semua sudut. Termasuk dari bagian belakang.
“Saya tiba-tiba melihat bahwa kata Allah telah ditulis dengan huruf cermin (mirrored lettering). Sedangkan nama Ali diulang berkali-kali di samping Allah,” ujar Larsson.
Penemuan baru itu membawa ke pertanyaan selanjutnya yakni tentang sosok yang dikubur menggunakan pakaian itu. Soal apakah bangsa Viking menganut agama Islam juga menarik untuk diulas.
“Kemungkinan beberapa dari mereka yang berada di kuburan itu adalah muslim tidak dapat dikesampingkan. Dari penggalian kuburan Viking lainnya kami juga tahu, analisis DNA menunjukkan bahwa beberapa orang yang dikuburkan berasal dari Persia. Tempat di mana Islam sangat dominan,” kata Larsson. (nkn/tor/detikkom)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *