ICC Jakarta
No Result
View All Result
  • Home
  • Profil
    • Sambutan direktur
    • Sejarah Berdiri
  • Kegiatan
    • Berita
    • Galeri
  • Artikel
    • Akhlak
    • Alquran
    • Arsip
    • Dunia Islam
    • Kebudayan
    • Pesan Wali Faqih
    • Press Release
    • Sejarah
  • Hubungi kami
  • Login
ICC Jakarta
No Result
View All Result

Pentingnya Peringatan Kesyahidan Imam Husain (as) dan Keutamaan Bulan Muharram

by admin
July 8, 2024
in Kebudayan
0 0
Share on FacebookShare on Twitter

Peringatan kesyahidan Imam Husain (as), yang dikenal sebagai peristiwa Karbala, memiliki makna yang sangat mendalam dalam sejarah dan spiritualitas Islam. Imam Husain (as), cucu Nabi Muhammad SAW, menjadi simbol perlawanan terhadap tirani dan ketidakadilan. Pada tanggal 10 Muharram, yang dikenal sebagai hari Asyura, umat Islam di seluruh dunia memperingati pengorbanannya. Bulan Muharram sendiri, sebagai bulan pertama dalam kalender Islam, memiliki keutamaan yang tinggi dan menjadi waktu yang penuh dengan berkah dan refleksi spiritual.
Al-Quran menyampaikan beberapa keutamaan bulan Muharram dan menganggapnya sebagai bulan untuk mendekatkan diri pada Allah Swt. Beberapa keutamaan yang disebutkan oleh Al-Quran Mengenai bulan ini adalah:
1. Muharram adalah bulan yang diagungkan oleh Allah. Sebagaimana firman Nya dalam AL-Quran :

اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوۡرِ عِنۡدَ اللّٰهِ اثۡنَا عَشَرَ شَهۡرًا فِىۡ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوۡمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضَ مِنۡهَاۤ اَرۡبَعَةٌ حُرُمٌ‌

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram.” (QS. At-Taubah: 36).

2. Muharram adalah bulan untuk meningkatkan ibadah
Sebagaimana bulan suci lainnya Umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan ibadah di bulan ini, seperti berpuasa dan berdoa. Puasa pada hari Asyura, yaitu tanggal 10 Muharram, sangat dianjurkan dan memiliki keutamaan besar. Bahkan puasa antara hari pertama hingga hari ke 9 memiliki pahala yang besar dan menjadi penghapus dosa pelakunya.

3. Bulan untuk introspeksi diri
Bulan ini juga menjadi waktu bagi umat Islam untuk merenungkan perjuangan dan pengorbanan para pahlawan Islam, khususnya Imam Husain (as) dan para syuhada Karbala, dalam menegakkan kebenaran dan keadilan. Sebagaimana diketahui bahwa di belahan bumi lainnya, saat ini masih ada saudara kita di Palestina yang mengalami penindasan dan pembantaian, maka bulan Muharaam menjadi momen penting untuk mengintrospeksi diri kita, untuk menjadi pendukung kaum yang lemah, serta berusaha keras mendukung perjuangan saudara-saudara kita di Palestina.

Sebagaimana disebutkan dalam berbagai literatur Sejarah bahwa Kesyahidan Imam Husain (as) di Karbala merupakan salah satu peristiwa paling tragis dalam sejarah Islam. Pada tahun 680 M, Imam Husain (as) dan pengikutnya yang setia, menghadapi pasukan Yazid bin Muawiyah di padang Karbala. Mereka bertempur dengan keberanian yang luar biasa meskipun menghadapi kekuatan yang jauh lebih besar dan kejam. Pengorbanan mereka menjadi simbol perjuangan melawan penindasan dan ketidakadilan.

Imam Husain (as) memilih untuk berdiri melawan ketidakadilan meskipun mengetahui bahwa perjuangannya akan berakhir dengan kesyahidan. Dalam khotbahnya, beliau berkata:
“Aku tidak bangkit untuk menyebarkan kerusakan atau keburukan, tetapi untuk mencari reformasi dalam umat kakekku, Rasulullah SAW. Aku ingin memerintahkan yang ma’ruf dan mencegah yang munkar.”
Tentu saja ucapan beliau ini tidak boleh hanya berhenti begitu saja, sebagai pecinta dan pengikut Al-Husain dan Rasulullah saw kita semua harus bangkit dan berjuang melawan berbagai ketidakadilan dan penindasan.
Peringatan kesyahidan Imam Husain (as) setiap tahun di bulan Muharram mengingatkan umat Islam akan pentingnya nilai-nilai keadilan, keberanian, dan pengorbanan. Ini juga menjadi waktu untuk mengenang pengorbanan para syuhada Karbala dan menguatkan tekad untuk melanjutkan perjuangan mereka dalam kehidupan sehari-hari yang tak lepas dari
Imam Ali Zainal Abidin AS, sebagai putra Imam Husain AS, juga dikenal dengan panggilan As-Sajjad (yang banyak bersujud), meninggalkan nasehat untuk kita semua supaya lebih bersungguh-sungguh dalam memperingati kesyahidan Imam Husen as di bulan Muharram:
Beliau berkata

النّاس في الدنيا بالاموال، وفي الآخرة بالأعمال

Manusia di dunia ini dinilai berdasarkan harta benda mereka, sedangkan di akhirat mereka dinilai berdasarkan amal perbuatan mereka.
Hadis ini mengingatkan kita akan pentingnya fokus pada amal perbuatan yang baik, terutama dalam bulan-bulan suci seperti Muharram, di mana kita dapat meningkatkan ibadah dan melakukan refleksi spiritual.
Dalam Riwayat yang lain disebutkan bahwa

من قنع بما قسم الله له فهو من أغنى الناس

Barang siapa yang merasa cukup dengan apa yang Allah berikan kepadanya, maka dia termasuk orang yang paling kaya.
Pesan ini mengajarkan kita untuk bersyukur dan merasa cukup dengan apa yang kita miliki, sebuah pengingat yang sangat relevan ketika kita mengenang pengorbanan Imam Husain (as) yang memilih kehilangan segalanya demi kebenaran.

Peringatan kesyahidan Imam Husain (as) di bulan Muharram adalah waktu yang sangat penting bagi umat Islam untuk merenungkan makna keadilan, pengorbanan, dan keteguhan dalam iman. Bulan Muharram sendiri memberikan kesempatan untuk meningkatkan ibadah dan memperkuat hubungan dengan Allah SWT. Melalui penghayatan terhadap ajaran dan perjuangan Imam Husain (as) serta mengikuti nasihat hikmah dari Imam Ali Zainal Abidin (as), kita dapat mengambil inspirasi untuk menjalani kehidupan yang lebih bermakna.

admin

admin

Related Posts

Kiai Saleh Darat: Ulama Visioner, Guru Para Kiai, dan Inspirasi RA Kartini
Islam Nusantara

Kiai Saleh Darat: Ulama Visioner, Guru Para Kiai, dan Inspirasi RA Kartini

August 28, 2025

Pendahuluan Sejarah Islam di Jawa tidak bisa dilepaskan dari peran para ulama yang tidak hanya berdakwah, tetapi juga membangun basis...

Karawitan Jawa: Nada-Nada Abadi Penjaga Jiwa dan Budaya
Kebudayan

Karawitan Jawa: Nada-Nada Abadi Penjaga Jiwa dan Budaya

August 26, 2025

  Di tengah derasnya arus musik digital dan tren global, karawitan Jawa hadir sebagai suara yang lembut, menenangkan, dan penuh...

Epistemologi Rasa: Membandingkan Pemikiran Ki Ageng Suryomentaram dan KPPH Mustopa dalam Tradisi Jawa dan Sunda
Islam Nusantara

Epistemologi Rasa: Membandingkan Pemikiran Ki Ageng Suryomentaram dan KPPH Mustopa dalam Tradisi Jawa dan Sunda

August 25, 2025

Pendahuluan Indonesia memiliki kekayaan intelektual dan budaya yang lahir dari para pujangga, ulama, dan budayawan yang tidak hanya berkarya dalam...

Bagaimana Kebudayaan Berkembang? Perspektif Filsafat Muhammad Taqi Ja‘fari
Kebudayan

Bagaimana Kebudayaan Berkembang? Perspektif Filsafat Muhammad Taqi Ja‘fari

August 22, 2025

Pendahuluan Kata kebudayaan mungkin terdengar akrab di telinga kita, apalagi di era globalisasi dan media sosial yang begitu cepat membentuk...

Tirakat dalam Budaya Jawa: Pendekatan Filsafat Perennial
Islam Nusantara

Tirakat dalam Budaya Jawa: Pendekatan Filsafat Perennial

August 20, 2025

Pendahuluan Budaya Jawa dikenal kaya dengan simbol, laku spiritual, dan filosofi hidup yang sarat makna. Salah satu aspek penting dari...

Filsafat Stoa dan Relevansinya dengan Pandangan Ronggowarsito III
Islam Nusantara

Filsafat Stoa dan Relevansinya dengan Pandangan Ronggowarsito III

August 19, 2025

Filsafat Stoa dan Relevansinya dengan Pandangan Ronggowarsito III Pendahuluan Filsafat adalah refleksi mendalam tentang kehidupan, kebahagiaan, dan makna eksistensi. Sejak...

Next Post
Keistimewaan-keistimewaan Imam Husain

Keistimewaan-keistimewaan Imam Husain

Muharram 1446 H

Sombong, Ciri Iblis dan Pembunuh Imam Husein

Sombong, Ciri Iblis dan Pembunuh Imam Husein

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ICC Jakarta

Jl. Hj. Tutty Alawiyah No. 35, RT.1/RW.7, Pejaten Barat.
Pasar Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12510

Telepon: (021) 7996767
Email: iccjakarta59@gmail.com

Term & Condition

Agenda

[tribe_events_list]

HUBUNGI KAMI

Facebook
Telegram

Jadwal Salat Hari Ini

sumber : falak-abi.id
  • Lintang: -6.1756556° Bujur: 106.8405838°
    Elevasi: 10.22 mdpl
Senin, 26 Desember 2022
Fajr04:23:34   WIB
Sunrise05:38:32   WIB
Dhuhr11:53:01   WIB
Sunset18:07:31   WIB
Maghrib18:23:39   WIB
Midnight23:15:32   WIB
  • Menurut Imam Ali Khamenei, diharuskan berhati-hati dalam hal waktu salat Subuh (tidak berlaku untuk puasa) dengan menambah 6-7 menit setelah waktu diatas

© 2022 ICC - Jakarta

No Result
View All Result
  • Home
  • Profil
    • Sambutan direktur
    • Sejarah Berdiri
  • Kegiatan
    • Berita
    • Galeri
  • Artikel
    • Akhlak
    • Alquran
    • Arsip
    • Dunia Islam
    • Kebudayan
    • Pesan Wali Faqih
    • Press Release
    • Sejarah
  • Hubungi kami

© 2022 ICC - Jakarta

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist