Mozaik

Mengenal Kitab Uyun Akhbar al-Ridha

ICC Jakarta – ‘Uyun Akhbār al-Ridha atau ‘Uyun al-Akhbār  adalah kitab hadis yang membahas tentang kehidupan, karya-karya dan riwayat-riwayat Imam Ridha. Kitab ini ditulis oleh Syaikh Shaduq (w. 381 H)

Syaikh Shaduq menulis hadis-hadis ini dalam 69 bab dimana sebagian darinya merupakan perkataan-perkataan Imam Ridha as sendiri dan sebagian lagi adalah hadis-hadis lain yang beliau riwayatkan dari  Aimah sebelumnya. Uyun Akhbar al-Ridha tidak memiliki satu tema sehingga menjadi literatur penting Syiah dalam berbagai tema seperti akhlak, sirah dan ilmu.

Syaikh Shaduq sendiri adalah seorang alim terkemuka Syiah pada abad ke 4. Ia lahir setelah tahun 305 H dan wafat pada tahun 381 H. Ia dimakamkan di Rai. Ia memiliki karya sekitar 300 karya ilmiah namun sayangnya kebanyakan karya-karya tersebut hilang. Ia juga menulis kitab Mn La Yahdhuruhu al-Faqih yang merupakan satu dari empat bagian Kutub al-Arba’ah.

Motivasi Penulisan kitab ini sebagaimana dijelaskan Syaikh Shaduq adalah bahwa, ketika Shahib bin ‘Ibad Dailami -mentri sementara dan hakim Syiah saat itu- menyampaikan syair-syair penyanjungan dan pemujian Imam Ridha As dan menghadiahkan syair itu kepadanya, untuk membalas budi Shahib bin ‘Ibad, ia juga menulis kitab Uyun Akhbār al-Ridha dan menghadiahkan kepadanya.

Kitab ini tersusun dari 69 bab dan dikaji berbagai pembahasan terkait Imam Ridha as di dalamnya. Kelahiran, penamaan dengan “Ridha”, keimamahan, kedudukan Imam as, perdebatan Imam as dengan Makmun dan ulama agama lain, ilmu iman akan masa depan, penerimaan wilayat ahdi (putra mahkota), khotbah-khotbah Imam as mengenai tauhid, hadis-hadis penetapan wilayah (kepemimpinan) Imam as, keutamaan dan tata cara zirah kepada Imam as dll adalah serentetan masalah-masalah yang di bahas dalam kitab ini.

Keurgensian kitab ini memmiliki kemuktabaran khusus dan menjadi rujukan kitab-kitab berikutnya serta termasuk dari referensi kitab Bihar al-Anwar.

Uyun Akhbar al-Ridha as pertama kali dicetak ofset pada tahun 1275 H di Teheran. Berikutnya berulang kali dicetak diberbagai negara-negara seperti Lebanon, Irak dan Iran. []

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *